oleh Samsul Hadi | Mei 12, 2026 | Berita
Di tengah menjamurnya perguruan tinggi di berbagai daerah, seringkali muncul persepsi bahwa institusi di luar pulau besar atau pusat kota memiliki standar yang lebih longgar. Namun, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu membuktikan sebaliknya. Melalui komitmen pada integritas data dan filosofi keberlanjutan, kampus ini memilih jalur sulit: menjaga standar mutu nasional dari pinggiran.
Titik Awal: Fondasi Legal dan Visi Besar
STIESNU Bengkulu resmi berdiri pada 1 Februari 2016 berdasarkan SK Pendirian Nomor 607 Tahun 2016. Berlokasi di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, institusi ini lahir dari jaringan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) dengan fokus spesifik pada Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah. Sejak awal, visi yang diusung tidaklah main-main. Institusi ini menargetkan diri untuk menjadi unggul dalam melahirkan akademisi dan praktisi bisnis syariah yang berakhlakul karimah pada tahun 2026. Visi ini menjadi kompas bagi manajemen untuk tidak berkompromi dengan kualitas meski berstatus sebagai kampus daerah.
Ekosistem Digital Berbasis Filosofi “Green Knowledge” Nahdlatul Ulama
Salah satu pembeda utama STIESNU Bengkulu adalah pengadopsian filosofi “Green Campus, Green Knowledge“. Di bawah naungan jaringan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), konsep ini bukan sekadar slogan lingkungan, melainkan manifestasi dari nilai-nilai Rahmatan lil ‘Alamin yang diterjemahkan ke dalam keberlanjutan ekosistem pengetahu.
Visi ini didorong oleh para tokoh pimpinan seperti KH. Hasbullah Achmad (Rois Syuriah PWNU Bengkulu) dan Prof. Dr. H. Khairudin Wahid (Ketua Tanfidziyah PWNU Bengkulu), yang menekankan pentingnya membangun institusi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki tata kelola yang bersih dan berkelanjutan. Strategi ini kemudian diwujudkan melalui infrastruktur digital yang ketat untuk memastikan seluruh aktivitas akademik tercatat dengan valid dan transparan.
- SIAKAD dan Data Center: Jantung Administrasi yang Terintegrasi Penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) menjadi mesin utama penggerak administrasi kampus yang selaras dengan prinsip Green Campus untuk meminimalisir penggunaan kertas (paperless). Melalui sistem ini, seluruh siklus hidup mahasiswa—mulai dari pendaftaran (PMB), pengisian KRS, hingga kelulusan—terdokumentasi secara digital dan tersinkronisasi secara berkala dengan PDDikti. Integrasi ini memastikan bahwa data mahasiswa diakui secara legal oleh negara dan memudahkan proses audit mutu oleh BAN-PT.
- Repository dan E-Journal: Menjaga Keberlanjutan Intelektual Untuk menjaga standar riset, STIESNU menyediakan Repository dan E-Journal sebagai wadah akses terbuka bagi karya ilmiah seluruh civitas akademika. Platform ini berfungsi sebagai arsip digital yang melestarikan “modal intelektual” kampus secara berkesinambungan, mencakup skripsi, penelitian dosen, hingga pengabdian masyarakat yang berbasis nilai-nilai Islam. Seluruh publikasi ini dikelola untuk memenuhi standar nasional dan terhubung dengan indeks SINTA untuk memantau dampak dan visibilitas riset institusi di tingkat nasional.
- SISTER: Profesionalisme Tenaga Pendidik Melalui inisiatif “Satu Akses”, STIESNU mengintegrasikan layanan penting bagi para dosen, termasuk akses langsung ke SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi). Sistem ini memungkinkan dosen untuk memperbarui portofolio profesional mereka—terdiri dari data mengajar, penelitian, dan pengabdian—secara mandiri dan konsisten. Dengan integrasi data yang rapi, institusi memastikan bahwa setiap tenaga pendidik memenuhi standar profesionalisme nasional, yang menjadi pondasi bagi pencapaian akreditasi “Baik Sekali” yang diraih institusi.
Analisis Data Akreditasi: Lompatan Mutu yang Terukur
Keberhasilan STIESNU dalam menjaga standar terlihat jelas pada progres akreditasi mereka. Mereka tidak langsung mengincar status tinggi secara instan, melainkan membangunnya lapis demi lapis:
- Akreditasi Program Studi: Prodi Ekonomi Syariah meraih peringkat “Baik” pada akhir 2021, disusul oleh Prodi Perbankan Syariah yang juga meraih peringkat “Baik” pada Mei 2023.
- Puncak Capaian Institusi: Kerja keras dalam sinkronisasi data dan mutu layanan membuahkan hasil besar pada tahun 2025. Berdasarkan SK Nomor 2317/SK/BAN-PT/Ak/PT/VI/2025, STIESNU Bengkulu resmi meraih predikat “BAIK SEKALI” dari BAN-PT.
Pencapaian “Baik Sekali” untuk tingkat institusi merupakan pengakuan bahwa tata kelola, kemahasiswaan, riset, dan pengabdian masyarakat di STIESNU telah melampaui standar minimal pendidikan tinggi di Indonesia.
Masa Depan: Menuju IAINU Bengkulu
Tidak berhenti pada prestasi akreditasi, kampus ini kini sedang dalam proses “Alih Status” menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu. Langkah ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan perluasan tanggung jawab akademik.
Saat ini, STIESNU telah melakukan diversifikasi program studi dengan membuka prodi baru seperti Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Hukum Tatanegara (Siyasah Syariyyah). Semua data pendukung untuk transisi ini diambil langsung dari Data Center institusi, menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur mereka memang sudah matang untuk naik kelas.
Kesimpulan
Analisis perjalanan STIESNU Bengkulu menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah penghalang untuk mencapai standar kualitas tinggi. Dengan memadukan nilai-nilai keislaman, disiplin dalam tata kelola data digital, dan transparansi akreditasi, STIESNU telah bertransformasi dari sebuah perguruan tinggi muda menjadi institusi yang diperhitungkan di tingkat nasional. Mereka membuktikan bahwa kampus daerah pun bisa—dan harus—memilih untuk tidak menurunkan standar.
oleh Suryani, S.Kom | Apr 23, 2026 | Berita
Bengkulu — Proses alih status Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) STIESNU Bengkulu menuju Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu resmi memasuki tahap persiapan. Tahap awal ini ditandai dengan pembentukan panitia khusus yang bertugas mengawal seluruh proses transformasi kelembagaan, serta pengumpulan data awal sebagai bagian dari persyaratan administratif.
Ketua panitia persiapan, Bpk. Elman Johari, M.H.I., menyampaikan bahwa pembentukan panitia ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami mulai dengan menyusun struktur panitia dan membagi tugas secara jelas agar proses alih status ini dapat berjalan efektif dan terarah,” ujarnya.
Selain itu, tim juga mulai melakukan pengumpulan dan verifikasi data yang meliputi aspek kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta dokumen pendukung lainnya. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pengajuan resmi perubahan status ke pihak terkait.
Sementara itu, Bpk. Subhan, M.H.I., selaku pimpinan STIESNU Bengkulu, menegaskan bahwa alih status ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kelembagaan. “Kami berharap dengan perubahan ini, institusi dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan Islam,” jelasnya.
Tahap persiapan ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum memasuki proses pengajuan dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak kementerian. Diharapkan seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga perubahan status menjadi IAINU Bengkulu dapat segera terwujud.
oleh Suryani, S.Kom | Mar 30, 2026 | Berita
Bengkulu – Ketua Pusat Moderasi Beragama STIESNU Bengkulu, Febi Nina Barokah, M.Pd, melakukan wawancara dengan mahasiswa multikultural yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan kampus STIESNU Bengkulu.
Wawancara ini mengangkat tema “Pengalaman Mahasiswa Multikultural dalam Lingkungan Kampus Berbasis Keislaman: Refleksi Moderasi Beragama di STIESNU Bengkulu”, sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di lingkungan kampus.
Dua mahasiswa yang menjadi narasumber dalam wawancara tersebut adalah Yohanes Adi Prasetya dan Migel Ray Sirait. Keduanya merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Informatika dari Universitas Bengkulu (UNIB) yang tengah menjalani praktik lapangan di STIESNU Bengkulu.
Yohanes Adi Prasetya mengungkapkan bahwa STIESNU Bengkulu merupakan kampus berbasis Islam dengan nuansa religius yang kental, terlihat dari latar belakang mahasiswa yang sebagian besar berasal dari kalangan pesantren. Namun demikian, ia menilai bahwa para dosen tetap profesional seperti pada umumnya.
Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan bahwa kampus STIESNU Bengkulu telah mencerminkan nilai toleransi beragama dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui pengalaman mereka yang diterima secara terbuka meskipun berasal dari latar belakang non-Muslim.
“Selama praktik lapangan, kami diterima dengan baik. Tidak ada perbedaan perlakuan, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sikap saling menghargai terlihat dalam proses diskusi akademik bersama dosen, di mana terjadi pertukaran pendapat dan ilmu secara terbuka.
Kesan berharga yang dirasakan Yohanes selama menjalani praktik lapangan adalah suasana diskusi yang terbuka, baik dalam bimbingan maupun interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.
Pengalaman tersebut turut mengubah cara pandangnya terhadap keberagaman. Ia mengakui bahwa sebelumnya perbedaan seringkali menjadi penghalang dalam interaksi, namun di STIESNU Bengkulu, semua berjalan secara harmonis.
Sebagai penutup, Yohanes menyampaikan harapannya agar kampus terus membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk non-Muslim, baik dalam kegiatan pendidikan maupun praktik lapangan. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk merekomendasikan STIESNU Bengkulu kepada mahasiswa lain.
Sementara itu, narasumber kedua, Migel Ray Sirait, mengungkapkan bahwa pada awalnya ia sempat memiliki kekhawatiran ketika mengetahui bahwa STIESNU Bengkulu merupakan kampus berbasis Islam.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan kurang ramah atau sulit menerima mahasiswa non-Muslim. Namun setelah saya jalani, ternyata kampus ini sangat terbuka dan menerima kami dengan baik,” ujarnya.
Miguel menilai bahwa nilai toleransi di STIESNU Bengkulu sangat dijunjung tinggi. Ia mencontohkan, ketika terdapat kegiatan keagamaan seperti kajian rutin di masjid, mahasiswa non-Muslim diberikan kebebasan untuk beristirahat di tempat lain seperti kantin atau perpustakaan.
Selain itu, ia juga mengapresiasi sikap saling menghargai yang ditunjukkan selama bulan Ramadhan. Menurutnya, mahasiswa non-Muslim tetap diperbolehkan makan tanpa rasa sungkan, dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
“Kami tetap diberi ruang dan tidak merasa dikucilkan, justru dihargai,” tambahnya.
Kesan berharga yang dirasakan Migel adalah bagaimana dosen dan mahasiswa menghargai keberadaan mereka, meskipun hanya sebagai mahasiswa praktik lapangan.
Pengalaman tersebut juga memberikan perubahan dalam cara pandangnya terhadap keberagaman. Ia menilai bahwa penghargaan terhadap orang lain harus dimulai dari diri sendiri agar tercipta keharmonisan.
Di akhir wawancara, Migel berharap agar STIESNU Bengkulu terus menjaga nilai toleransi dan meningkatkan solidaritas antar sivitas akademika. Ia pun menyatakan kesediaannya untuk merekomendasikan kampus ini kepada mahasiswa lain, termasuk dari latar belakang non-Muslim.
Melalui wawancara ini, terlihat bahwa praktik moderasi beragama di STIESNU Bengkulu tidak hanya menjadi konsep, tetapi telah diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan kampus yang inklusif dan harmonis.
oleh Samsul Hadi | Mar 10, 2026 | Berita
BENGKULU – Segenap pimpinan, dosen, staf, dan seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Khairuddin Wahid, MA sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu untuk masa jabatan 2026–2030.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi Islam di Provinsi Bengkulu. Sebagai institusi yang memiliki hubungan baik dengan UINFAS Bengkulu, STIESNU Bengkulu menyambut gembira terpilihnya figur akademisi senior tersebut untuk memimpin kampus hijau tersebut selama empat tahun ke depan.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan Prof. Khairuddin Wahid, UINFAS Bengkulu dapat terus bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Raflesia.
“Kami atas nama keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu mengucapkan selamat mengemban amanah kepada Prof. Dr. H. Khairuddin Wahid, MA. Semoga UINFAS Bengkulu semakin jaya dan terus menjadi mitra strategis kami dalam mencetak generasi emas yang unggul di bidang keilmuan Islam dan ekonomi syariah,” ujar Dr. Subhan.
Masa jabatan 2026–2030 diharapkan menjadi era transformasi besar bagi UINFAS Bengkulu. STIESNU Bengkulu meyakini bahwa dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki oleh Prof. Khairuddin Wahid, kerja sama antar-perguruan tinggi di Bengkulu akan semakin solid, terutama dalam menghadapi dinamika pendidikan global.
Segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu mendoakan agar Prof. Khairuddin Wahid senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas mulia ini demi kemajuan umat dan bangsa.
oleh Samsul Hadi | Mar 3, 2026 | Berita
BENGKULU – Suasana menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu terasa kian istimewa. Kabar gembira datang melalui penetapan Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2026 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk Program Sarjana pada STIESNU Bengkulu.
Surat keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Januari 2026 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, atas nama Menteri Agama, menjadi bukti legalitas sekaligus amanah baru bagi STIESNU Bengkulu untuk mencetak tenaga pendidik dasar yang islami dan kompeten.
Hadirnya prodi baru ini dinilai sebagai “kado Ramadhan” bagi masyarakat Bengkulu. Dengan izin resmi ini, STIESNU Bengkulu kini tidak hanya fokus pada ekonomi syariah, tetapi juga mulai melebarkan sayap ke rumpun ilmu pendidikan guna menjawab kebutuhan guru madrasah yang berkualitas di wilayah Sumatra.
Ketua STIESNU Bengkulu Dr. Subhan, M.H.I. menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini:
“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT di momentum Ramadhan yang penuh berkah ini, ikhtiar kami menghadirkan Prodi PGMI akhirnya terwujud. Ini adalah bentuk khidmah kami untuk melahirkan pejuang pendidikan yang memiliki integritas tinggi dan berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah.”
Sesuai dengan arahan dalam diktum KMA tersebut, STIESNU Bengkulu berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas pendidikan dengan langkah-langkah strategis:
-
Akreditasi: Segera mengajukan usulan Akreditasi Sementara ke Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) paling lambat 6 bulan sejak keputusan berlaku.
-
Pelaporan Data: Melakukan penyesuaian data mahasiswa dan dosen secara berkala melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
-
Sanksi Administratif: Menjamin kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan guna menghindari sanksi administratif di masa depan.
Dengan terbitnya izin ini, STIESNU Bengkulu siap menerima mahasiswa baru untuk angkatan pertama Prodi PGMI. Diharapkan, lulusan prodi ini nantinya dapat mengisi peran strategis sebagai pendidik di Madrasah Ibtidaiyah maupun Sekolah Dasar Islam di seluruh Indonesia.
Momen Ramadhan ini menjadi titik awal bagi STIESNU Bengkulu untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih inklusif dan memberikan manfaat luas bagi kemajuan pendidikan umat.
oleh Samsul Hadi | Mar 3, 2026 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi kurikulum di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan resminya STIESNU Bengkulu bergabung ke dalam Asosiasi Program Studi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) serta Konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah.
Keikutsertaan STIESNU Bengkulu dalam kedua organisasi bergengsi ini merupakan upaya nyata untuk memastikan Program Studi Ekonomi Syariah yang dikelola tetap adaptif terhadap dinamika industri halal dan sektor keuangan sosial Islam.
Melalui keanggotaan ini, STIESNU Bengkulu mendapatkan akses strategis terhadap tiga pilar pengembangan, yakni:
-
Sinkronisasi Kurikulum: Menyelaraskan standar pembelajaran agar setara dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
-
Kolaborasi Riset: Memperluas peluang penelitian kolaboratif antar-dosen serta publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi di bawah naungan asosiasi.
-
Mobilitas Akademik: Membuka jalan bagi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen.
Ketua STIESNU Bengkulu menegaskan bahwa momentum ini merupakan tonggak penting bagi institusi untuk memperluas jejaring dari skala lokal menuju kancah nasional.
“Bergabung dengan APSESI dan Konsorsium bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa. Dalam jaringan ini, kita dapat berbagi sumber daya dan inovasi guna mencetak lulusan yang kompetitif, siap kerja, dan berintegritas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah, STIESNU Bengkulu berkomitmen berperan aktif dalam merumuskan kebijakan akademik serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu ekonomi syariah kontemporer. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di wilayah Sumatra.
Dengan semangat khidmah untuk umat dan bangsa, STIESNU Bengkulu siap bertransformasi menjadi institusi yang lebih kompetitif, inovatif, dan unggul di masa depan.