Lamongan, 18 Oktober 2026 – Dosen Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu, Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat., mengisi kegiatan akademik Kuliah Umum pada Program Doktor (S3) Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan, Jawa Timur, pada 16–17 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut membahas dua mata kuliah, yakni Metodologi Penelitian dan Integrasi Ilmu Keislaman di Era Kontemporer. Kedua bidang ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan riset doktoral sekaligus membangun pemahaman mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

Memperkuat Metodologi Penelitian Doktoral

Dalam pembahasan Metodologi Penelitian, mahasiswa diarahkan untuk memahami pentingnya penelitian yang sistematis, kritis, dan memiliki landasan ilmiah yang kuat. Penelitian pada jenjang doktoral tidak hanya dituntut menghasilkan kajian mendalam, tetapi juga memberikan kontribusi orisinal bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Pembahasan mencakup identifikasi masalah, penelusuran penelitian terdahulu, penentuan kesenjangan penelitian (research gap), perumusan kebaruan (novelty), serta konsistensi antara rumusan masalah, teori, metode, analisis data, dan kesimpulan.

Penguatan kemampuan menelaah literatur dan menggunakan sumber ilmiah yang kredibel diharapkan membantu mahasiswa menghasilkan disertasi yang berkualitas serta memiliki kontribusi yang jelas bagi bidang keilmuannya.

Integrasi Ilmu Keislaman di Era Kontemporer

Pada mata kuliah Integrasi Ilmu Keislaman di Era Kontemporer, perhatian diarahkan pada dialog antara khazanah keilmuan Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Integrasi ilmu tidak sekadar mempertemukan berbagai disiplin, tetapi juga memerlukan landasan filosofis, kerangka epistemologis, dan orientasi etis yang jelas.

Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, integrasi keilmuan penting untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman sekaligus mampu merespons persoalan kontemporer di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, dan lingkungan.

Mahasiswa didorong untuk berpikir terbuka, kritis, dan reflektif dalam mengkaji hubungan agama, ilmu pengetahuan, dan realitas kehidupan. Dengan demikian, kajian keislaman diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

Mendorong Kolaborasi Akademik Antarperguruan Tinggi

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran gagasan dan jejaring akademik lintas perguruan tinggi. Kolaborasi semacam ini berpotensi mendukung peningkatan kualitas pendidikan doktoral, penelitian, publikasi ilmiah, dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Partisipasi dosen IAINU Bengkulu dalam kegiatan akademik di UNISDA Lamongan menunjukkan pentingnya membangun ruang dialog keilmuan antarinstitusi. Melalui pertukaran perspektif dan pengalaman, diharapkan tumbuh tradisi akademik yang produktif dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

Penguatan metodologi penelitian dan integrasi ilmu keislaman diharapkan dapat mendorong lahirnya akademisi yang memiliki kedalaman keilmuan, integritas akademik, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Dr. Dodi Isran, M. Pd. Mat – IAINU Bengkulu
Menguatkan tradisi akademik, memperluas kolaborasi, dan mengembangkan keilmuan Islam yang berkemajuan.