Mahasiswa STIESNU Bengkulu, M. Nazli, Dilepas untuk Berlaga di POMNAS XIX

Mahasiswa STIESNU Bengkulu, M. Nazli, Dilepas untuk Berlaga di POMNAS XIX

Bengkulu — STIESNU (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di kancah non-akademik. Momen membanggakan ini terwujud dengan dilepasnya M. Nazli, seorang mahasiswa berbakat, untuk berpartisipasi dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX yang akan berlangsung di Jawa Tengah. Nazli akan berkompetisi dalam cabang olahraga atletik, khususnya nomor lari 1.500 meter.

Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STIESNU Bengkulu, yaitu Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan; Ketua Senat, Dr. Dodi Isran; Wakil Ketua I, Elman Johari; Wakil Ketua II, Suharyono; dan Wakil Ketua III, Yudha. Dalam sambutannya, Dr. Subhan menekankan bahwa keberangkatan Nazli adalah representasi nyata dari paradigma pendidikan yang integral, yang mana kecerdasan intelektual (akademik) dan kecerdasan kinestetik (fisik) dapat berjalan beriringan.

“Prestasi M. Nazli di bidang olahraga adalah bukti bahwa mahasiswa STIESNU tidak hanya unggul dalam kajian ekonomi syariah dan keilmuan Islam, tetapi juga mampu berprestasi di kancah nasional,” ujar Dr. Subhan. “Ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan fisik prima.”

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Dr. Dodi Isran selaku Ketua Senat. Ia menyatakan bahwa partisipasi Nazli di POMNAS adalah sebuah ekspresi dari ketekunan dan disiplin ilmiah yang diterjemahkan ke dalam bentuk aktivitas fisik. “Sama halnya dengan penelitian yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi, atletik juga menuntut dedikasi dan latihan yang terukur,” jelas Dr. Dodi. “Kami berharap semangat ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika STIESNU untuk terus mengejar keunggulan di berbagai bidang.”

Sementara itu, Wakil Ketua I, Elman Johari, menyampaikan harapannya agar M. Nazli dapat menampilkan performa terbaiknya dan mengharumkan nama STIESNU Bengkulu di tingkat nasional. “Semoga perjuangan M. Nazli ini menjadi awal dari deretan prestasi lain yang akan diraih oleh mahasiswa-mahasiswa kami di masa depan,” pungkasnya.

Seluruh jajaran pimpinan dan civitas akademika STIESNU Bengkulu memohon doa restu dari seluruh masyarakat Bengkulu agar M. Nazli diberikan kelancaran dan kekuatan dalam bertanding. Keberangkatannya ke Jawa Tengah tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi duta akademik dan olahraga yang siap mengharumkan nama almamater.

STIESNU Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Kantor Kemenag Kab. Lebong dan PCNU Kab. Lebong untuk Tingkatkan Minat Pendidikan

STIESNU Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Kantor Kemenag Kab. Lebong dan PCNU Kab. Lebong untuk Tingkatkan Minat Pendidikan

Lebong, 16 September 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Kabupaten Lebong. Acara ini menjadi langkah awal kerja sama strategis antara STIESNU dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebong dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lebong dalam upaya meningkatkan kesadaran pendidikan tinggi di daerah tersebut.

Acara yang berlangsung di Aula Sakinah Kantor Kemenag Lebong ini dihadiri oleh perwakilan dari ketiga pihak. Dari STIESNU Bengkulu, hadir Ketua Senat Dr. Dodi Isran, M.Pd., didampingi oleh Suharyono, M.E. (Waka 2), Yuda S. Kurniawan, M.Pd. (Waka 3), Riza Wahyu Ropi, M.Ag. (Sekretaris P3M), dan Sandi Berlian, S.E. (Tendik). Sementara itu, dari Kemenag dan PCNU Lebong, turut hadir H. Arief Azizi, S.Ag, M.H., yang menjabat sebagai Ketua Kemenag sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Lebong. Hadir juga Pipin Sopian (Ketua LPTNU), Aji Agus Salim, M.Pd. (Kasi Pendis Kemenag), dan H. Darman Jaya, S.H. (Kepala KUA). Sosialisasi ini juga dihadiri oleh siswa-siswi dari MAN 1 Lebong serta perwakilan dari madrasah lainnya.

Hasil Kesepakatan Sosialisasi

Dalam pertemuan ini, tercapai tiga poin kesepakatan penting:

  • Peningkatan Minat Pendidikan: STIESNU Bengkulu dan Kemenag Lebong bersepakat untuk bekerja sama dalam mendorong minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
  • Sosialisasi Program Studi: STIESNU Bengkulu dan PCNU Kab. Lebong akan berkolaborasi untuk mensosialisasikan program-program studi yang ada di STIESNU kepada masyarakat Lebong secara lebih luas.
  • Peningkatan Kualitas Pendidikan: Semua pihak yang hadir berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lebong.

Sebagai langkah lanjutan, STIESNU Bengkulu akan segera mengirimkan materi lengkap mengenai program studi dan tata cara pendaftaran mahasiswa baru kepada Kemenag dan PCNU Lebong. Kedua lembaga ini kemudian akan berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi tersebut. Pertemuan lanjutan juga direncanakan untuk membahas detail implementasi dari kerja sama ini.

Silaturahmi STIESNU Bengkulu Perkuat Sinergi Program di Kediaman Gubernur Helmi Hasan

Silaturahmi STIESNU Bengkulu Perkuat Sinergi Program di Kediaman Gubernur Helmi Hasan

Bengkulu, 16 September 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu melakukan pertemuan strategis di kediaman Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, untuk mengkonsolidasikan program kerja dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan Amin, M.H.I, dan Bendahara DPH STIESNU Bengkulu, Dr. Sri Ikhsan, M.Pd.i.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah sinergi program kerja untuk membantu rakyat Bengkulu, khususnya di tiga bidang vital: ekonomi, kepemudaan, dan keagamaan.

Menurut Dr. Subhan Amin, silaturahmi ini adalah langkah konkret untuk menyelaraskan program-program kampus dengan visi pembangunan pemerintah provinsi. “Ini adalah konsolidasi program kerja dan sinergi program dengan Pemda Bengkulu,” ujar Dr. Subhan Amin.

Diskusi yang berlangsung di kediaman Gubernur Helmi Hasan ini menunjukkan komitmen STIESNU untuk tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, diharapkan berbagai program bantuan dan pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, memberikan manfaat yang nyata bagi warga Bengkulu.

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII: Momentum Transformasi Intelektual Mahasiswa Berkarakter Aswaja

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII: Momentum Transformasi Intelektual Mahasiswa Berkarakter Aswaja

Bengkulu – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) dengan tema “Transformasi Mahasiswa NU: Berkarakter Aswaja, Berdaya Saing, dan Berkontribusi untuk Peradaban.” Acara ini menjadi wadah penting untuk mencetak kader intelektual yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat.

Kegiatan MAPABA ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk jajaran pengurus PMII, senior, serta puluhan mahasiswa baru yang antusias untuk bergabung. Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., selaku Ketua STIESNU Bengkulu, dan juga Wakil Ketua Yudha, M.Pd, hadir dan memberikan sambutan yang menginspirasi, menegaskan relevansi PMII dalam membentuk karakter mahasiswa di era modern.

Dalam sambutannya, Dr. Subhan menyoroti pentingnya transformasi holistik bagi mahasiswa NU. “Transformasi tidak hanya sebatas perubahan fisik, tetapi juga perubahan mental, spiritual, dan intelektual,” ujarnya. Beliau menekankan bahwa PMII bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan sebuah laboratorium peradaban yang melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.

Lebih lanjut, Dr. Subhan memaparkan tiga pilar utama dalam transformasi mahasiswa NU. Pertama, berkarakter Aswaja. “Ini adalah fondasi kita. Aswaja mengajarkan kita prinsip-prinsip moderasi, toleransi, dan keadilan, yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan bangsa,” kata beliau. Karakter ini, menurutnya, akan menjadi benteng bagi mahasiswa dalam menghadapi polarisasi dan radikalisme.

Kedua, berdaya saing. “Dunia saat ini menuntut kita untuk memiliki daya saing global. Mahasiswa harus terus mengasah kemampuan analitis, kritis, dan inovatif,” tambahnya. Dr. Subhan mendorong para peserta MAPABA untuk memanfaatkan PMII sebagai sarana pengembangan diri, baik melalui diskusi ilmiah, pelatihan kepemimpinan, maupun kegiatan-kegiatan yang menunjang soft skill dan hard skill.

Ketiga, berkontribusi untuk peradaban. Dr. Subhan menjelaskan bahwa tugas mahasiswa adalah menjadi agen perubahan yang solutif. “Kontribusi tidak harus dalam skala besar. Mulailah dari lingkungan terdekat, seperti menginisiasi kegiatan sosial di kampus atau memberikan solusi kreatif untuk permasalahan di masyarakat,” pungkasnya.

Acara MAPABA ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang para mahasiswa baru dalam menempuh jalan intelektual dan spiritual bersama PMII. Dengan bekal karakter Aswaja yang kokoh, daya saing yang tinggi, dan semangat berkontribusi, mereka diharapkan mampu menjadi generasi penerus yang membawa kemajuan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.

Seremoni Ilmiah dan Intelektual: PBAK STIESNU Bengkulu Dibuka Secara Resmi

Seremoni Ilmiah dan Intelektual: PBAK STIESNU Bengkulu Dibuka Secara Resmi

STIESNU BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu secara resmi membuka program pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025. Upacara pembukaan yang sarat dengan nuansa ilmiah dan spiritual ini diselenggarakan pada Jumat, 12 September 2025.

Kehadiran Tokoh Kunci dan Keterwakilan Lembaga
Acara ini diawali dengan upacara senat yang dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat. dan Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen institusi dalam mengawal transisi akademik mahasiswa baru. Suasana khidmat terasa saat para calon mahasiswa secara simbolis memasuki gerbang keilmuan yang berbasis syariah.

Dalam sambutannya, Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., tidak hanya menyampaikan pesan selamat datang, tetapi juga memberikan perspektif akademis yang mendalam tentang peran mahasiswa baru. Beliau menggarisbawahi bahwa PBAK bukan sekadar ritual orientasi, melainkan sebuah prolegomena—sebuah pengantar yang esensial—untuk memahami visi dan misi institusi.

Dr. Subhan menekankan bahwa tantangan ekonomi global saat ini sangat dinamis dan kompleks. “Ekonomi dunia saat ini penuh dinamika,” ujarnya. Oleh karena itu, STIESNU Bengkulu hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bertugas mencetak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi syariah sekaligus memiliki akhlak mulia. Ini merupakan perpaduan antara kecerdasan kognitif (penguasaan ilmu) dan kecerdasan afektif (pembentukan karakter), yang selaras dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan optimisme terhadap peran mahasiswa dalam kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. Mahasiswa baru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam praktik. Beliau menutup sambutannya dengan mengajak seluruh civitas akademika dan mahasiswa untuk berkolaborasi, sehingga STIESNU Bengkulu dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah yang maju dan berdaya saing di Bengkulu.

Kolaborasi Akademik dan Spiritual
Pembukaan PBAK kali ini turut dihadiri oleh figur-figur penting dari struktur Nahdlatul Ulama (NU). KH. Ali Shodiq, seorang tokoh panutan, hadir untuk memberikan arahan spiritual dan keilmuan. Perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu, Kang Solih, juga turut hadir. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara STIESNU sebagai lembaga pendidikan tinggi dan NU sebagai organisasi keagamaan.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh civitas akademika STIESNU, termasuk para dosen dan staf. Perwakilan dari seluruh badan otonom (banom) NU se-Bengkulu turut memeriahkan acara, memberikan gambaran akan luasnya jejaring keorganisasian yang dapat diakses oleh mahasiswa. Selain itu, perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), KIP (Kartu Indonesia Pintar), dan seluruh mahasiswa baru juga hadir, menandakan dimulainya kehidupan kampus yang dinamis.

Pengembangan Kepemimpinan dan Kemandirian Mahasiswa
Secara signifikan, acara PBAK ini sepenuhnya dikelola oleh anggota panitia dari BEM STIESNU Bengkulu. Hal ini bukan sekadar pembagian tugas, melainkan merupakan laboratorium kepemimpinan bagi mahasiswa. Melalui pengelolaan acara berskala besar, mereka mengaplikasikan teori organisasi dan manajemen yang dipelajari dalam konteks praktis. Tanggung jawab ini menuntut kemandirian, inisiatif, dan kemampuan problem-solving yang merupakan kompetensi esensial bagi pemimpin masa depan. Proses ini secara tidak langsung membangun kapasitas soft skill mahasiswa, mempersiapkan mereka tidak hanya sebagai akademisi yang mumpuni, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat.

Etos Keilmuan dan Keorganisasian
Pembukaan PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan komitmen bahwa pendidikan di STIESNU Bengkulu tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu ekonomi syariah, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang kritis, berakhlak, dan memiliki semangat berorganisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru akan terinternalisasi dengan nilai-nilai luhur NU serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat.