oleh Samsul Hadi | Feb 4, 2026 | Berita
BENGKULU – Dalam upaya memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIESNU Bengkulu melaksanakan audiensi dan sharing session ke kantor LPM UIN Fatmawati Sukarno (FAS) Bengkulu pada Rabu (04/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk saling bertukar strategi dalam mengawal kualitas pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu.
Rombongan LPM STIESNU Bengkulu dipimpin langsung oleh Kepala LPM, Hairiyanto, M.Pd., didampingi Sekretaris LPM, Ismi Azis, M.Ak. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala LPM UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., bersama jajarannya, yakni:
-
Idwal B, M.A. (Kepala Pusat Pengembangan Mutu Akademik)
-
Drs. H. Hendri Kusmidi, M.H.I. (Kepala Pusat Pengawasan dan Pengendalian Mutu Akademik)
-
Ningsi Purwati, S.E. (Jabatan Fungsional Umum)
Menjadikan PPEPP sebagai Jantung Institusi
Fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah implementasi siklus PPEPP. Prof. Dr. Asnaini menekankan bahwa peran LPM bukan sekadar urusan administratif, melainkan “jantung” dari keberlangsungan kualitas sebuah kampus. Beliau menegaskan bahwa seluruh kerja LPM wajib berlandaskan pada siklus tersebut.
“Pekerjaan LPM secara keseluruhan adalah menjamin mutu kampus agar tetap berada pada koridor yang benar. Kuncinya terletak pada implementasi PPEPP yang konsisten,” tegas Prof. Asnaini.
Sebagai instrumen wajib dalam SPMI, Prof. Asnaini memaparkan secara mendalam lima tahapan PPEPP yang harus dijalankan:
-
Penetapan (P): Menentukan standar mutu yang ingin dicapai perguruan tinggi.
-
Pelaksanaan (P): Menjalankan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik sesuai standar.
-
Evaluasi (E): Melakukan pemantauan dan audit untuk memastikan pelaksanaan sesuai standar.
-
Pengendalian (P): Melakukan tindakan koreksi jika ditemukan ketidaksesuaian.
-
Peningkatan (P): Meningkatkan standar mutu secara berkelanjutan (continuous improvement) agar melampaui standar sebelumnya.
Sinergi untuk Budaya Mutu
Kepala LPM STIESNU Bengkulu, Hairiyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan UIN FAS Bengkulu dalam berbagi ilmu dan pengalaman.
“Kami hadir dengan semangat belajar. Sebagai institusi yang terus bertumbuh, STIESNU Bengkulu berkomitmen menjadikan penjaminan mutu sebagai budaya kerja, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akreditasi,” ujar Hairiyanto.
Ia menambahkan bahwa hasil sharing session ini akan segera ditindaklanjuti untuk memperkuat struktur SPMI di STIESNU. “Arahan mengenai PPEPP dari Prof. Asnaini menjadi catatan krusial bagi kami. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut, terutama dalam pendampingan penyusunan dokumen mutu dan persiapan akreditasi program studi ke depan,” pungkasnya.
Pertemuan yang berlangsung akrab di Bumi Rafflesia ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk saling mendukung demi kemajuan pendidikan tinggi di Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Feb 4, 2026 | Berita
BENGKULU – Memasuki usia ke-10, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar rangkaian perayaan Dies Natalis yang sarat dengan nilai edukasi dan pengabdian masyarakat. Bertempat di Aula STIESNU Bengkulu pada Rabu, 4 Februari 2026, acara diawali dengan seminar kesehatan mental anak dan kompetisi kreativitas tingkat provinsi.
Kegiatan bertajuk “Speech Delay di Era 5.0: Transformasi dan Optimalisasi Lingkungan Belajar di PAUD” ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Sekretaris DPH STIESNU Bengkulu, Ketua STIESNU Bngkulu, jajaran Wakil Ketua 1, 2, dan 3, serta seluruh dosen dan staf administrasi kampus.
Menghadirkan Pakar Psikologi dan Pendidikan
Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli yang mengupas fenomena keterlambatan bicara anak dari sudut pandang profesional:
-
Dra. Anni Suprapti, MS., Psikolog – Dosen Psikologi Universitas Bengkulu, yang memaparkan aspek psikologis dan deteksi dini tumbuh kembang anak.
-
Evi Sumiati, M.Pd. – Pakar pendidikan yang memberikan solusi praktis terkait optimalisasi lingkungan belajar di tingkat PAUD.
Sebanyak 150 peserta lebih, yang terdiri dari guru PAUD, orang tua, dan mahasiswa, antusias mengikuti jalannya diskusi ilmiah ini. Fokus utama seminar adalah memberikan bekal bagi pendidik dalam menghadapi tantangan pola asuh di era digital yang kerap memicu gangguan interaksi pada anak.
Semarak Lomba Mewarnai Tingkat Provinsi
Bersamaan dengan agenda seminar, perayaan Dies Natalis ke-10 ini juga dimeriahkan dengan Lomba Mewarnai PAUD Tingkat Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkenalkan lingkungan kampus kepada masyarakat luas sejak dini.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., melalui surat undangan resminya menyatakan bahwa perhelatan ini merupakan bagian dari rasa syukur institusi atas perjalanan sepuluh tahun mengabdi.
“Sesuai dengan visi satu dekade kami, STIESNU Bengkulu terus berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada ekonomi syariah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam isu-isu sosial dan pendidikan masyarakat. Kehadiran para pemateri dari Universitas Bengkulu menjadi bukti sinergi akademisi dalam membangun Bengkulu yang lebih baik,” jelas Dr. Subhan.
Acara ini menegaskan posisi STIESNU Bengkulu sebagai institusi yang matang dan siap melakukan transformasi besar menuju IAINU Bengkulu dengan terus merawat tradisi intelektual dan spiritualitas.
Laporan Ketua Panitia: Syafrianto, MM
Dalam laporannya, Ketua Panitia Dies Natalis ke-10, Syafrianto, MM, memaparkan bahwa agenda tahun ini dirancang untuk memberikan dampak edukasi langsung kepada masyarakat.
“Momentum 10 tahun ini adalah tonggak kematangan institusi. Kami menghadirkan 150 peserta dalam Seminar Nasional Speech Delay serta menyelenggarakan lomba mewarnai tingkat PAUD se-Provinsi Bengkulu,” ujar Syafrianto, MM. “Kami berterima kasih kepada tim panitia dan seluruh satuan kerja yang telah bersinergi demi perbaikan sistem dan kemajuan STIESNU Bengkulu dalam menyukseskan acara ini”.
Rangkaian acara akan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tingkat SMA sederajat sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan calon mahasiswa dan masyarakat luas.
oleh Samsul Hadi | Jan 28, 2026 | Berita
BENGKULU – Dalam upaya mempertebal wawasan kebangsaan dan kesadaran hukum bagi generasi muda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu menggelar Kuliah Umum prestisius pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus ini menghadirkan tokoh kunci keamanan di Provinsi Bengkulu, yakni Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., sebagai pemateri utama.
Kuliah umum ini mengangkat tema: “Peran POLRI dan Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Pembangunan Daerah Perspektif Hukum Tata Negara”.
Menjaga Stabilitas untuk Pembangunan Daerah
Dalam pemaparannya, Irjen Pol. Mardiyono menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan elemen mahasiswa dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurut beliau, stabilitas keamanan merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan pembangunan ekonomi dan sosial di Provinsi Bengkulu.
Kehadiran Kapolda Bengkulu disambut langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., beserta jajaran pimpinan dan seluruh dosen.
“Merupakan kehormatan besar bagi kami menghadirkan Bapak Kapolda Bengkulu di tengah civitas akademika. Kuliah umum ini sangat strategis bagi mahasiswa untuk memahami peran institusi Polri dalam bingkai hukum tata negara, sekaligus memotivasi mereka untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Dr. Subhan.
Komitmen Terhadap Wawasan Kebangsaan
Berdasarkan surat undangan nomor 024/Un/STIESNU.BKL/I/2026, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peran institusi negara dalam perspektif hukum. Partisipasi aktif seluruh dosen dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan tingginya kepedulian kampus terhadap isu-isu kebangsaan.
Langkah ini juga sejalan dengan transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu yang tengah menuju status IAINU Bengkulu, di mana penguatan kapasitas intelektual melalui interaksi dengan pimpinan tinggi negara menjadi prioritas utama institusi.
oleh Samsul Hadi | Jan 26, 2026 | Berita
BENGKULU – Dalam upaya mendukung pengembangan wawasan serta peningkatan kompetensi pelajar di Kota Bengkulu, tim dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu yang diketuai oleh Ungki, M.Pd. sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi. Kegiatan ini menyasar dua institusi pendidikan ternama, yakni Pondok Pesantren (Ponpes) Pancasila dan SMKN 4 Kota Bengkulu.
Program ini merupakan bentuk nyata dedikasi akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu dalam menjalankan pilar Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Ungki didampingi oleh rekan-rekan dosen lainnya yang turut memberikan materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Fokus Kegiatan: Inspirasi dan Edukasi
Di Ponpes Pancasila, sosialisasi difokuskan pada penguatan karakter dan pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan santri. Sementara itu, di SMKN 4 Kota Bengkulu, tim dosen memberikan penekanan pada persiapan dunia kerja serta pengenalan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya pada program studi ekonomi dan perbankan syariah.
“Kami ingin berbagi pandangan baru kepada para siswa dan santri. Harapannya, mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis,” ujar Ungki selaku ketua pelaksana kegiatan.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Institusi
Kehadiran tim dosen disambut hangat oleh pihak sekolah maupun pesantren. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi tanya jawab. Interaksi yang aktif menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan para pelajar saat ini. Salah satu perwakilan sekolah menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu membuka cakrawala berpikir siswa dalam memetakan masa depan pasca lulus sekolah.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan kampus. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk hadir di tengah masyarakat.
Langkah ini juga menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan visi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu yang sedang bertransformasi menuju IAINU Bengkulu, sehingga generasi muda Bengkulu memiliki pilihan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas dan berkarakter Aswaja.
oleh Samsul Hadi | Jan 24, 2026 | Berita
BENGKULU – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan secara khidmat di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Qari’ (HQ) Kota Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan struktur organisasi Muslimat NU di tingkat anak cabang, sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga dan badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran Tokoh dan Ulama
Acara ini berlangsung istimewa dengan kehadiran jajaran pimpinan dan tokoh intelektual NU Bengkulu, di antaranya:
-
KH. Aly Shadiq Ahmad, selaku Pimpinan Pondok Pesantren HQ Kota Bengkulu sekaligus tuan rumah acara.
-
Perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu, termasuk Prof. Suwarjin, M.A.
-
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bengkulu, Prof. Dr. Rahmat
Apresiasi dan Harapan Ketua STIESNU Bengkulu
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus PAC Muslimat NU yang baru dilantik. Beliau menekankan pentingnya peran Muslimat dalam pembangunan karakter bangsa dan ekonomi keluarga.
“Kami dari jajaran akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu sangat mengapresiasi pelantikan ini. Muslimat NU adalah pilar penting dalam mencetak generasi berkualitas. Kami berharap kedepannya terjalin sinergi yang lebih erat, terutama dalam program-program pemberdayaan ekonomi perempuan dan edukasi keuangan syariah di tingkat akar rumput,” ujar Dr. Subhan.
Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kehadiran Ketua STIESNU di Ponpes HQ juga menjadi simbol harmonisasi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia pesantren. Dr. Subhan menegaskan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu akan selalu mendukung setiap gerak langkah dakwah dan sosial yang dilakukan oleh badan otonom NU, termasuk Muslimat.
Acara pelantikan diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama untuk keberkahan kepengurusan yang baru, serta kemajuan dakwah Nahdlatul Ulama di Provinsi Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Jan 23, 2026 | Berita
BENGKULU – Menandai perjalanan sepuluh tahun dedikasi dalam dunia pendidikan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu secara resmi meluncurkan logo peringatan Dies Natalis ke-10. Momentum satu dekade ini mengusung tema besar: “Satu Dekade Mengabdi: Merawat Tradisi, Menuju Transformasi IAINU Bengkulu”.
Tema tersebut merefleksikan komitmen institusi untuk tetap teguh pada akar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sembari melakukan akselerasi strategis menuju perubahan status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu pada tahun 2026.
Filosofi Visual: Representasi Kematangan dan Visi Masa Depan
Logo Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah narasi grafis yang mendalam mengenai perjalanan institusi. Berikut adalah filosofi di balik elemen-elemen logo tersebut:
-
Angka “10” Dinamis: Melambangkan satu dekade perjalanan yang mencerminkan kematangan institusi, konsistensi, serta kesiapan melangkah ke fase yang lebih maju dan profesional.
-
Gradasi Warna Transformasi: Perpaduan warna Hijau (identitas NU), Kuning–Oranye (optimisme dan energi), serta Biru (intelektualitas global) menunjukkan transformasi, inovasi, dan keberlanjutan institusi.
-
Buku Terbuka: Menegaskan peran kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
-
Bulan, Bintang, dan Kubah: Elemen spiritual ini melambangkan hidayah dan tradisi pesantren, memastikan pengembangan akademik tetap berakar kuat pada nilai spiritual Islam.
-
Padi dan Gelombang: Simbol kemakmuran dan kemandirian (Padi) serta kesiapan beradaptasi di tengah dinamika tantangan zaman (Gelombang).
-
Pita “Dies Natalis”: Menegaskan momentum peringatan ini sebagai tonggak refleksi, evaluasi, dan proyeksi masa depan.
Menuju Transformasi IAINU Bengkulu
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa logo ini merepresentasikan perpaduan antara keilmuan, keislaman, dan kemajuan.
“Logo Dies Natalis ke-10 ini adalah simbol bahwa kami telah matang dan berakar kuat pada nilai tradisi, namun tetap visioner dalam menghadapi masa depan. Satu dekade ini menjadi batu pijakan utama bagi kami untuk segera bertransformasi menjadi IAINU Bengkulu,” ujar Dr. Subhan.
Perayaan Dies Natalis ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, selaras dengan semangat “Dari NU untuk Bangsa”.