oleh Suryani, S.Kom | Mar 30, 2026 | Berita
Bengkulu – Ketua Pusat Moderasi Beragama STIESNU Bengkulu, Febi Nina Barokah, M.Pd, melakukan wawancara dengan mahasiswa multikultural yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan kampus STIESNU Bengkulu.
Wawancara ini mengangkat tema “Pengalaman Mahasiswa Multikultural dalam Lingkungan Kampus Berbasis Keislaman: Refleksi Moderasi Beragama di STIESNU Bengkulu”, sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung implementasi nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama di lingkungan kampus.
Dua mahasiswa yang menjadi narasumber dalam wawancara tersebut adalah Yohanes Adi Prasetya dan Migel Ray Sirait. Keduanya merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Informatika dari Universitas Bengkulu (UNIB) yang tengah menjalani praktik lapangan di STIESNU Bengkulu.
Yohanes Adi Prasetya mengungkapkan bahwa STIESNU Bengkulu merupakan kampus berbasis Islam dengan nuansa religius yang kental, terlihat dari latar belakang mahasiswa yang sebagian besar berasal dari kalangan pesantren. Namun demikian, ia menilai bahwa para dosen tetap profesional seperti pada umumnya.
Lebih lanjut, Yohanes menyampaikan bahwa kampus STIESNU Bengkulu telah mencerminkan nilai toleransi beragama dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui pengalaman mereka yang diterima secara terbuka meskipun berasal dari latar belakang non-Muslim.
“Selama praktik lapangan, kami diterima dengan baik. Tidak ada perbedaan perlakuan, meskipun kami berasal dari latar belakang yang berbeda,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sikap saling menghargai terlihat dalam proses diskusi akademik bersama dosen, di mana terjadi pertukaran pendapat dan ilmu secara terbuka.
Kesan berharga yang dirasakan Yohanes selama menjalani praktik lapangan adalah suasana diskusi yang terbuka, baik dalam bimbingan maupun interaksi sehari-hari di lingkungan kampus.
Pengalaman tersebut turut mengubah cara pandangnya terhadap keberagaman. Ia mengakui bahwa sebelumnya perbedaan seringkali menjadi penghalang dalam interaksi, namun di STIESNU Bengkulu, semua berjalan secara harmonis.
Sebagai penutup, Yohanes menyampaikan harapannya agar kampus terus membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk non-Muslim, baik dalam kegiatan pendidikan maupun praktik lapangan. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk merekomendasikan STIESNU Bengkulu kepada mahasiswa lain.
Sementara itu, narasumber kedua, Migel Ray Sirait, mengungkapkan bahwa pada awalnya ia sempat memiliki kekhawatiran ketika mengetahui bahwa STIESNU Bengkulu merupakan kampus berbasis Islam.
“Awalnya saya berpikir mungkin akan kurang ramah atau sulit menerima mahasiswa non-Muslim. Namun setelah saya jalani, ternyata kampus ini sangat terbuka dan menerima kami dengan baik,” ujarnya.
Miguel menilai bahwa nilai toleransi di STIESNU Bengkulu sangat dijunjung tinggi. Ia mencontohkan, ketika terdapat kegiatan keagamaan seperti kajian rutin di masjid, mahasiswa non-Muslim diberikan kebebasan untuk beristirahat di tempat lain seperti kantin atau perpustakaan.
Selain itu, ia juga mengapresiasi sikap saling menghargai yang ditunjukkan selama bulan Ramadhan. Menurutnya, mahasiswa non-Muslim tetap diperbolehkan makan tanpa rasa sungkan, dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
“Kami tetap diberi ruang dan tidak merasa dikucilkan, justru dihargai,” tambahnya.
Kesan berharga yang dirasakan Migel adalah bagaimana dosen dan mahasiswa menghargai keberadaan mereka, meskipun hanya sebagai mahasiswa praktik lapangan.
Pengalaman tersebut juga memberikan perubahan dalam cara pandangnya terhadap keberagaman. Ia menilai bahwa penghargaan terhadap orang lain harus dimulai dari diri sendiri agar tercipta keharmonisan.
Di akhir wawancara, Migel berharap agar STIESNU Bengkulu terus menjaga nilai toleransi dan meningkatkan solidaritas antar sivitas akademika. Ia pun menyatakan kesediaannya untuk merekomendasikan kampus ini kepada mahasiswa lain, termasuk dari latar belakang non-Muslim.
Melalui wawancara ini, terlihat bahwa praktik moderasi beragama di STIESNU Bengkulu tidak hanya menjadi konsep, tetapi telah diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan kampus yang inklusif dan harmonis.
oleh Samsul Hadi | Mar 10, 2026 | Berita
BENGKULU – Segenap pimpinan, dosen, staf, dan seluruh civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Prof. Dr. H. Khairuddin Wahid, MA sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu untuk masa jabatan 2026–2030.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi Islam di Provinsi Bengkulu. Sebagai institusi yang memiliki hubungan baik dengan UINFAS Bengkulu, STIESNU Bengkulu menyambut gembira terpilihnya figur akademisi senior tersebut untuk memimpin kampus hijau tersebut selama empat tahun ke depan.
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan Prof. Khairuddin Wahid, UINFAS Bengkulu dapat terus bersinergi dengan lembaga pendidikan tinggi lainnya dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Raflesia.
“Kami atas nama keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu mengucapkan selamat mengemban amanah kepada Prof. Dr. H. Khairuddin Wahid, MA. Semoga UINFAS Bengkulu semakin jaya dan terus menjadi mitra strategis kami dalam mencetak generasi emas yang unggul di bidang keilmuan Islam dan ekonomi syariah,” ujar Dr. Subhan.
Masa jabatan 2026–2030 diharapkan menjadi era transformasi besar bagi UINFAS Bengkulu. STIESNU Bengkulu meyakini bahwa dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki oleh Prof. Khairuddin Wahid, kerja sama antar-perguruan tinggi di Bengkulu akan semakin solid, terutama dalam menghadapi dinamika pendidikan global.
Segenap civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu mendoakan agar Prof. Khairuddin Wahid senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas mulia ini demi kemajuan umat dan bangsa.
oleh Samsul Hadi | Mar 3, 2026 | Berita
BENGKULU – Suasana menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu terasa kian istimewa. Kabar gembira datang melalui penetapan Keputusan Menteri Agama (KMA) Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2026 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk Program Sarjana pada STIESNU Bengkulu.
Surat keputusan yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Januari 2026 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, atas nama Menteri Agama, menjadi bukti legalitas sekaligus amanah baru bagi STIESNU Bengkulu untuk mencetak tenaga pendidik dasar yang islami dan kompeten.
Hadirnya prodi baru ini dinilai sebagai “kado Ramadhan” bagi masyarakat Bengkulu. Dengan izin resmi ini, STIESNU Bengkulu kini tidak hanya fokus pada ekonomi syariah, tetapi juga mulai melebarkan sayap ke rumpun ilmu pendidikan guna menjawab kebutuhan guru madrasah yang berkualitas di wilayah Sumatra.
Ketua STIESNU Bengkulu Dr. Subhan, M.H.I. menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini:
“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT di momentum Ramadhan yang penuh berkah ini, ikhtiar kami menghadirkan Prodi PGMI akhirnya terwujud. Ini adalah bentuk khidmah kami untuk melahirkan pejuang pendidikan yang memiliki integritas tinggi dan berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah.”
Sesuai dengan arahan dalam diktum KMA tersebut, STIESNU Bengkulu berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas pendidikan dengan langkah-langkah strategis:
-
Akreditasi: Segera mengajukan usulan Akreditasi Sementara ke Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) paling lambat 6 bulan sejak keputusan berlaku.
-
Pelaporan Data: Melakukan penyesuaian data mahasiswa dan dosen secara berkala melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
-
Sanksi Administratif: Menjamin kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan guna menghindari sanksi administratif di masa depan.
Dengan terbitnya izin ini, STIESNU Bengkulu siap menerima mahasiswa baru untuk angkatan pertama Prodi PGMI. Diharapkan, lulusan prodi ini nantinya dapat mengisi peran strategis sebagai pendidik di Madrasah Ibtidaiyah maupun Sekolah Dasar Islam di seluruh Indonesia.
Momen Ramadhan ini menjadi titik awal bagi STIESNU Bengkulu untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang lebih inklusif dan memberikan manfaat luas bagi kemajuan pendidikan umat.
oleh Samsul Hadi | Mar 3, 2026 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi kurikulum di tingkat nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan resminya STIESNU Bengkulu bergabung ke dalam Asosiasi Program Studi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) serta Konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah.
Keikutsertaan STIESNU Bengkulu dalam kedua organisasi bergengsi ini merupakan upaya nyata untuk memastikan Program Studi Ekonomi Syariah yang dikelola tetap adaptif terhadap dinamika industri halal dan sektor keuangan sosial Islam.
Melalui keanggotaan ini, STIESNU Bengkulu mendapatkan akses strategis terhadap tiga pilar pengembangan, yakni:
-
Sinkronisasi Kurikulum: Menyelaraskan standar pembelajaran agar setara dengan perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
-
Kolaborasi Riset: Memperluas peluang penelitian kolaboratif antar-dosen serta publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi di bawah naungan asosiasi.
-
Mobilitas Akademik: Membuka jalan bagi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen.
Ketua STIESNU Bengkulu menegaskan bahwa momentum ini merupakan tonggak penting bagi institusi untuk memperluas jejaring dari skala lokal menuju kancah nasional.
“Bergabung dengan APSESI dan Konsorsium bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa. Dalam jaringan ini, kita dapat berbagi sumber daya dan inovasi guna mencetak lulusan yang kompetitif, siap kerja, dan berintegritas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Konsorsium Program Studi Ekonomi Syariah, STIESNU Bengkulu berkomitmen berperan aktif dalam merumuskan kebijakan akademik serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu ekonomi syariah kontemporer. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di wilayah Sumatra.
Dengan semangat khidmah untuk umat dan bangsa, STIESNU Bengkulu siap bertransformasi menjadi institusi yang lebih kompetitif, inovatif, dan unggul di masa depan.
oleh Samsul Hadi | Feb 20, 2026 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIES-NU) Bengkulu sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ke-2 Tahun 2026 bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) RI angkatan 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026 ini, menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.
Mengusung tema “Growth Mindset & Adaptabilitas,” pembinaan kali ini menghadirkan Wakil Ketua II STIES-NU Bengkulu, Bapak Suharyono, M.E., sebagai pemateri utama. Beliau didampingi oleh Bapak Syafri Yanto, M.M., selaku mentor Beasiswa Cendekia BAZNAS STIES-NU.
Dalam pemaparannya, Bapak Suharyono menekankan bahwa kunci kesuksesan di masa depan terletak pada pola pikir.
“Growth mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan dan keterampilan bisa dikembangkan melalui kerja keras dan ketekunan. Jangan lihat kegagalan sebagai tembok, tapi sebagai anak tangga untuk naik lebih tinggi,” tegasnya.
Selain pola pikir, materi mengenai adaptabilitas menjadi sorotan utama. Para mahasiswa diajak memahami pentingnya menyesuaikan diri terhadap perubahan cepat di sektor teknologi, sosial, dan dunia kerja. Peserta diberikan simulasi konkret mengenai bagaimana individu yang adaptif mampu mengubah tantangan transformasi digital menjadi peluang emas.
Kegiatan ini berlangsung dinamis dengan berbagai agenda interaktif, seperti:
- Diskusi Kelompok: Membedah studi kasus dunia profesional.
- Refleksi Diri: Mengidentifikasi hambatan mental individu.
- Rencana Aksi: Merancang langkah nyata untuk meningkatkan daya adaptasi harian.
Manfaat materi ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka cakrawala baru bagi mereka. “Kami jadi lebih memahami bahwa tantangan bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi dengan pola pikir positif dan kesiapan untuk berubah,” ungkapnya di sela-sela acara.
Pihak STIES-NU Bengkulu berharap melalui pembinaan berkelanjutan ini, para penerima beasiswa BCB RI dapat tumbuh menjadi generasi yang inovatif dan siap bersaing di kancah global. Dengan internalisasi nilai growth mindset, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi penggerak perubahan itu sendiri.
oleh Samsul Hadi | Feb 8, 2026 | Berita
Bengkulu (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., menghadiri kegiatan Dies Natalis ke-10 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu yang dilaksanakan di Lapangan STIESNU, Minggu (8/2).
Diikuti keluarga besar STIESNU Bengkulu dan para undangan, kegiatan dies natalis berlangsung meriah. Rangkaian acara diawali dengan jalan santai, peserta terlihat antusias mengikuti rute yang telah disiapkan panitia.
Setelah jalan santai, acara dilanjutkan dengan penyerahan piala kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar dalam rangka memeriahkan dies natalis. Kakanwil turut pula menyerahkan piala kepada para juara sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas perkembangan STIESNU Bengkulu yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan di Indonesia. Ia juga menyatakan dukungan penuh agar STIESNU dapat terus berkembang dan menggapai posisi sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di Indonesia.
“Perkembangan STIESNU ini patut diapresiasi, di tengah gencarnya persaingan dalam peningkatan mutu pendidikan, STIESNU mampu menunjukkan komitmen dan langkah nyata. Kami mendukung STIESNU untuk terus berbenah dan menggapai level puncak sebagai lembaga pendidikan terbaik di Indonesia,” ujarnya.
“Dies natalis ke-10 ini menjadi momentum bagi STIESNU Bengkulu untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat berprestasi, serta terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang mumpuni” lanjut Kakanwil.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize jalan santai yang semakin menambah semarak suasana dan keceriaan para peserta.