Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Mar 28, 2021 | Berita
stiesnu-bengkulu.ac.id — Dosen muda STIESNU BENGKULU, Heki Hartono, M.Ag sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu masa khidmat 2021-2025. Heki terpilih dalam Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bengkulu yang digelar Minggu (28/3/2021) di aula PW NU Bengkulu.
Aktif sebagai Dosen STIESNU Bengkulu, heki juga aktif diberbagai organisasi salah satunya GP ANSOR yang sekarang diamanahkan sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu. Selain Heki, terdapat 5 bakal calon lainnya yakni Rizal Agusnawan, Oki Saputra, Kamaludin, Bobjuang, Febri. Namun Kelimanya masih terdapat beberapa syarat yang belum terpenuhi, hanya Heki yang memenuhi syarat dan terpilih secara aklamasi.

Heki Hartono bersama Almarhum Panglima Banser Alfa Isnaeni
Heki merupakan seorang Kader Ansor yang berproses dari bawah dan bahkan di daerah perantauan. Ketika menjadi mahasiswa S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra Jakarta Dia telah mengikuti Diklat Terpadu Anshor (DTD) di Jakarta. Selanjutnya pada saat menjadi Mahasiswa S2 Aqidah dan Filsafat Islam kosentrasi Studi Al-Quran dan Hadis di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dia juga pernah mengikuti Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Jakarta dan Susbalan di Yogyakarta. Kedua syarat inilah yang menjadi kekuatan Heki Hartono, M.Ag sehingga terpilih menjadi Ketua GP Ansor Kota Bengkulu masa Khidmat 2021-2025.
Seperti yang diungkapkan oleh Fajri, Pengurus PW GP Ansor Bengkulu,
“Syarat menjadi ketua diantaranya telah mengikuti PKL dan Susbalan,”
Pada acara bersamaan dengan kofercab tersebut, juga dilaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diikuti puluhan kader GP Ansor Kota Bengkulu.
Disisi lain, menanggapi terpilihnya Dosen STIESNU Bengkulu menjadi Ketua GP Anshor Kota Bengkulu, ikut mengundang dukungan dari pihak kampus seperti yang diungkapkan oleh Ketua STIESNU Bengkulu Dr.Pasmah Chandra, M.Pd.
“Saya atas nama pribadi dan civitas akademika STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Bapak Heki Hartono, M.Ag sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu Masa Khidmat 2021 s.d 2025, semoga kedepan GP Ansor Kota Bengkulu lebih baik dan maju, Saya mendukung kepemimpinan Bapak Heki Hartono, M.Ag karena mengenalnya sebagai kader terbaik Kampus dalam berorganisasi di Ansor yang memiliki visi, misi dan kinerja bagus di organisasi sekaligus mempunyai pergerakan menuju yang lebih baik. Pihak kampus mendukung secara penuh, diharapkan dapat mengimbangi peran sebagai seorang dosen dan pimpinan GP ansor Kota Bengkulu tanpa mengeyampingkan salah satu perannya. Ansor ke depan harus kuat, kompak dan berkarakter”.
ANSOR KUAT, KOMPAK dan BERKARAKTER
PENGEN PINTER JANGAN LUPA KULIAH, STIESNU BENGKULU AJA. (GF)
https://pmb.stiesnu-bengkulu.ac.id/
oleh Samsul Hadi | Mar 14, 2021 | Artikel
Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengguncang perekonomian global secara masif. PHK massal, menurunnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya angka kemiskinan menjadi realitas pahit yang harus dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah krisis yang menggerus stabilitas dan keadilan ekonomi ini, muncul pertanyaan: apakah sistem ekonomi yang kita anut selama ini sudah benar-benar berpihak pada rakyat? Salah satu jawaban yang patut dipertimbangkan adalah ekonomi syariah. Bukan hanya karena sistem ini berasal dari ajaran agama, tetapi karena ia menawarkan solusi etis dan berkeadilan yang sangat relevan di tengah situasi darurat seperti pandemi.
- Sistem yang Berbasis Nilai Kemanusiaan
Ekonomi syariah dibangun di atas prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan keseimbangan. Salah satu pilar utamanya adalah larangan riba, yang mencegah praktik pengambilan keuntungan berlebih dari utang. Dalam konteks pandemi, di mana banyak masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sistem tanpa riba ini dapat mengurangi beban finansial mereka. Selain itu, prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah mendorong kerja sama yang adil antara pemilik modal dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan pemberi-peminjam.
- Zakat, Infaq, dan Wakaf: Instrumen Sosial yang Kuat
Salah satu kekuatan ekonomi syariah adalah keberadaan instrumen redistribusi kekayaan seperti zakat, infaq, dan wakaf. Di tengah krisis, instrumen-instrumen ini berperan sebagai ‘safety net’ yang sangat dibutuhkan. Dana zakat dan infaq dapat disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, menyokong UMKM, hingga menyediakan layanan kesehatan gratis. Wakaf produktif bahkan bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah.
- Peran Lembaga Keuangan Syariah
Selama pandemi, banyak lembaga keuangan syariah mengambil langkah yang lebih manusiawi, seperti memberikan relaksasi pembiayaan kepada nasabah terdampak. Tidak sedikit pula yang terlibat dalam gerakan sosial berbasis syariah untuk membantu masyarakat kecil bertahan. Ini membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya teori, tapi juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan nyata.
- Tantangan dan Harapan
Meski memiliki potensi besar, ekonomi syariah masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal literasi masyarakat dan dukungan kebijakan dari pemerintah. Banyak orang masih menganggap ekonomi syariah hanya relevan bagi umat Islam, padahal nilai-nilainya bersifat universal. Oleh karena itu, edukasi publik dan kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan agar sistem ini bisa berkembang lebih luas.
Penutup
Krisis Covid-19 menjadi cermin bahwa sistem ekonomi yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa memperhatikan keadilan akan mudah rapuh saat diterpa guncangan. Ekonomi syariah hadir sebagai alternatif yang tidak hanya stabil secara ekonomi, tetapi juga bermoral dan berpihak pada kemanusiaan. Di saat dunia mencari jalan keluar dari krisis, mungkin sudah saatnya kita melirik kembali sistem yang bukan hanya masuk akal, tetapi juga berkeadilan.
Oleh: Intan Purnama Sari
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah TIESNU Bengkulu
oleh Samsul Hadi | Mar 12, 2021 | Berita
Bengkulu, mamasuki semester genap tahun akademik 2020/2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar rapat akademik jumat (12/03/2021)
Rapat dilaksanakan di Gedung Pertemuan STIESNU Bengkulu yang di hadiri oleh Pimpinan STIESNU, KTU, Kepala Unit Perlindungan Lembaga STIESNU, Ka. Prodi dan seluruh Dosen STIESNU Bengkulu.
Rapat di pimpin oleh Wakil Ketua Bidang Akademik Dodi Isran, M.Pd.Mat. Dalam arahannya beliau menekankan kepada seluruh Civitas Akademika STIESNU Bengkulu, untuk tetap menjaga dan patuh pada penerapan Protokol Kesehatan.
Agenda rapat ini lebih menekankan kepada waktu pelaksanaan perkuliahan, pembagian tugas dosen serta membahas hal-hal yang di anggap penting.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan agar seluruh dosen STIESNU Bengkulu dapat melaksanakan tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu melaksanakan tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat. Dengan begitu seorang dosen selalu melaksanakan tugas secara profesional.
“Kedepan, bagaimana Dosen STIESNU Bengkulu mencoba terus berbenah diri dalam upaya melengkapi administrasi pengajaran. Saling bekerja sama antar dosen, prodi, maupun dengan pimpinan lainnya”. Ungkap Waka 1.
“Kita terus belajar dengan para senior, yang memang mereka sangat disiplin, jangan sampai kita dosen muda, tidak mampu mengikuti langkah para dosen senior kita”. Lanjut beliau.
Wakil Ketua 1 STIESNU Bengkulu menekan kan kepada seluruh Dosen yang mengampu mata kuliah untuk menggunakan Modul hasil karya sendiri. Dengan modul yang di hasilkan itu, maka para dosen bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Disamping itu, modul tersebut dapat di manfaatkan untuk melengkapi point agreditasi prodi maupun kampus. Jika dosen tidak memiliki hal yang demikian maka Point Borang tidak bisa di lengkapi. Tambah pak Dodi,
Hal yang terpenting juga yang harus di ketahui oleh para dosen, agar selalu melakukan pengembangan diri, menulis lah, dengan banyak menulis secara perlahan kompetensi diri seorang dosen terus terasah dan berkembang.
“Jika Perlu, Dosen STIESNU Bengkulu mampu menerbitkan karya tulis dalam berbagai bentuk, mulai dari artikel yang di terbitkan di journal, Modul sebagai acuan dalam pengajaran, dan bahkan bisa menerbitkan buku.” Harap pak Dodi
Antar dosen juga bisa memanfaatkan kerjasama dan berkolaborasi dalam hal editor. Editor sebuah buku adalah hal sangat penting, karena tidak mungkin buku atau tulisan lainnya di terbitkan sebelum di review oleh editor.
Wakil Ketua II Bidang Keuangan Pak Elman Johari, M.HI menambahkan bahwa setiap dosen harus memiliki bahan ajar, jangan sampai Dosen yang mengajar di ruangan tidak memiliki bahan ajar.
Karena bahan ajar itu merupakan hal yang sangat pokok dalam pengajaran, karena hal itu lah kita bisa melakukan tugas kita sebagai pengajar. Tanpa itu, maka kita tidak bisa melakukan apa-apa.(Hairi)
oleh Samsul Hadi | Feb 27, 2021 | Berita
Bengkulu-Sabtu, 27 Februari 2021 STIESNU Bengkulu panen kader muda melalui ujian skripsi perdana. Setidaknya ada 5 peserta ujian dan 20 Penguji yang dilaksanakan hari ini secara tatap muka. Pelaksanaan ujian secara tatap muka ini sesuai dengan himbauan dari kampus dalam surat edaran Nomor 269/STIESNU.BKL/II/2021 yang salah satu poinnya adalah penyelenggaraan ujian skripsi Ekonomi Syariah STIESNU Bengkulu tahun ajaran 2020/2021 dengan protokol kesehatan yang ketat.
Saat dikonfirmasi, Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Pasmah Chandra, M.Pd.I menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian munaqasyah perdana STIESNU Bengkulu ini telah disepakati dengan pelaksanaan secara tatap muka dan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan:
“Alhamdulillah perjuangan panjang mahasiswa kami sejak tahun 2016, pada hari ini merupakan puncak perjuangan mereka dan telah melaksanakan ujian skripsi dan dinyatakan lulus serta mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE). Juga telah mengundang para penguji baik dari kalangan internal maupun eksternal kampus, dan tetap dalam pantauan dan perhatian prokes secara ketat”.
Untuk sidang munaqasyah pada sesi kedua di hari yang sama juga dihadiri oleh Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin M., M.Ag., MH. Hal ini menjadi contoh dan langkah awal Program Studi S1 PBS dan EKIS untuk selalu mengedepankan layanan terhadap mahasiswanya selama wabah pandemi Covid-19 ini dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan dengan ketat.
oleh Samsul Hadi | Feb 7, 2021 | Berita
STIESNU Bengkulu Mengikuti Pengukuhan Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) Kopertais Wilayah VII SUMBAGSEL yang dilaksanakan pada Minggu, 7 Februari 2021 berlokasi di Griya Agung Palembang.
Acara ini dihadiri oleh Bapak H. Herman Deru selaku Gubernul Sumatera Selatan, Dr. H. Zainal Berlian, S.H.M.M., D.B.A sebagai Panitia Forum Rektor / Ketua PTKIS serta Pergunu Sumatera selatan.
Dr. Pasmah Chandra. M. Pd.i sebagai Ketua STIESNU Bengkulu hadir dan turut serta. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap Rektor atau Kepala Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) yang berada pada lingkup Kopertais Wilayah VII SUMBAGSEL.
Dalam acara ini juga dilaksanakan Sarasehan PERGUNU yang Mengusung tema “Upaya Meningkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi tenaga Pendidik (Guru dan Dosen) non PNS dalam Perspektif Regulasi”
Acara ini dilaksanakan sebagai sebuah upaya untuk menjaga keeratan dan kerjasama serta sinergi sebagai sebuah lembaga pendidikan baik dari tingkat SD/MI hingga Perguruan Tinggi. Serta dapat menghadapi tantangan kedepan dalam dinamika dunia Pendidikan.