STIESNU Bengkulu Gandeng APSESI dan KPS-ES MoA Dengan 2 NGO Di Australia

STIESNU Bengkulu Gandeng APSESI dan KPS-ES MoA Dengan 2 NGO Di Australia

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu melalui Program Studi S-1 Ekonomi Syariah menggandeng APSESI (Asosiasi Prodi Ekonomi Syariah Indonesia) Konsorsium Prodi Dan Jurusan Ekonomi Syariah (KPS ES) dalam persiapan rencana program Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional di bidang Ekonomi Islam dan UMKM dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoA) dengan dua NGO (Non-Governmental Organization) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Australian Center for Islamic Finance (AUSCIF) dan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation (AIARI). Pihak AUSCIF langsung dihadiri dan ditandatangani oleh Almir Colan (Direktur), AIARI ditandatangani oleh Ass. Prof. Brian Fairman selaku Chairperson AIARI sekaligus Dosen James Cook University Crains, Queensland Australia, dan pihak APSESI, KPRS-ES diwakili oleh Prof. Dr. Ahmad Dahlan (Guru Besar Ekonomi Islam UIN Saizu).

Adapun APSESI yang dilibatkan oleh FEBI UIN Saizu terdiri dari 27 Prodi S1 Ekonomi Syariah yaitu: 1) Prodi Ekonomi Islam, FEB, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang; 2)Prodi Ekonomi Syariah FEBI, UIN Jurai Siwo Lampung; 3) Prodi Ekonomi Syariah, FEBI, Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua; 4) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Maros (IAI DDI MAROS); 5) Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Dan Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda; 6) ⁠Prodi Ekonomi Syari’ah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baturaja; 7) Prodi Ekonomi Syari’ah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil; 8) Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Dan Ekonomi Bisnis Islam, Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA Cilacap); 9) Prodi Ekonomi Syariah STAI Dr. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta; 10) Prodi Ekonomi Syariah Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi; 11) Prodi Ekonomi Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq  Jember; 12) ⁠Prodi Ekonomi Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten; 13) Prodi Ekonomi Syariah, FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 14) ⁠Prodi Ekonomi Syariah, FEBI, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi; 15) Prodi Ekonomi Syariah, FEBI, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan; 16) ⁠Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam, Institut Agama Islam Datuk Laksemana Bengkalis; 17) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam, Institut Islam Mamba’ul Ulum Surakarta; 18) ⁠Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Imam Syafii (IMSYA) Indonesia; 19) Prodi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Al-Bahjah Cirebon; 20) Prodi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah Tasikmalaya; 21) Prodi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau; 22) Prodi Ekonomi Syariah, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu; 23) Prodi Ekonomi Syariah, STAI Sirojul Falah Bogor; 24) Prodi Syariah Fakultas Ekonomi, Pendidikan Dan Hukum. Universitas Muhammadiyah Kudus; 25) FEBI Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle; 26) FEBI, IAIN Sultan Amai Gorontalo; 27) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Babussalam Jombang.

Dalam kegiatan MoA tersebut juga melibat Magister Ekonomi Syariah dan Program Pascasarjana yaitu: 1) Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhamamd Besari Ponorogo; 2) Prodi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 3) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. timur.

Secara kelembagaan, MoA dengan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation (AIARI) yang ditandatangani pada pada Selasa, 18 Agustus 2026 di 207 Queen Street, Melbourne, dan dan Australian Center for Islamic Finance (AUSCIF) ditandatangani di komplek Masjid Islamic Council of Victoria (ICV) 66-68 Jeffcott Street, West Melbourne pada Jumat, 21 Agustus 2026, didukung langsung oleh  Asosiasi Prodi Dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) dan Konsorsium Prodi Dan Jurusan Ekonomi Syariah (KPS ES) yang juga secara formal dilibatkan dalam naskah MoA tersebut.

Sekretaris DPH STIESNU Bengkulu Tekankan Pentingnya Menjaga Niat, Persatuan, dan Pelayanan Prima pada Apel Pagi

Sekretaris DPH STIESNU Bengkulu Tekankan Pentingnya Menjaga Niat, Persatuan, dan Pelayanan Prima pada Apel Pagi

Bengkulu, 3 Agustus 2026 – Sekretaris Dewan Pengurus Harian (DPH) STIESNU Bengkulu, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I., memimpin Apel Pagi yang dilaksanakan pada Senin (3/8/2026) di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Dr. Wira Hadi Kusuma menyampaikan sejumlah pesan penting kepada seluruh peserta apel. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk senantiasa menjaga niat dalam setiap tugas dan pengabdian, memperkuat persatuan dan solidaritas, serta meningkatkan spiritualitas sebagai fondasi dalam menjalankan amanah di dunia pendidikan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan prima kepada mahasiswa, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, pelayanan yang profesional, responsif, dan penuh tanggung jawab merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan STIESNU Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Apel pagi tersebut dihadiri oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, M.H.I., Wakil Ketua I Elman Johari, M.H.I., Wakil Ketua II Suharyono, M.E., Wakil Ketua III Yudha Septian, M.Pd., serta Kepala Bagian Tata Usaha STIESNU Bengkulu Yana Pratiwi, S.Sos. Turut hadir seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) STIESNU Bengkulu yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.

Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh keluarga besar STIESNU Bengkulu semakin memperkuat komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung kemajuan institusi. Semangat persatuan, integritas, dan spiritualitas yang terus dipupuk diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan visi STIESNU Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

STIESNU Bengkulu dan UNU Surakarta Teken MoU untuk Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

STIESNU Bengkulu dan UNU Surakarta Teken MoU untuk Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Surakarta, 20 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, di Kampus UNU Surakarta.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., dan Rektor UNU Surakarta, Prof. Dr. H. A. Mufrod Teguh Mulyono, M.H.. Kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat sinergi kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Turut mendampingi Ketua STIESNU Bengkulu dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II Suharyono, M.E., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Syafriyanto, M.M., Penanggung Jawab KKN Kewirausahaan Budiman Sepri Weli, M.H., serta Wakil Dekan Fakultas Syariah Riza Wahyu Roffi.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan STIESNU Bengkulu.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap terbangun berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun kedua institusi. Sinergi ini juga menjadi bagian dari komitmen STIESNU Bengkulu untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam penguatan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNU Surakarta, Prof. Dr. H. A. Mufrod Teguh Mulyono, M.H., menyambut baik terjalinnya kemitraan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era global serta mendorong terciptanya inovasi di bidang akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pengembangan pendidikan dan pembelajaran, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), pengembangan kewirausahaan, serta berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui penandatanganan MoU ini, STIESNU Bengkulu dan UNU Surakarta berharap dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan dan produktif, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta pemberdayaan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Langkah Bersejarah Menuju IAINU, Kemenag RI Gelar Asesmen Lapangan di STIESNU Bengkulu

Langkah Bersejarah Menuju IAINU, Kemenag RI Gelar Asesmen Lapangan di STIESNU Bengkulu

BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu resmi menjalani asesmen lapangan dari Tim Asesmen Kementerian Agama Republik Indonesia. Agenda krusial ini dilaksanakan dalam rangka proses perubahan bentuk kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu.

Kegiatan visitasi tersebut berlangsung selama dua hari, yakni dari Jumat hingga Sabtu, 29–30 Mei 2026, yang dipusatkan di Aula STIESNU Bengkulu. Adapun Tim Asesmen Kemenag RI yang turun langsung terdiri dari para ahli dan asesor berpengalaman:

  • Dr. Asro’i, M.Pd.

  • Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag.

  • Dr. Ahmad Khandali, M.Si.

  • Suci Indah Novitasari, SE (selaku pendamping tim)

Asesmen lapangan ini merupakan tahapan yang sangat menentukan dalam proses alih status menjadi institut. Fokus evaluasi meliputi penilaian komprehensif terhadap berbagai instrumen penting, antara lain:

  • Kesiapan dan kapasitas akademik.

  • Struktur dan tata kelola kelembagaan.

  • Kualitas dan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM).

  • Kelayakan sarana serta prasarana penunjang perkuliahan.

Selama proses berlangsung, tim penilai dari Kementerian Agama melakukan verifikasi mendalam terhadap dokumen pendukung, mendengarkan pemaparan visi pengembangan kampus ke depan, serta melakukan peninjauan langsung (fizik) terhadap fasilitas pendukung di lingkungan STIESNU Bengkulu.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa momen ini adalah catatan sejarah yang sangat dinantikan oleh seluruh civitas akademika dalam mewujudkan perguruan tinggi Islam yang maju dan berdaya saing di Bengkulu.

“Alhamdulillah, asesmen lapangan ini merupakan bagian dari ikhtiar besar kami untuk mewujudkan transformasi STIESNU Bengkulu menjadi IAINU Bengkulu. Kami optimistis dengan dukungan seluruh civitas akademika, Nahdlatul Ulama, pemerintah, dan masyarakat, proses ini dapat berjalan lancar,” ungkap Dr. Subhan.

Beliau juga menegaskan bahwa perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut mengemban tanggung jawab moral dan akademik yang jauh lebih luas.

“Transformasi ini bukan hanya perubahan status kelembagaan atau sekadar pergantian nama. Ini adalah bagian dari komitmen kami meningkatkan mutu pendidikan, memperluas pengembangan keilmuan, serta memperkuat kontribusi nyata kampus bagi masyarakat dan umat,” tambahnya.

Sebelum sampai pada tahap asesmen lapangan ini, STIESNU Bengkulu di bawah manajemen internalnya telah melakukan berbagai lompatan strategis. Di antaranya adalah penguatan mutu program studi, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui akselerasi dosen bergelar doktor (S3), hingga digitalisasi dan pembenahan tata kelola kelembagaan.

Keluarga besar civitas akademika STIESNU Bengkulu, termasuk jajaran rektorat dan tim kelompka kerja (Pokja), berharap penuh agar asesmen lapangan ini membuahkan hasil terbaik (unggul) sehingga SK perubahan bentuk menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu dapat segera terbit dalam waktu dekat.

Evolusi yang Berintegritas: Perjalanan STIESNU Bengkulu Menjaga Standar Tinggi di Masa Transisi

Evolusi yang Berintegritas: Perjalanan STIESNU Bengkulu Menjaga Standar Tinggi di Masa Transisi

Di tengah menjamurnya perguruan tinggi di berbagai daerah, seringkali muncul persepsi bahwa institusi di luar pulau besar atau pusat kota memiliki standar yang lebih longgar. Namun, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu membuktikan sebaliknya. Melalui komitmen pada integritas data dan filosofi keberlanjutan, kampus ini memilih jalur sulit: menjaga standar mutu nasional dari pinggiran.

Titik Awal: Fondasi Legal dan Visi Besar
STIESNU Bengkulu resmi berdiri pada 1 Februari 2016 berdasarkan SK Pendirian Nomor 607 Tahun 2016. Berlokasi di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, institusi ini lahir dari jaringan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) dengan fokus spesifik pada Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah. Sejak awal, visi yang diusung tidaklah main-main. Institusi ini menargetkan diri untuk menjadi unggul dalam melahirkan akademisi dan praktisi bisnis syariah yang berakhlakul karimah pada tahun 2026. Visi ini menjadi kompas bagi manajemen untuk tidak berkompromi dengan kualitas meski berstatus sebagai kampus daerah.

Ekosistem Digital Berbasis Filosofi “Green Knowledge” Nahdlatul Ulama
Salah satu pembeda utama STIESNU Bengkulu adalah pengadopsian filosofi “Green Campus, Green Knowledge“. Di bawah naungan jaringan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), konsep ini bukan sekadar slogan lingkungan, melainkan manifestasi dari nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin yang diterjemahkan ke dalam keberlanjutan ekosistem pengetahu.
Visi ini didorong oleh para tokoh pimpinan seperti KH. Hasbullah Achmad (Rois Syuriah PWNU Bengkulu) dan Prof. Dr. H. Khairudin Wahid (Ketua Tanfidziyah PWNU Bengkulu), yang menekankan pentingnya membangun institusi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki tata kelola yang bersih dan berkelanjutan. Strategi ini kemudian diwujudkan melalui infrastruktur digital yang ketat untuk memastikan seluruh aktivitas akademik tercatat dengan valid dan transparan.

  1. SIAKAD dan Data Center: Jantung Administrasi yang Terintegrasi Penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) menjadi mesin utama penggerak administrasi kampus yang selaras dengan prinsip Green Campus untuk meminimalisir penggunaan kertas (paperless). Melalui sistem ini, seluruh siklus hidup mahasiswa—mulai dari pendaftaran (PMB), pengisian KRS, hingga kelulusan—terdokumentasi secara digital dan tersinkronisasi secara berkala dengan PDDikti. Integrasi ini memastikan bahwa data mahasiswa diakui secara legal oleh negara dan memudahkan proses audit mutu oleh BAN-PT.
  2. Repository dan E-Journal: Menjaga Keberlanjutan Intelektual Untuk menjaga standar riset, STIESNU menyediakan Repository dan E-Journal sebagai wadah akses terbuka bagi karya ilmiah seluruh civitas akademika. Platform ini berfungsi sebagai arsip digital yang melestarikan “modal intelektual” kampus secara berkesinambungan, mencakup skripsi, penelitian dosen, hingga pengabdian masyarakat yang berbasis nilai-nilai Islam. Seluruh publikasi ini dikelola untuk memenuhi standar nasional dan terhubung dengan indeks SINTA untuk memantau dampak dan visibilitas riset institusi di tingkat nasional.
  3. SISTER: Profesionalisme Tenaga Pendidik Melalui inisiatif “Satu Akses”, STIESNU mengintegrasikan layanan penting bagi para dosen, termasuk akses langsung ke SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi). Sistem ini memungkinkan dosen untuk memperbarui portofolio profesional mereka—terdiri dari data mengajar, penelitian, dan pengabdian—secara mandiri dan konsisten. Dengan integrasi data yang rapi, institusi memastikan bahwa setiap tenaga pendidik memenuhi standar profesionalisme nasional, yang menjadi pondasi bagi pencapaian akreditasi “Baik Sekali” yang diraih institusi.

Analisis Data Akreditasi: Lompatan Mutu yang Terukur
Keberhasilan STIESNU dalam menjaga standar terlihat jelas pada progres akreditasi mereka. Mereka tidak langsung mengincar status tinggi secara instan, melainkan membangunnya lapis demi lapis:

  • Akreditasi Program Studi: Prodi Ekonomi Syariah meraih peringkat “Baik” pada akhir 2021, disusul oleh Prodi Perbankan Syariah yang juga meraih peringkat “Baik” pada Mei 2023.
  • Puncak Capaian Institusi: Kerja keras dalam sinkronisasi data dan mutu layanan membuahkan hasil besar pada tahun 2025. Berdasarkan SK Nomor 2317/SK/BAN-PT/Ak/PT/VI/2025, STIESNU Bengkulu resmi meraih predikat “BAIK SEKALI” dari BAN-PT.

Pencapaian “Baik Sekali” untuk tingkat institusi merupakan pengakuan bahwa tata kelola, kemahasiswaan, riset, dan pengabdian masyarakat di STIESNU telah melampaui standar minimal pendidikan tinggi di Indonesia.

Masa Depan: Menuju IAINU Bengkulu
Tidak berhenti pada prestasi akreditasi, kampus ini kini sedang dalam proses “Alih Status” menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu. Langkah ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan perluasan tanggung jawab akademik.

Saat ini, STIESNU telah melakukan diversifikasi program studi dengan membuka prodi baru seperti Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Hukum Tatanegara (Siyasah Syariyyah). Semua data pendukung untuk transisi ini diambil langsung dari Data Center institusi, menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur mereka memang sudah matang untuk naik kelas.

Kesimpulan
Analisis perjalanan STIESNU Bengkulu menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah penghalang untuk mencapai standar kualitas tinggi. Dengan memadukan nilai-nilai keislaman, disiplin dalam tata kelola data digital, dan transparansi akreditasi, STIESNU telah bertransformasi dari sebuah perguruan tinggi muda menjadi institusi yang diperhitungkan di tingkat nasional. Mereka membuktikan bahwa kampus daerah pun bisa—dan harus—memilih untuk tidak menurunkan standar.