BENGKULU – Dalam upaya mempertebal wawasan kebangsaan dan kesadaran hukum bagi generasi muda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu menggelar Kuliah Umum prestisius pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus ini menghadirkan tokoh kunci keamanan di Provinsi Bengkulu, yakni Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., sebagai pemateri utama.

Kuliah umum ini mengangkat tema: “Peran POLRI dan Generasi Muda dalam Menjaga Keamanan dan Pembangunan Daerah Perspektif Hukum Tata Negara”.

Menjaga Stabilitas untuk Pembangunan Daerah

Dalam pemaparannya, Irjen Pol. Mardiyono menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum dan elemen mahasiswa dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurut beliau, stabilitas keamanan merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan pembangunan ekonomi dan sosial di Provinsi Bengkulu.

Kehadiran Kapolda Bengkulu disambut langsung oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., beserta jajaran pimpinan dan seluruh dosen.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami menghadirkan Bapak Kapolda Bengkulu di tengah civitas akademika. Kuliah umum ini sangat strategis bagi mahasiswa untuk memahami peran institusi Polri dalam bingkai hukum tata negara, sekaligus memotivasi mereka untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat,” ujar Dr. Subhan.

Komitmen Terhadap Wawasan Kebangsaan

Berdasarkan surat undangan nomor 024/Un/STIESNU.BKL/I/2026, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peran institusi negara dalam perspektif hukum. Partisipasi aktif seluruh dosen dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan tingginya kepedulian kampus terhadap isu-isu kebangsaan.

Langkah ini juga sejalan dengan transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu yang tengah menuju status IAINU Bengkulu, di mana penguatan kapasitas intelektual melalui interaksi dengan pimpinan tinggi negara menjadi prioritas utama institusi.