Perjuangan Dr. Elman Johari Meraih Gelar Doktor, Bawa Kajian Kemandirian Ekonomi PTKIS

Perjuangan Dr. Elman Johari Meraih Gelar Doktor, Bawa Kajian Kemandirian Ekonomi PTKIS

BENGKULU — Perjalanan panjang akademik Dr. Elman Johari, M.H.I., Wakil Ketua I Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu, akhirnya sampai pada salah satu momentum penting dalam perjalanan intelektualnya, yakni Sidang Promosi Doktor.

Perjalanan tersebut bukanlah proses yang singkat. Di tengah amanahnya dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan perguruan tinggi, Elman Johari terus meluangkan waktu untuk menyelesaikan pendidikan doktoral, melakukan penelitian, menyusun disertasi, serta melewati berbagai tahapan akademik yang membutuhkan ketekunan dan konsistensi.

Disertasi yang Relevan dengan Masa Depan PTKIS

Pilihan tema disertasi Elman Johari juga menarik karena menghubungkan tiga persoalan penting: kebijakan institusi, literasi keuangan syariah, dan kemandirian ekonomi PTKIS.

Disertasi yang menjadi buah dari perjalanan akademiknya berjudul:

“Pengaruh Kebijakan Institusi dan Literasi Keuangan Syari’ah Terhadap Kemandirian Ekonomi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS): Pendekatan Resource-Based View (RBV) dan Maqashid Syari’ah di Provinsi Bengkulu.”

Pendekatan Resource-Based View (RBV) memberikan perspektif bahwa kekuatan dan sumber daya internal organisasi dapat menjadi dasar dalam membangun keunggulan dan keberlanjutan institusi. Sementara pendekatan Maqashid Syariah memberikan landasan nilai agar pembangunan ekonomi perguruan tinggi tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga memperhatikan tujuan dan kemaslahatan yang lebih luas.

Tema tersebut menunjukkan perhatian Elman Johari terhadap persoalan strategis yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), khususnya bagaimana perguruan tinggi dapat membangun kemandirian ekonomi dengan mengoptimalkan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki.

Pendekatan Resource-Based View (RBV) dalam penelitian tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya internal institusi sebagai kekuatan strategis. Sementara perspektif Maqashid Syari’ah memberikan dimensi nilai agar pengembangan kemandirian ekonomi tetap berada dalam koridor prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan.

Dengan demikian, penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan model pengelolaan PTKIS yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai Islam.

Perjalanan yang Tidak Mudah

Meraih gelar doktor bukanlah perjalanan singkat. Di balik capaian tersebut terdapat proses panjang yang harus dilalui seorang mahasiswa doktoral, mulai dari perumusan gagasan penelitian, kajian literatur, penyusunan proposal, penelitian lapangan, pengolahan dan analisis data, penulisan disertasi, hingga menghadapi berbagai tahapan ujian akademik.

Perjalanan tersebut menjadi semakin menantang karena Elman Johari juga menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua I STIESNU Bengkulu.

Dengan dua tanggung jawab tersebut, perjalanan akademiknya menjadi bukti bahwa tugas kelembagaan dan pengembangan kapasitas akademik dapat berjalan secara beriringan.

Dihadapkan pada Tim Penguji dan Promotor

Dalam proses akademiknya, Elman Johari mendapatkan bimbingan dan masukan dari sejumlah akademisi yang memiliki kepakaran di bidangnya.

Tim akademik yang tercantum dalam dokumen terkait terdiri atas:

  1. Prof. Dr. H. Khairudin, M.Ag — Ketua Penguji / Promotor
  2. Dr. Fatrica Syafri, M.Pd —  Sekretaris Penguji
  3. Prof. Dr. Asnaini, M.A. — Co-Promotor I
  4. Dr. Miti Yarmunida, M.Ag. — Co-Promotor II
  5. Prof. Dr. Nurul Hak, M.A. — Penguji I
  6. Dr. Hj. Fatimah, M.A. — Penguji II
  7. Romi Aditio Setiawan, M.A., Ph.D. — Penguji III
  8. Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat. — Penguji Eksternal

Kehadiran para akademisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penguatan kualitas akademik disertasi yang dihasilkan.

Dari Ruang Kuliah Menuju Ruang Promosi Doktor

Bagi seorang akademisi, memperoleh gelar doktor bukan sekadar tambahan gelar di belakang nama. Di baliknya terdapat proses panjang: membaca literatur, merumuskan masalah penelitian, melakukan pengumpulan dan analisis data, menyusun disertasi, menghadapi berbagai masukan akademik, melakukan revisi, hingga mempertanggungjawabkan hasil penelitian di hadapan tim penguji.

Perjalanan tersebut menjadi semakin bermakna ketika pendidikan doktoral tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat.

Bagi STIESNU Bengkulu, pencapaian akademik Elman Johari juga menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia perguruan tinggi. Kehadiran doktor baru di lingkungan pimpinan kampus diharapkan semakin memperkuat budaya akademik, penelitian, publikasi, serta pengembangan kelembagaan.

Sidang Promosi Doktor Menjadi Puncak Perjuangan

Puncak dari perjalanan tersebut adalah Sidang Promosi Doktor yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di Ruang Promosi Doktor Lantai 3 Gedung Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Momentum tersebut bukan hanya menjadi agenda akademik bagi Elman Johari, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar STIESNU Bengkulu.

Perjuangan meraih gelar doktor menjadi bukti bahwa pengembangan diri, pengabdian kepada institusi, dan perjuangan akademik dapat berjalan secara bersamaan.

Bukan Sekadar Gelar

Gelar doktor nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian personal bagi Elman Johari, tetapi juga menjadi modal intelektual baru bagi STIESNU Bengkulu.

Penelitian yang diangkat memiliki relevansi dengan kebutuhan PTKIS saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan kemandirian kelembagaan, pengelolaan sumber daya, literasi keuangan syariah, serta pembangunan ekonomi perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Dengan demikian, perjuangan tersebut diharapkan dapat bermuara pada kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam, ekonomi syariah, dan kemajuan PTKIS di Provinsi Bengkulu.

Dari ruang akademik lahir sebuah perjuangan. Dari perjuangan lahir sebuah karya. Dan dari karya diharapkan lahir manfaat bagi institusi dan masyarakat.

Dari perjuangan panjang, lahir sebuah pencapaian. Dari ilmu, lahir pengabdian.

Selamat dan sukses Dr. Elman Johari, M.H.I. Semoga langkah menuju gelar doktor menjadi awal dari pengabdian dan kontribusi yang semakin luas bagi dunia pendidikan tinggi.

STIESNU Bengkulu Raih Tiga Hibah Penelitian Kementerian Agama RI Tahun 2026, Perkuat Transformasi Menuju IAINU Bengkulu

STIESNU Bengkulu Raih Tiga Hibah Penelitian Kementerian Agama RI Tahun 2026, Perkuat Transformasi Menuju IAINU Bengkulu

Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor B-377/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/07/2026 tanggal 22 Juli 2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun Anggaran 2026, STIESNU Bengkulu berhasil meloloskan tiga tim dosen sebagai penerima hibah penelitian nasional.

Keberhasilan ini menjadi capaian yang sangat membanggakan karena hibah penelitian tersebut merupakan program pendanaan kompetitif tingkat nasional yang diikuti oleh dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia. Dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, STIESNU Bengkulu mampu meloloskan tiga proposal penelitian sekaligus pada tiga skema berbeda, menunjukkan bahwa kualitas penelitian dosennya semakin diakui dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI pada Tahun Anggaran 2026 menetapkan sebanyak 380 penerima bantuan penelitian yang tersebar dalam tujuh klaster penelitian. Dari ratusan proposal yang lolos tersebut, STIESNU Bengkulu berhasil memperoleh pendanaan pada tiga kategori penelitian, yaitu Penelitian Pengembangan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi dan/atau Kementerian/Lembaga, Penelitian Dasar Interdisipliner, dan Penelitian Dasar Pengembangan Program Studi.

Tiga Tim Peneliti STIESNU Bengkulu Penerima Hibah Penelitian Nasional

  1. Penelitian Pengembangan Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi dan/atau Kementerian/Lembaga

Prestasi pertama diraih oleh tim yang diketuai Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat. melalui penelitian berjudul:

“Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Ekonomi Berbasis Eco-Ethical Quantitative Learning Perspektif Filsafat Ilmu dan Ekoteologi di Indonesia.”

Penelitian ini merupakan kolaborasi antarperguruan tinggi antara STIESNU Bengkulu dan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen, sebagai bentuk penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Adapun susunan tim peneliti terdiri atas:

  1. Ketua: Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat. (STIESNU Bengkulu)
  2. Anggota: Agus Nur Soleh, M.Pd. (IAINU Kebumen)
  3. Anggota: Riza Wahyu Roffi, M.Ag (STIESNU Bengkulu)
  4. Anggota: M. Ngali Mubarok, S.E., M.Pd (STIESNU Bengkulu)

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Matematika Ekonomi yang mengintegrasikan pendekatan Eco-Ethical Quantitative Learning, filsafat ilmu, dan ekoteologi sebagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

  1. Penelitian Dasar Interdisipliner

Pada kategori Penelitian Dasar Interdisipliner, hibah penelitian berhasil diraih oleh tim yang diketuai Elman Johari dengan judul:

“Eco-Pesantren dan Kemandirian Ekonomi: Implementasi Ekoteologi dan Green Entrepreneurship di Pondok Pesantren Kabupaten Bengkulu Utara.”

Tim peneliti terdiri atas:

  1. Ketua: Elman Johari, M.H
  2. Anggota: Orin Oktasari, M.H
  3. Anggota: Arista Khairunnisa, M.E

Penelitian ini akan mengkaji implementasi konsep ekoteologi dan green entrepreneurship dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren yang ramah lingkungan, sehingga mampu memberikan model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang berkelanjutan.

  1. Penelitian Dasar Pengembangan Program Studi

Prestasi berikutnya diraih pada skema Penelitian Dasar Pengembangan Program Studi melalui penelitian yang diketuai Orisa Capriyanti dengan judul:

“Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Matematika dalam Perhitungan Bagi Hasil Mahasiswa Ekonomi Syariah di STIESNU Bengkulu.”

Tim peneliti terdiri atas:

  1. Ketua: Orisa Capriyanti, M.Pd.Mat
  2. Anggota: Agnes Yolanda, M.E
  3. Anggota: Mardian Suryani, M.E

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep matematika dalam sistem perhitungan bagi hasil pada ekonomi syariah sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif, efektif, dan aplikatif.

Wujud Komitmen Penguatan Budaya Riset

Keberhasilan meraih tiga hibah penelitian nasional sekaligus menjadi bukti nyata komitmen STIESNU Bengkulu dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui penguatan penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi. Capaian ini sejalan dengan visi kampus untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, dosen yang produktif dalam penelitian, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi syariah, dan pemberdayaan masyarakat.

Dr. Subhan, S.Ag., M.H selaku Ketua STIESNU Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah bekerja keras menyusun proposal penelitian hingga berhasil lolos dalam seleksi nasional yang sangat kompetitif.

“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh tim peneliti yang berhasil memperoleh hibah penelitian dari Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya riset di lingkungan STIESNU Bengkulu. Kami berharap seluruh penelitian dapat dilaksanakan dengan baik, menghasilkan luaran yang berkualitas, dipublikasikan pada jurnal bereputasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Bukti Daya Saing Dosen STIESNU Bengkulu

Ketua Tim Penelitian Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi, Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat., yang juga menjabat sebagai Ketua Senat STIESNU Bengkulu, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tiga tim dosen STIESNU Bengkulu memperoleh hibah penelitian nasional Tahun Anggaran 2026.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas amanah yang diberikan melalui hibah penelitian ini. Keberhasilan STIESNU Bengkulu meloloskan tiga proposal penelitian pada tahun 2026 merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena diraih melalui proses seleksi yang sangat kompetitif dan diikuti oleh dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa dosen-dosen STIESNU Bengkulu memiliki kapasitas akademik dan kemampuan penelitian yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Dr. Dodi Isran.

Menurutnya, penelitian yang dipimpinnya juga menjadi contoh pentingnya membangun kolaborasi antarkampus dalam meningkatkan kualitas riset.

“Penelitian yang kami laksanakan merupakan kolaborasi antara STIESNU Bengkulu dan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen. Sinergi seperti ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi Nahdlatul Ulama sekaligus menghasilkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran Matematika Ekonomi berbasis Eco-Ethical Quantitative Learning yang mengintegrasikan perspektif filsafat ilmu dan ekoteologi,” jelasnya.

Sebagai Ketua Senat STIESNU Bengkulu, Dr. Dodi Isran menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika STIESNU Bengkulu dalam membangun budaya riset yang berkualitas. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk terus menghasilkan penelitian yang inovatif, memperbanyak publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas kolaborasi nasional maupun internasional. Semakin kuat budaya riset yang kita bangun, maka semakin besar kontribusi STIESNU Bengkulu dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat dan pembangunan bangsa,” tambahnya.

Memperkuat Transformasi Menuju IAINU Bengkulu

Raihan tiga hibah penelitian nasional ini juga menjadi bagian dari komitmen STIESNU Bengkulu dalam meningkatkan kualitas kelembagaan. Saat ini, STIESNU Bengkulu sedang menunggu proses perizinan alih status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu.

Transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan langkah strategis untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola institusi, serta pengembangan jejaring kerja sama nasional maupun internasional.

Keberhasilan memperoleh tiga hibah penelitian nasional semakin mempertegas kesiapan STIESNU Bengkulu dalam menghadapi transformasi tersebut. Prestasi ini menjadi indikator bahwa kampus terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

Menurut Ketua STIESNU Bengkulu, berbagai prestasi yang diraih dosen dalam bidang penelitian menjadi bukti bahwa kampus terus bergerak menuju perguruan tinggi yang unggul.

“Transformasi menuju IAINU Bengkulu bukan hanya perubahan nama kelembagaan, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Raihan tiga hibah penelitian nasional ini menjadi bukti bahwa STIESNU Bengkulu memiliki sumber daya dosen yang kompeten, produktif, dan siap membawa kampus menuju institusi pendidikan tinggi Islam yang lebih maju, unggul, inovatif, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ke depan, STIESNU Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah hibah penelitian, memperluas jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, serta berbagai lembaga nasional dan internasional. Dengan semangat tersebut, STIESNU Bengkulu optimistis proses transformasi menuju IAINU Bengkulu akan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi syariah, dan riset yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan budaya riset, STIESNU Bengkulu optimistis dapat terus meningkatkan jumlah hibah penelitian setiap tahunnya, menghasilkan publikasi ilmiah yang bereputasi, serta melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Capaian ini diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan IAINU Bengkulu sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Langkah Strategis Menuju IAINU Bengkulu: Penguatan Dosen Doktoral dan Dukungan Kelembagaan Lintas Sektor

Langkah Strategis Menuju IAINU Bengkulu: Penguatan Dosen Doktoral dan Dukungan Kelembagaan Lintas Sektor

STIESNU Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu terus meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola kelembagaan sebagai bagian dari pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi, ditandai dengan penguatan sumber daya manusia akademik serta konsolidasi dukungan lintas pemangku kepentingan dalam rangka transformasi kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu.

Penguatan Kapasitas Akademik Dosen

Salah satu capaian strategis STIESNU Bengkulu pada tahun 2025 adalah meningkatnya kualifikasi akademik dosen melalui penyelesaian studi doktoral (S3). Tiga dosen tetap berhasil meraih gelar doktor pada bidang keilmuan masing-masing, yaitu Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. pada bidang Studi Islam dengan konsentrasi Hukum Islam, Dr. Azwar Rahmat, M.T.Pd. pada bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Dr. Dodi Isran, M.Pd.Mat. pada bidang Pendidikan Matematika. Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam memperkuat kualitas keilmuan dosen sebagai pilar utama penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.

Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor tersebut, hingga akhir tahun 2025 STIESNU Bengkulu memiliki empat dosen tetap berpendidikan doktor. Selain itu, proses akademik juga didukung oleh enam dosen tidak tetap berpendidikan doktor serta tiga puluh dosen tetap berpendidikan magister yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komposisi sumber daya dosen ini menunjukkan pemenuhan standar akademik PTKI sekaligus memperkuat budaya akademik yang unggul dan berkelanjutan.

Capaian Akademik dan Pengembangan Program Studi

Pada aspek luaran akademik, STIESNU Bengkulu pada tahun 2025 telah meluluskan sebanyak 128 mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah. Para lulusan tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lokal maupun nasional.

Dari sisi kelembagaan, STIESNU Bengkulu saat ini telah memiliki izin penyelenggaraan empat program studi, yaitu Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Hukum Tata Negara (HTN), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Keempat program studi tersebut telah memenuhi persyaratan minimal pengajuan alih status kelembagaan sesuai ketentuan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Seiring dengan proses alih status, STIESNU Bengkulu juga tengah mengajukan izin penyelenggaraan dua program studi tambahan, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Apabila izin tersebut diterbitkan sesuai perencanaan, maka pada tahun 2026 STIESNU Bengkulu akan menyelenggarakan enam program studi sebagai bagian dari penguatan mandat akademik IAINU Bengkulu.

Proses Alih Status dan Dukungan Pemangku Kepentingan

Berdasarkan pemenuhan persyaratan akademik, administratif, dan kelembagaan, STIESNU Bengkulu secara resmi mengajukan alih status kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu pada Desember 2025 melalui sistem layanan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Proses alih status tersebut memperoleh dukungan dan rekomendasi dari berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dukungan lintas sektor ini mencerminkan adanya kebutuhan dan harapan bersama terhadap penguatan kelembagaan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Provinsi Bengkulu.

Menuju IAINU Bengkulu

Transformasi kelembagaan STIESNU Bengkulu menjadi IAINU Bengkulu tidak hanya dimaknai sebagai perubahan bentuk institusi, tetapi juga sebagai upaya strategis untuk memperluas mandat keilmuan, memperkuat integrasi ilmu pengetahuan dan keislaman, serta meningkatkan kontribusi institusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Dengan penguatan sumber daya manusia, pengembangan program studi, serta dukungan pemangku kepentingan yang solid, STIESNU Bengkulu optimistis dapat melangkah menuju IAINU Bengkulu sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dan berorientasi pada kemajuan umat dan bangsa.