oleh Samsul Hadi | Sep 4, 2025 | Berita
Bengkulu – Dalam rangka memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta progres kinerja institusi di bawah kepemimpinan baru, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I.
Momentum akademik yang berlangsung pada Kamis, 4 Agustus 2025 ini, bukan sekadar prosesi administratif, melainkan refleksi ilmiah atas dinamika manajerial, capaian program, serta proyeksi pengembangan keilmuan kampus hijau NU di Bengkulu. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua STIESNU Bengkulu kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairudin Wahid, M.Ag., dengan disaksikan Sekretaris Wilayah PWNU, H. Muhammad Soleh, beserta jajaran pengurus lainnya.
Dalam substansi laporan, Dr. Subhan menekankan pentingnya keberlanjutan visi akademik yang berorientasi pada mutu pendidikan, relevansi kurikulum dengan perkembangan ilmu ekonomi syariah, serta penguatan kultur keilmuan berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Transparansi ini, menurutnya, bukan hanya bentuk tanggung jawab administratif, tetapi juga bagian dari ikhtiar epistemologis untuk menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi sosial dan pemberdayaan umat.
Prof. Dr. H. Khairudin Wahid, M.Ag., dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas sistematika dan kedalaman laporan yang disajikan. Ia menekankan bahwa perkembangan STIESNU Bengkulu harus terus diarahkan pada penciptaan inovasi akademik yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus tetap berakar pada tradisi intelektual Nahdlatul Ulama.
Kehadiran para pimpinan PWNU dalam forum ini menandai adanya sinergi yang kuat antara otoritas struktural NU dan institusi pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan demikian, penyampaian LPJ ini tidak hanya dimaknai sebagai laporan periodik, melainkan juga sebagai bagian dari dialektika keilmuan dan penguatan etos akademik di lingkungan STIESNU Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Sep 4, 2025 | Berita
BENGKULU – Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat., Ketua Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu, berhasil menorehkan prestasi akademis yang gemilang. Beliau meraih predikat Doktor ‘Cum Laude’ dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bengkulu (UNIB) dan menjadi lulusan terbaik pada program studi S-3 Pendidikan dengan IPK 3,93.
Integrasi Budaya dan Sains dalam Pendidikan Matematika
Pencapaian Dr. Dodi Isran tidak hanya dinilai dari IPK yang tinggi, tetapi juga dari kontribusi ilmiahnya yang signifikan melalui disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Matematika Dasar Berbasis ETNO-STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Mahasiswa“. Disertasi ini merupakan karya riset yang berupaya menjembatani kesenjangan antara pendidikan matematika formal dan konteks budaya lokal.
ETNO-STEM (Etnomatematika-Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan pengetahuan dan praktik matematika yang terdapat dalam budaya lokal (etnomatematika) dengan disiplin ilmu STEM. Dr. Dodi Isran meneliti bagaimana unsur-unsur budaya, khususnya yang ada di Bengkulu, dapat dijadikan bahan ajar untuk meningkatkan literasi matematis mahasiswa.
Literasi matematis, yang didefinisikan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), adalah kemampuan individu untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Melalui disertasinya, Dr. Dodi Isran menunjukkan bahwa pendekatan ETNO-STEM dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep matematis secara lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, M.H.I., menyatakan kebanggaannya. “Kami sangat bangga atas pencapaian Dr. Dodi Isran. Karya disertasinya tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam kurikulum pendidikan. Ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Menanggapi keberhasilannya, Dr. Dodi Isran menyampaikan, “Alhamdulillah, predikat ‘Cum Laude’ ini adalah hasil dari kerja keras dan dukungan banyak pihak. Saya berharap riset tentang ETNO-STEM ini bisa membuka wawasan baru dalam pengajaran matematika dan membantu mahasiswa melihat bahwa matematika adalah bagian tak terpisahkan dari budaya dan kehidupan mereka.”
oleh Samsul Hadi | Sep 4, 2025 | Berita
Seluma – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu secara resmi melaksanakan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis tematik desa yang ditempatkan di Desa Giri Mulya, Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu.
Kegiatan penarikan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Program KKN tematik desa ini dirancang sebagai media pengembangan kapasitas mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat, dengan fokus pada pemberdayaan potensi lokal dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa KKN STIESNU Bengkulu telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain pelatihan literasi keuangan syariah, pendampingan UMKM lokal, penguatan kelembagaan desa, serta sosialisasi pentingnya tata kelola keuangan rumah tangga. Selain itu, mahasiswa juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pembinaan remaja, pendidikan agama, hingga partisipasi dalam program desa sehat dan bersih.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa KKN tematik desa bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wahana pengintegrasian ilmu dengan realitas sosial. “Mahasiswa didorong untuk menjadi agen transformasi sosial yang mampu membaca kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Giri Mulya, Bapak Syaerozi, memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi mahasiswa STIESNU Bengkulu. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang ikut mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan. Kehadiran mereka telah membawa semangat baru, khususnya dalam meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pendidikan, ekonomi, dan kebersamaan membangun desa,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Hairiyanto, M.Pd., salah satu dosen pembimbing lapangan. Menurutnya, KKN tematik desa adalah media strategis untuk membumikan ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah. “Kehadiran mahasiswa di desa bukan hanya sebatas mengabdi, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Dengan begitu, terjadi dialektika antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal yang memperkaya pengalaman akademik mahasiswa,” jelasnya.
Penarikan KKN ini diharapkan tidak mengakhiri hubungan akademik dan sosial antara kampus dan desa, melainkan menjadi titik awal bagi kolaborasi berkelanjutan dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
oleh Samsul Hadi | Sep 3, 2025 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu telah mengadakan kajian komprehensif tentang Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Acara yang diselenggarakan pada tahun 2025 ini secara khusus menyoroti transformasi Aswaja dari manhajul fikri (paradigma berpikir) menjadi manhajul hayah (jalan hidup). Kajian ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan staf kampus, menunjukkan komitmen akademis untuk menginternalisasi nilai-nilai Aswaja secara mendalam.
Prinsip Aswaja sebagai Pilar Kehidupan
Narasumber utama, Agung Cucu P., M.H., dalam pemaparannya menegaskan bahwa Aswaja bukan sekadar kajian teologis-filosofis, melainkan sebuah kerangka aplikatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa prinsip-prinsip dasar seperti tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (lurus dan tegak), dan tasamuh (toleransi) harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
“Transisi dari manhajul fikri ke manhajul hayah berarti kita tidak hanya memahami konsep Aswaja di ruang kelas, tetapi juga mengamalkannya dalam interaksi sosial, profesional, dan spiritual,” ujar Agung. “Ini adalah inti dari transformasi yang kita harapkan. Aswaja harus menjadi solusi, bukan sekadar teori.”
Komitmen Lembaga Melalui Aswaja Center
Anton, M.Ag., Kepala UPT Aswaja Center STIESNU Bengkulu, dalam sambutannya menekankan peran strategis lembaga dalam mewujudkan transformasi ini. “Kami mendirikan UPT Aswaja Center untuk memastikan bahwa nilai-nilai Aswaja menjadi DNA (Deoxyribonucleic Acid) dari seluruh kegiatan akademis dan non-akademis di kampus,” jelas Anton. “Melalui kajian ini, kami berharap setiap individu di STIESNU dapat menjadi representasi hidup dari Aswaja yang moderat, toleran, dan seimbang.”
Kajian ini bukan hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sebuah momentum untuk merefleksikan bagaimana ajaran Aswaja dapat membentuk karakter individu yang berintegritas dan berkontribusi positif pada masyarakat. Partisipasi aktif dari seluruh civitas akademika menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk menjadikan Aswaja sebagai panduan praktis dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
oleh Samsul Hadi | Sep 2, 2025 | Berita
Bengkulu, 2 September 2025 – Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu. Tiga dosen terbaiknya, Elman Johari, M.H.I., Orin Oktasari, M.H.I., dan Arista Khairunnisa, S.H., M.E., baru saja merilis buku kolaboratif berjudul “Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase Syariah.” Buku ini diharapkan menjadi kontribusi penting dalam literasi hukum syariah di Indonesia.
Dalam narasi ilmiahnya, buku ini membahas secara mendalam urgensi dan mekanisme arbitrase syariah sebagai alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Para penulis menganalisis prinsip-prinsip syariah yang mendasari proses arbitrase, mulai dari keadilan, musyawarah, hingga putusan yang mengikat. Buku ini juga mengupas studi kasus yang relevan, menyoroti efektivitas arbitrase syariah dalam menyelesaikan perselisihan bisnis, keuangan, dan perdata dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Kehadiran buku ini sangat relevan mengingat semakin berkembangnya sektor ekonomi syariah yang membutuhkan kerangka hukum komprehensif.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, M.H.I., dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. “Saya atas nama civitas akademika STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat dan sukses atas terbitnya buku ini. Karya ini bukan hanya menjadi bukti nyata dedikasi dan kompetensi para dosen kami dalam bidang keilmuan, tetapi juga kontribusi nyata STIESNU dalam mengembangkan literasi ekonomi dan hukum syariah di tanah air,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa penerbitan buku ini sejalan dengan visi STIESNU untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, serta masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang arbitrase syariah. Semoga karya ini menjadi amal jariyah dan menginspirasi dosen-dosen lain untuk terus berkarya,” tutupnya.
Buku “Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase Syariah” kini sudah tersedia dan dapat diakses oleh publik, menambah khazanah keilmuan STIESNU Bengkulu dan literasi hukum syariah di Indonesia.