BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIES-NU) Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ke-2 Tahun 2026 bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) RI angkatan 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026 ini, menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Mengusung tema “Growth Mindset & Adaptabilitas,” pembinaan kali ini menghadirkan Wakil Ketua II STIES-NU Bengkulu, Bapak Suharyono, M.E., sebagai pemateri utama. Beliau didampingi oleh Bapak Syafri Yanto, M.M., selaku mentor Beasiswa Cendekia BAZNAS STIES-NU.

Dalam pemaparannya, Bapak Suharyono menekankan bahwa kunci kesuksesan di masa depan terletak pada pola pikir.

“Growth mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bisa dikembangkan melalui kerja keras dan ketekunan. Jangan lihat kegagalan sebagai tembok, tapi sebagai anak tangga untuk naik lebih tinggi,” tegasnya.

Selain pola pikir, materi mengenai adaptabilitas menjadi sorotan utama. Para mahasiswa diajak memahami pentingnya menyesuaikan diri terhadap perubahan cepat di sektor teknologi, sosial, dan dunia kerja. Peserta diberikan simulasi konkret mengenai bagaimana individu yang adaptif mampu mengubah tantangan transformasi digital menjadi peluang emas.

Kegiatan ini berlangsung dinamis dengan berbagai agenda interaktif, seperti:

  • Diskusi Kelompok: Membedah studi kasus dunia profesional.
  • Refleksi Diri: Mengidentifikasi hambatan mental individu.
  • Rencana Aksi: Merancang langkah nyata untuk meningkatkan daya adaptasi harian.

Manfaat materi ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka cakrawala baru bagi mereka. “Kami jadi lebih memahami bahwa tantangan bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi dengan pola pikir positif dan kesiapan untuk berubah,” ungkapnya di sela-sela acara.

Pihak STIES-NU Bengkulu berharap melalui pembinaan berkelanjutan ini, para penerima beasiswa BCB RI dapat tumbuh menjadi generasi yang inovatif dan siap bersaing di kancah global. Dengan internalisasi nilai growth mindset, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan itu sendiri.