Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar kegiatan Wawancara pada Jum’at (23/01/2026) bertempat di Perpustakaan STIESNU Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan oleh Ibu Febi Nina Barokah,M.Pd. ketua Pusat Moderasi Beragama dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Wawancara ini dilakukan oleh Ibu Febi Nina Barokah, M.Pd. Sebagai pewawancara dan Yohanes Adi Prasetya serta Migel Ray Siarit sebagai peserta magang sekaligus narasumber.
Kegiatan wawancara ini merupakan bagian dari upaya penguatan moderasi beragama di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu. Dalam konteks ini, istilah multikultural merujuk pada keberagaman latar belakang keagamaan mahasiswa magang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan, pengalaman, serta harapan mahasiswa magang selama menjalani aktivitas akademik di kampus berbasis nilai-nilai keislaman tersebut.
Wawancara diawali dengan Yohanes Adi Prasetya yang mengungkapkan bahwa pemilihan Kampus STIESNU Bengkulu sebagai tempat magang berawal dari informasi yang diperoleh dari kerabat. Informasi tersebut kemudian mendorongnya untuk melakukan survei lokasi secara langsung. Dari hasil survei tersebut, Yohanes memantapkan pilihan untuk melaksanakan kegiatan magang di STIESNU Bengkulu.
Terkait kesan awal selama beberapa hari menjalani magang, Yohanes menyampaikan bahwa lingkungan kampus memberikan pengalaman yang positif. Ia menilai para dosen dan staf STIESNU Bengkulu bersikap ramah dan terbuka, sehingga menciptakan suasana yang nyaman serta menumbuhkan keyakinan bahwa dirinya dapat menggali banyak ilmu dan pengalaman selama menjalani kegiatan magang.
Dalam wawancara tersebut, Yohanes juga menyampaikan pandangannya mengenai moderasi beragama. Menurutnya, moderasi beragama harus diwujudkan melalui sikap saling bertoleransi dan saling menghargai antarumat beragama tanpa memandang perbedaan latar belakang agama maupun kondisi ekonomi. Ia juga berpesan kepada mahasiswa multikultural lainnya agar tidak ragu untuk bergabung di STIESNU Bengkulu, karena kampus ini terbuka terhadap keberagaman.
Selanjutnya, wawancara dilanjutkan dengan Migel Ray Sirait yang menambahkan sejumlah hal yang membuatnya tertarik untuk melaksanakan magang di Kampus STIESNU Bengkulu. Migel mengungkapkan bahwa dirinya telah berjumpa dan berdiskusi langsung dengan para dosen STIESNU Bengkulu, salah satunya Ibu Orin Oktasari, M.H.I., selaku Dekan Fakultas Syariah. Dari perbincangan tersebut, Migel mengaku memperoleh banyak wawasan yang membantunya dalam mengembangkan serta meningkatkan keahliannya.
Terkait praktik moderasi beragama di kampus, Migel menilai bahwa STIESNU Bengkulu sangat menjunjung tinggi nilai toleransi. Hal tersebut tercermin dari pelaksanaan kegiatan keagamaan, seperti peringatan Isra’ Mi’raj, di mana mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih ikut serta atau tidak tanpa adanya paksaan.
Di akhir wawancara, Yohanes Adi Prasetya dan Migel Ray Sirait menyampaikan harapan agar STIESNU Bengkulu terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang menjaga keberagaman, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mengedepankan nilai pendidikan yang baik dan menyeluruh.
Keterangan Foto:
Proses wawancara mahasiswa magang multikultural di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu.