oleh Samsul Hadi | Jan 24, 2026 | Berita
BENGKULU – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menghadiri prosesi pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan secara khidmat di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Qari’ (HQ) Kota Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan struktur organisasi Muslimat NU di tingkat anak cabang, sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga dan badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran Tokoh dan Ulama
Acara ini berlangsung istimewa dengan kehadiran jajaran pimpinan dan tokoh intelektual NU Bengkulu, di antaranya:
-
KH. Aly Shadiq Ahmad, selaku Pimpinan Pondok Pesantren HQ Kota Bengkulu sekaligus tuan rumah acara.
-
Perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu, termasuk Prof. Suwarjin, M.A.
-
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bengkulu, Prof. Dr. Rahmat
Apresiasi dan Harapan Ketua STIESNU Bengkulu
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus PAC Muslimat NU yang baru dilantik. Beliau menekankan pentingnya peran Muslimat dalam pembangunan karakter bangsa dan ekonomi keluarga.
“Kami dari jajaran akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu sangat mengapresiasi pelantikan ini. Muslimat NU adalah pilar penting dalam mencetak generasi berkualitas. Kami berharap kedepannya terjalin sinergi yang lebih erat, terutama dalam program-program pemberdayaan ekonomi perempuan dan edukasi keuangan syariah di tingkat akar rumput,” ujar Dr. Subhan.
Sinergi Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kehadiran Ketua STIESNU di Ponpes HQ juga menjadi simbol harmonisasi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia pesantren. Dr. Subhan menegaskan bahwa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu akan selalu mendukung setiap gerak langkah dakwah dan sosial yang dilakukan oleh badan otonom NU, termasuk Muslimat.
Acara pelantikan diakhiri dengan tausiyah dan doa bersama untuk keberkahan kepengurusan yang baru, serta kemajuan dakwah Nahdlatul Ulama di Provinsi Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Jan 23, 2026 | Berita
BENGKULU – Menandai perjalanan sepuluh tahun dedikasi dalam dunia pendidikan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu secara resmi meluncurkan logo peringatan Dies Natalis ke-10. Momentum satu dekade ini mengusung tema besar: “Satu Dekade Mengabdi: Merawat Tradisi, Menuju Transformasi IAINU Bengkulu”.
Tema tersebut merefleksikan komitmen institusi untuk tetap teguh pada akar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sembari melakukan akselerasi strategis menuju perubahan status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu pada tahun 2026.
Filosofi Visual: Representasi Kematangan dan Visi Masa Depan
Logo Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar identitas visual, melainkan sebuah narasi grafis yang mendalam mengenai perjalanan institusi. Berikut adalah filosofi di balik elemen-elemen logo tersebut:
-
Angka “10” Dinamis: Melambangkan satu dekade perjalanan yang mencerminkan kematangan institusi, konsistensi, serta kesiapan melangkah ke fase yang lebih maju dan profesional.
-
Gradasi Warna Transformasi: Perpaduan warna Hijau (identitas NU), Kuning–Oranye (optimisme dan energi), serta Biru (intelektualitas global) menunjukkan transformasi, inovasi, dan keberlanjutan institusi.
-
Buku Terbuka: Menegaskan peran kampus sebagai pusat pengembangan keilmuan yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
-
Bulan, Bintang, dan Kubah: Elemen spiritual ini melambangkan hidayah dan tradisi pesantren, memastikan pengembangan akademik tetap berakar kuat pada nilai spiritual Islam.
-
Padi dan Gelombang: Simbol kemakmuran dan kemandirian (Padi) serta kesiapan beradaptasi di tengah dinamika tantangan zaman (Gelombang).
-
Pita “Dies Natalis”: Menegaskan momentum peringatan ini sebagai tonggak refleksi, evaluasi, dan proyeksi masa depan.
Menuju Transformasi IAINU Bengkulu
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa logo ini merepresentasikan perpaduan antara keilmuan, keislaman, dan kemajuan.
“Logo Dies Natalis ke-10 ini adalah simbol bahwa kami telah matang dan berakar kuat pada nilai tradisi, namun tetap visioner dalam menghadapi masa depan. Satu dekade ini menjadi batu pijakan utama bagi kami untuk segera bertransformasi menjadi IAINU Bengkulu,” ujar Dr. Subhan.
Perayaan Dies Natalis ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, selaras dengan semangat “Dari NU untuk Bangsa”.
oleh Samsul Hadi | Jan 23, 2026 | Berita
Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar kegiatan Wawancara pada Jum’at (23/01/2026) bertempat di Perpustakaan STIESNU Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan oleh Ibu Febi Nina Barokah,M.Pd. ketua Pusat Moderasi Beragama dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Wawancara ini dilakukan oleh Ibu Febi Nina Barokah, M.Pd. Sebagai pewawancara dan Yohanes Adi Prasetya serta Migel Ray Siarit sebagai peserta magang sekaligus narasumber.
Kegiatan wawancara ini merupakan bagian dari upaya penguatan moderasi beragama di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu. Dalam konteks ini, istilah multikultural merujuk pada keberagaman latar belakang keagamaan mahasiswa magang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan, pengalaman, serta harapan mahasiswa magang selama menjalani aktivitas akademik di kampus berbasis nilai-nilai keislaman tersebut.
Wawancara diawali dengan Yohanes Adi Prasetya yang mengungkapkan bahwa pemilihan Kampus STIESNU Bengkulu sebagai tempat magang berawal dari informasi yang diperoleh dari kerabat. Informasi tersebut kemudian mendorongnya untuk melakukan survei lokasi secara langsung. Dari hasil survei tersebut, Yohanes memantapkan pilihan untuk melaksanakan kegiatan magang di STIESNU Bengkulu.
Terkait kesan awal selama beberapa hari menjalani magang, Yohanes menyampaikan bahwa lingkungan kampus memberikan pengalaman yang positif. Ia menilai para dosen dan staf STIESNU Bengkulu bersikap ramah dan terbuka, sehingga menciptakan suasana yang nyaman serta menumbuhkan keyakinan bahwa dirinya dapat menggali banyak ilmu dan pengalaman selama menjalani kegiatan magang.
Dalam wawancara tersebut, Yohanes juga menyampaikan pandangannya mengenai moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama harus diwujudkan melalui sikap saling bertoleransi dan saling menghargai antarumat beragama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun kondisi ekonomi. Ia juga berpesan kepada mahasiswa multikultural lainnya agar tidak ragu untuk bergabung di STIESNU Bengkulu, karena kampus ini terbuka terhadap keberagaman.
Selanjutnya, wawancara dilanjutkan dengan Migel Ray Sirait yang menambahkan sejumlah hal yang membuatnya tertarik untuk melaksanakan magang di Kampus STIESNU Bengkulu. Migel mengungkapkan bahwa dirinya telah berjumpa dan berdiskusi langsung dengan para dosen STIESNU Bengkulu, salah satunya Ibu Orin Oktasari, M.H.I., selaku Dekan Fakultas Syariah. Dari perbincangan tersebut, Migel mengaku memperoleh banyak wawasan yang membantunya dalam mengembangkan serta meningkatkan keahliannya.
Terkait praktik moderasi beragama di kampus, Migel menilai bahwa STIESNU Bengkulu sangat menjunjung tinggi nilai toleransi. Hal tersebut tercermin dari pelaksanaan kegiatan keagamaan, seperti peringatan Isra’ Mi’raj, di mana mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih ikut serta atau tidak tanpa adanya paksaan.
Di akhir wawancara, Yohanes Adi Prasetya dan Migel Ray Sirait menyampaikan harapan agar STIESNU Bengkulu terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang menjaga keberagaman, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mengedepankan nilai pendidikan yang baik dan menyeluruh.
Keterangan Foto:
Proses wawancara mahasiswa magang multikultural di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Jan 17, 2026 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu resmi memulai rangkaian kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) untuk periode Ganjil Tahun Akademik 2025 melalui sesi pembekalan intensif. Kegiatan yang dipusatkan di aula kampus ini diikuti oleh 108 mahasiswa yang berasal dari program studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi institusi, yakni Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., didampingi oleh Wakil Ketua I Elman Johari, M.H.I., Wakil Ketua II Suharyono, M.E., dan Wakil Ketua III Yuda S. Kurniawan, M.Pd.. Turut hadir pula seluruh jajaran akademika serta seluruh Kelompok Kerja (Pokja) di lingkungan kampus guna memastikan kesiapan administratif dan teknis mahasiswa di lapangan.
Dalam sambutannya, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. menekankan bahwa PPL merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk menguji teori-teori ekonomi syariah yang telah dipelajari di ruang kelas.
“Mahasiswa harus mampu menjaga marwah institusi dan menunjukkan integritas sebagai kader Nahdlatul Ulama selama berada di instansi mitra. PPL ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk bertransformasi menjadi praktisi syariah yang andal dan solutif bagi kebutuhan industri keuangan maupun lembaga syariah lainnya,” ujar Dr. Subhan.
Kehadiran seluruh Pokja dalam pembekalan ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif terkait etika profesi, penyusunan laporan ilmiah hasil praktik, hingga mekanisme penilaian selama masa magang. Keterlibatan penuh jajaran pimpinan dan Pokja mencerminkan komitmen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu dalam menjaga mutu lulusan agar siap bersaing di dunia kerja.
Melalui pembekalan ini, 108 mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan mental dan intelektual yang matang sebelum terjun ke berbagai instansi mitra, mulai dari perbankan syariah, lembaga zakat, hingga instansi pemerintahan di wilayah Bengkulu.
Kegiatan diakhiri dengan sesi teknis bersama koordinator PPL untuk memastikan setiap mahasiswa memahami hak dan kewajibannya selama periode praktik berlangsung.
oleh Samsul Hadi | Jan 5, 2026 | Berita
BENGKULU – Dalam upaya memantapkan implementasi Good University Governance dan meningkatkan standar mutu pendidikan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu menyelenggarakan forum evaluasi kinerja kolektif. Pertemuan strategis ini melibatkan unsur pimpinan, pengurus, serta seluruh satuan kerja guna melakukan bedah sistem operasional institusi secara komprehensif.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., didampingi oleh jajaran Wakil Ketua dan unsur pimpinan lainnya.
Evaluasi ini dirancang dengan pendekatan saintifik melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang menjadi fondasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Fokus utama diskusi adalah melakukan audit terhadap efektivitas regulasi internal, sinkronisasi antarlini kerja, serta optimalisasi sumber daya manusia dalam mendukung visi besar institusi menuju perubahan status.
Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., dalam arahannya menekankan bahwa kemajuan institusi sangat bergantung pada validitas sistem dan integritas para pelaksananya.
“Evaluasi ini merupakan instrumen analitis untuk mengidentifikasi deviasi operasional serta merumuskan mitigasi strategis atas kendala yang dihadapi satuan kerja,” ungkap Dr. Subhan. “Perbaikan sistem yang kita lakukan hari ini adalah manifestasi dari tanggung jawab akademik untuk memastikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu memiliki daya saing yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.”
Sinergi Lintas Sektoral dan Proyeksi Kemajuan
Partisipasi aktif dari pengurus dan satuan kerja menjadi indikator krusial dalam keberhasilan restrukturisasi birokrasi kampus. Melalui narasi ilmiah, evaluasi ini memetakan variabel-variabel pendukung kemajuan, mulai dari layanan akademik, pengelolaan keuangan yang akuntabel, hingga produktivitas riset dosen.
Jajaran pimpinan, termasuk Wakil Ketua II Suharyono, M.E., Wakil Ketua I Elman Johari, M.H.I., dan Wakil Ketua III Yuda S. Kurniawan, M.Pd., secara bersama-sama turut memberikan perspektif taktis dalam perbaikan SOP masing-masing satuan kerja.
Output dari forum ini adalah dokumen rekomendasi perbaikan sistem yang akan menjadi dasar pengambilan kebijakan manajerial di tahun mendatang. Dengan penguatan sistem yang solid, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu optimis dapat mencapai target-target strategis, terutama dalam mematangkan persiapan alih status menjadi IAINU Bengkulu pada tahun 2026.