oleh Samsul Hadi | Okt 29, 2025 | Berita
BENGKULU – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah NU (STIESNU) Bengkulu kembali mencatat prestasi di bidang kesejahteraan mahasiswa. Tiga mahasiswa terbaiknya, yaitu RIFQI OKTA WAEDANI, FITRI YULIANA, dan MERI ASTUTI, berhasil lolos seleksi Beasiswa Gerakan Infaq Mahasiswa Islam (GERIMIS) yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu.
Beasiswa GERIMIS ini merupakan program bantuan finansial yang ditujukan untuk mendukung keberlangsungan studi mahasiswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi yang membutuhkan. Keberhasilan ketiga mahasiswa ini tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan mereka, tetapi juga menegaskan komitmen STIESNU dalam memastikan akses pendidikan yang merata.
Ketua STIESNU Bengkulu, DR. SUBHAN, S.AG., M.H.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Bengkulu atas kerja sama yang terjalin. “Lolosnya tiga mahasiswa kami di Beasiswa GERIMIS adalah kabar yang sangat membahagiakan. Ini merupakan representasi nyata dari peran BAZNAS sebagai instrumen ekonomi syariah untuk menciptakan keadilan sosial, sesuai dengan spirit ta’awun (tolong-menolong) dalam Islam,” ungkap Dr. Subhan.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Yudha S. Kurniawan, M.Pd., yang bertanggung jawab langsung dalam pembinaan non-akademik, menegaskan bahwa proses seleksi ini mengukur tidak hanya kecerdasan kognitif, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual mahasiswa. “Kami memastikan bahwa mahasiswa yang diajukan adalah mereka yang memiliki semangat juang tinggi dan layak mendapatkan dukungan. Beasiswa ini harus menjadi pemantik semangat bagi mereka untuk berprestasi lebih tinggi, bukan sekadar bantuan, melainkan investasi sumber daya manusia unggul bagi bangsa,” tambah Yudha.
Secara akademik, beasiswa ini merupakan implementasi dari konsep Maqashid Syariah (Tujuan Hukum Islam), khususnya Hifzh al-‘Aql (Memelihara Akal) melalui pendidikan. Dengan menyalurkan dana infaq (GERIMIS) kepada mustahik dari kalangan ghârimîn (yang berhutang/berkebutuhan finansial) atau fî sabîlillâh (untuk kepentingan di jalan Allah, termasuk ilmu), BAZNAS menjalankan perannya sebagai agen Redistribusi Kesejahteraan.
Waka III Bidang Kemahasiswaan, Yudha S. Kurniawan, M.Pd., menekankan bahwa Beasiswa GERIMIS bukan sekadar sumbangan, melainkan investasi sosial. Dalam terminologi ekonomi, ini disebut Investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan menghilangkan hambatan finansial, beasiswa ini meningkatkan Human Capital mahasiswa, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka di masa depan.
Oleh karena itu, keberhasilan ini secara ilmiah menunjukkan bahwa kolaborasi antara Perguruan Tinggi (penyedia pendidikan) dan Institusi Zakat (penyedia dana syariah) adalah Model Sinergi Ideal untuk mencapai Keadilan Akses Pendidikan (‘adâlah al-ta’lîm), yang merupakan prasyarat fundamental bagi terciptanya pembangunan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memacu motivasi seluruh mahasiswa STIESNU untuk terus berprestasi, sembari memaksimalkan peluang beasiswa dan bantuan dana yang tersedia, sejalan dengan visi kampus dalam mencetak ekonom syariah yang kompetitif dan berintegritas.
oleh Samsul Hadi | Okt 28, 2025 | Berita
Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nusantara (STIESNU) Bengkulu kembali menunjukkan taringnya di kancah olahraga regional. Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, M. Yahya Fachreyza, sukses mengharumkan nama almamater setelah meraih empat medali di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Sumatera Selatan yang diselenggarakan di Musi Banyuasin Tahun 2025.
Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa STIESNU tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berprestasi tinggi dalam bidang non-akademik. Yahya Fachreyza berhasil memenangkan medali pada cabang olahraga Taekwondo, tepatnya di nomor Poomsae, dengan rincian:
- Medali Emas: Poomsae Freestyle Pair
- Medali Perak: Poomsae Freestyle Team
- Medali Perak: Poomsae Freestyle Individu Putra
- Medali Perak: Poomsae Pair
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Yahya. “Prestasi Yahya adalah hadiah istimewa bagi STIESNU dan cerminan dari semangat ‘Dari NU Untuk Bangsa!’ Keberhasilan ini menegaskan bahwa kampus kami berkomitmen penuh mendukung talenta mahasiswa, baik dalam studi ekonomi syariah maupun pengembangan diri di bidang olahraga,” ujar Dr. Subhan.
Beliau menambahkan, disiplin dan etos juang yang ditunjukkan Yahya dalam meraih medali adalah cerminan dari nilai-nilai istiqamah dan ihsan (kesempurnaan) yang diajarkan dalam Islam. “Kami berharap, semangat juang Yahya Fachreyza ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik STIESNU di berbagai kompetisi,” pungkasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh sivitas akademika STIESNU untuk terus berjuang, berprestasi, dan membawa nama baik kampus di berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
oleh Samsul Hadi | Okt 28, 2025 | Berita
Bengkulu – Suasana khidmat dan semangat nasionalisme menyelimuti kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nusantara (STIESNU) Bengkulu pada Selasa (28/10/2025). Seluruh sivitas akademika, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf, berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Upacara yang berlangsung di halaman kampus tersebut dipimpin langsung oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., selaku pembina upacara.
Dalam amanatnya, Dr. Subhan menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda bukanlah sekadar seremoni untuk mengenang sejarah, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali peran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
“Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu demi satu tujuan mulia, yaitu Indonesia. Api semangat persatuan inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan,” tegas Dr. Subhan di hadapan peserta upacara.
Beliau menekankan, jika 97 tahun lalu para pemuda berjuang untuk merebut kemerdekaan, maka perjuangan pemuda hari ini berbeda. Mahasiswa, sebagai agen intelektual, memiliki tanggung jawab besar di era digital.
“Tantangan kita hari ini adalah melawan hoaks yang memecah belah, berjuang melawan ketimpangan ekonomi, dan berani berinovasi. Pemuda STIESNU, sebagai insan akademis yang berlandaskan nilai-nilai syariah, harus berada di garda terdepan,” ujarnya.
Dr. Subhan secara khusus mengajak seluruh mahasiswa STIESNU Bengkulu untuk menjadi pelopor dalam dua hal: inovasi di bidang ekonomi syariah dan menjadi penjaga moral bangsa.
“Saudara-saudara adalah calon ekonom rabbani. Di tangan kalian, ekonomi syariah harus menjadi solusi atas masalah kemiskinan. Gunakan intelektualitas kalian untuk berkontribusi nyata. Jadilah pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia,” pesan Ketua STIESNU.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di STIESNU Bengkulu berlangsung dengan tertib. Rangkaian acara diisi dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan mahasiswa, dan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan negara.
oleh Samsul Hadi | Okt 23, 2025 | Berita
Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada dimensi pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah dan filantropi Islam. Hari ini, STIESNU Bengkulu secara resmi menyerahkan Zakat Profesi Dosen kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu. Aksi ini menandai penguatan kemitraan strategis yang bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umat di Bengkulu.
Penyerahan zakat profesi dosen tersebut dilaksanakan di kantor BAZNAS Provinsi Bengkulu. Rombongan STIESNU Bengkulu dipimpin langsung oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., didampingi oleh Wakil Ketua II Suharyono, M.E., Wakil Ketua III Yuda S. Kurniawan, M.Pd., serta Pengurus Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) STIESNU Bengkulu. Zakat tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, KH. Romli Ronan, Lc., M.H.
Penyerahan zakat ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban syar’i, namun merupakan manifestasi dari tanggung jawab sosial-akademik (socio-academic responsibility) institusi pendidikan tinggi. Zakat profesi yang dihimpun dari dosen STIESNU Bengkulu diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam program-program pemberdayaan ekonomi dan sosial BAZNAS Provinsi Bengkulu.
Ungkapan Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I: “Filantropi Islam, khususnya zakat, merupakan instrumen fiskal syariah yang memiliki potensi besar dalam mengurangi asimetri kesejahteraan sosial. Penyerahan Zakat Profesi Dosen ini adalah wujud nyata dari internalisasi nilai-nilai ekonomi syariah dan tanggung jawab sosial civitas akademika kami. Kami berharap kemitraan dengan BAZNAS ini dapat menciptakan efek multiplikasi (multiplier effect) melalui program-program yang inovatif dan terukur, sehingga memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi mustahiq dan masyarakat Bengkulu secara luas. Sinergi antara lembaga pendidikan dan lembaga amil zakat adalah kunci untuk mendorong peradaban ekonomi umat yang berkeadilan.”
Ungkapan Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, KH. Romli Ronan, Lc., M.H.: “Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi langkah progresif dari STIESNU Bengkulu. Keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam penyaluran zakat profesi menunjukkan kesadaran kolektif untuk menunaikan rukun Islam yang memiliki dimensi pemberdayaan ekonomi umat. Zakat yang disalurkan ini akan kami kelola secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk mendukung program-program unggulan BAZNAS, khususnya dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Kami berharap kolaborasi ini menjadi model kemitraan yang akan terus diperluas.”
Kerja sama antara STIESNU Bengkulu dan BAZNAS Provinsi Bengkulu ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi juga akan diperluas pada ranah kolaborasi riset, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan pada prinsip tata kelola zakat yang profesional (professional zakat governance) demi mewujudkan kesejahteraan sosial-ekonomi di Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Okt 22, 2025 | Berita
Bengkulu, 22 Oktober 2025 – Jajaran Pimpinan, Dosen, Staf Karyawan, dan Mahasiswa/i Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syari’ah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menunjukkan komitmen kebangsaan dan spiritual dengan berpartisipasi aktif dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025. Kehadiran delegasi STIESNU Bengkulu ini merupakan bentuk implementasi nyata dari spirit keilmuan dan ke-NU-an institusi dalam merespons momentum historis bangsa.
Upacara yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu ini dipusatkan di Pondok Pesantren Sontot Alibasya, Bengkulu, pada Rabu, 22 Oktober 2025. Partisipasi ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi membawa pesan ilmiah dan historis yang mendalam bagi civitas akademika.
Peringatan Hari Santri Nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 merujuk pada peristiwa monumental dikeluarkannya Resolusi Jihad oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Fatwa ulama pendiri Nahdlatul Ulama ini menyerukan kepada umat Islam, khususnya para santri, untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Secara ilmiah, Resolusi Jihad menegaskan sinergi tak terpisahkan antara nasionalisme (cinta tanah air) dan nilai-nilai keagamaan (jihad).
Bagi institusi seperti STIESNU Bengkulu, yang berada di bawah naungan NU, HSN adalah momentum penting untuk:
- Refleksi Intelektual: Menggali kembali khazanah keilmuan pesantren yang selalu relevan, khususnya dalam konteks ekonomi syariah yang tengah dikembangkan.
- Integrasi Keilmuan: Menegaskan bahwa peran santri masa kini melampaui batas-batas tradisional, yakni mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum (ekonomi dan bisnis Islam) untuk menjawab tantangan global dan pembangunan nasional.
- Penguatan Karakter: Memperkuat karakter santri-akademisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama (wasathiyyah Islam), kemandirian, dan disiplin dalam menuntut ilmu.
Dalam keterangannya setelah upacara, Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I, menyampaikan apresiasi dan pandangan strategisnya. “Hari Santri Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan pengakuan negara atas kontribusi historis para ulama dan santri dalam menegakkan pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I.
Beliau melanjutkan, “Bagi STIESNU Bengkulu, esensi Hari Santri adalah meneguhkan Jihad Intelektual. Jika dahulu santri berjuang dengan bambu runcing di medan perang fisik, kini santri di kampus berjuang dengan pena dan riset di medan ilmu pengetahuan. Mahasiswa/i kami, yang merupakan santri-akademisi, memiliki tanggung jawab ganda: menjadi ahli di bidang ekonomi syariah yang berintegritas, sekaligus menjadi penjaga moral dan ideologi bangsa dari ancaman radikalisme dan degradasi moral.”
Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I juga menekankan pentingnya peran santri dalam tema HSN tahun ini (misalnya, Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia). “Santri STIESNU harus menjadi pelopor dalam membangun peradaban ekonomi yang berkeadilan dan Islami, menjadikan Bengkulu sebagai simpul kemajuan ekonomi syariah di Indonesia,” tutupnya.
Partisipasi STIESNU Bengkulu dalam Upacara Hari Santri Nasional 2025 ini mengukuhkan posisi institusi sebagai pusat pengembangan keilmuan ekonomi syariah yang berpijak pada tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah dan semangat nasionalisme yang kuat.