Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
Dosen STIESNU Bengkulu Hadir Sebagai Pemateri dalam Muktamar Pemikir PMII

Dosen STIESNU Bengkulu Hadir Sebagai Pemateri dalam Muktamar Pemikir PMII

STIESNU Bengkulu – Dosen STIESNU Bengkulu dipastikan menghadiri acara Muktamar Pemikir PMII yang digelar untuk pertama kalinya oleh Forum Dosen Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), pada hari Senin sampai Selasa.

Dialog interaktif dalam muktamar Pemikir PMII se-Indonesia merupakan sebuah inovasi dalam hal pengelolaan aspirasi. Adapun Dosen yang sekaligus menjadi pemateri dalam pertemuan Pemikir PMII di UIN SATU Tulungagung adalah Prof. Dr. H. Sirajuddin, M.Ag, M.H (Pembina STIESNU Bengkulu), Arif Rahman Hakim, Ph.D (Ketua Senat STIESNU Bengkulu), Dr. Zubaedi, M.Ag (Sekretaris PWNU Bengkulu), Subhan, M.H.I (Ketua IKA PMII Bengkulu sekaligus Dosen STIESNU).

Pembukaan acara Muktamar Pemikiran PMII itu dilaksanakan dan dibuka secara daring dan luring. Sebagian alumni yang kini aktif dalam panggung perpolitikan nasional hadir langsung di sesi pembukaan maupun rangkaian seminar nasional yang telah dijadwalkan.

Dengan adanya kegiatan Muktamar Pemikir PMII ini memberikan warna dan membentuk tatanan perubahan zaman. Dalam setiap perubahan, pergerakan mahasiswa menjadi medan magnet perjuangan yang terus menyala tanpa henti. Semangat pergerakan mahasiswa tersebut bahkan menjadi motor penggerak untuk terus berjuang di tengah tuntutan dan tekanan perubahan yang semakin deras dan menguat. Pada fase itulah, jiwa dan identitas mahasiswa semakin menguat dan tidak lentur oleh zaman. Justru ia hadir menjadi aktor perubahan zaman. PMII Komisariat STIESNU Bengkulu sebagai organisasi pergerakan mahasiswa konsisten mengawal misi penting itu, dengan secara terus menerus melahirkan kader-kader handal berkarakter idealisme, sikap kritis dan berjuang tanpa henti dalam mengawal perubahan.

Sebagaimana yang disampaikan Ketua Panitia Muktamar Pemikiran Dosen PMII Prof Dr M Noor Harisudin MFil I, bahwa ada dua tujuan penyelenggaraan muktamar yang akan diikuti para intelektual itu. Pertama konsolidasi dosen se-Indonesia untuk menjadi energi baru menuju Indonesia maju, dan kedua adalah untuk merekomendasikan peta jalan (roadmap) gerakan pemikiran dosen se-Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.(SH)


Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
Dosen STIESNU Bengkulu Hadir Sebagai Pemateri dalam Muktamar Pemikir PMII

Selamat dan Sukses, Dosen STIESNU Bengkulu terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat

STIESNU Bengkulu (04/04/21)- Ketua dan seluruh jajaran dosen/staf STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat kepada Wakil Ketua I (Bidang Akademik) STIESNU, Bapak Dodi Isran, M.Pd.Mat yang telah terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat di bawah naungan Kementrian Agama Islam Republik Indonesia.

“Saya Ketua STIESNU Bengkulu mewakili seluruh dosen dan staf STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat kepada Waka I Bapak Dodi Isran, M.Pd.Mat, saat ini kampus kita sudah mampu bersaing dengan kampus PTKIN dan PTKIS lainnya. Terbukti bisa terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat skala nasional. Mudah-mudahan kedepan dosen-dosen lain bisa ikut. STIESNU Bengkulu siap membangun peradaban di Bengkulu”.

Terpilihnya STIESNU Bengkulu sebagai peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat bukan kali pertama, sebelumnya STIESNU Bengkulu juga terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Ketua STIESNU Bengkulu sendiri Dr. Pasmah Chandra, M.Pd.I pada tahun 2020 lalu.

Peserta yang terpilih sebagai Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat sebagaimana ditetapkan dalam surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam B-959.1/DJ.I/Dt.I.III/KP.02.3/04/2021. Kegiatan pembukaan dan kontrak belajar Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat akan dilaksanakan sesuai secara daring dan dengan jadwal yang ditentukan.


Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
Dosen STIESNU Bengkulu Hadir Sebagai Pemateri dalam Muktamar Pemikir PMII

DOSEN MUDA STIESNU BENGKULU PIMPIN PC GP ANSOR KOTA BENGKULU

stiesnu-bengkulu.ac.id — Dosen muda STIESNU BENGKULU, Heki Hartono, M.Ag sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu masa khidmat 2021-2025. Heki terpilih dalam Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bengkulu yang digelar Minggu (28/3/2021) di aula PW NU Bengkulu.

Aktif sebagai Dosen STIESNU Bengkulu, heki juga aktif diberbagai organisasi salah satunya GP ANSOR yang sekarang diamanahkan sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu. Selain Heki, terdapat 5 bakal calon lainnya yakni Rizal Agusnawan, Oki Saputra, Kamaludin, Bobjuang, Febri. Namun Kelimanya masih terdapat beberapa syarat yang belum terpenuhi, hanya Heki yang memenuhi syarat dan terpilih secara aklamasi.

Heki Hartono bersama Almarhum Panglima Banser Alfa Isnaeni

Heki merupakan seorang Kader Ansor yang berproses dari bawah dan bahkan di daerah perantauan. Ketika menjadi mahasiswa S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra Jakarta Dia telah mengikuti Diklat Terpadu Anshor (DTD) di Jakarta. Selanjutnya pada saat menjadi Mahasiswa S2 Aqidah dan Filsafat Islam kosentrasi Studi Al-Quran dan Hadis di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dia juga pernah mengikuti Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Jakarta dan Susbalan di Yogyakarta. Kedua syarat inilah yang menjadi kekuatan Heki Hartono, M.Ag sehingga terpilih menjadi Ketua GP Ansor Kota Bengkulu masa Khidmat 2021-2025.

Seperti yang diungkapkan oleh Fajri, Pengurus PW GP Ansor Bengkulu,

Syarat menjadi ketua diantaranya telah mengikuti PKL dan Susbalan,”

Pada acara bersamaan dengan kofercab tersebut, juga dilaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diikuti puluhan kader GP Ansor Kota Bengkulu.

Disisi lain, menanggapi terpilihnya Dosen STIESNU Bengkulu menjadi Ketua GP Anshor Kota Bengkulu, ikut mengundang dukungan dari pihak kampus seperti yang diungkapkan oleh Ketua STIESNU Bengkulu Dr.Pasmah Chandra, M.Pd.

Saya atas nama pribadi dan civitas akademika STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Bapak Heki Hartono, M.Ag sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu Masa Khidmat 2021 s.d 2025, semoga kedepan GP Ansor Kota Bengkulu lebih baik dan maju, Saya mendukung kepemimpinan Bapak Heki Hartono, M.Ag karena mengenalnya sebagai kader terbaik Kampus dalam berorganisasi di Ansor yang memiliki visi, misi dan kinerja bagus di organisasi sekaligus mempunyai pergerakan menuju yang lebih baik. Pihak kampus mendukung secara penuh, diharapkan dapat mengimbangi peran sebagai seorang dosen dan pimpinan GP ansor Kota Bengkulu tanpa mengeyampingkan salah satu perannya. Ansor ke depan harus kuat, kompak dan berkarakter”.

ANSOR KUAT, KOMPAK dan BERKARAKTER

PENGEN PINTER JANGAN LUPA KULIAH, STIESNU BENGKULU AJA. (GF)

https://pmb.stiesnu-bengkulu.ac.id/

Ekonomi Syariah: Solusi Etis di Tengah Krisis Wabah Covid-19

Ekonomi Syariah: Solusi Etis di Tengah Krisis Wabah Covid-19

Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengguncang perekonomian global secara masif. PHK massal, menurunnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya angka kemiskinan menjadi realitas pahit yang harus dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah krisis yang menggerus stabilitas dan keadilan ekonomi ini, muncul pertanyaan: apakah sistem ekonomi yang kita anut selama ini sudah benar-benar berpihak pada rakyat? Salah satu jawaban yang patut dipertimbangkan adalah ekonomi syariah. Bukan hanya karena sistem ini berasal dari ajaran agama, tetapi karena ia menawarkan solusi etis dan berkeadilan yang sangat relevan di tengah situasi darurat seperti pandemi.

  1. Sistem yang Berbasis Nilai Kemanusiaan

Ekonomi syariah dibangun di atas prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan keseimbangan. Salah satu pilar utamanya adalah larangan riba, yang mencegah praktik pengambilan keuntungan berlebih dari utang. Dalam konteks pandemi, di mana banyak masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sistem tanpa riba ini dapat mengurangi beban finansial mereka. Selain itu, prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah mendorong kerja sama yang adil antara pemilik modal dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan pemberi-peminjam.

  1. Zakat, Infaq, dan Wakaf: Instrumen Sosial yang Kuat

Salah satu kekuatan ekonomi syariah adalah keberadaan instrumen redistribusi kekayaan seperti zakat, infaq, dan wakaf. Di tengah krisis, instrumen-instrumen ini berperan sebagai ‘safety net’ yang sangat dibutuhkan. Dana zakat dan infaq dapat disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, menyokong UMKM, hingga menyediakan layanan kesehatan gratis. Wakaf produktif bahkan bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah.

  1. Peran Lembaga Keuangan Syariah

Selama pandemi, banyak lembaga keuangan syariah mengambil langkah yang lebih manusiawi, seperti memberikan relaksasi pembiayaan kepada nasabah terdampak. Tidak sedikit pula yang terlibat dalam gerakan sosial berbasis syariah untuk membantu masyarakat kecil bertahan. Ini membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya teori, tapi juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

  1. Tantangan dan Harapan

Meski memiliki potensi besar, ekonomi syariah masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal literasi masyarakat dan dukungan kebijakan dari pemerintah. Banyak orang masih menganggap ekonomi syariah hanya relevan bagi umat Islam, padahal nilai-nilainya bersifat universal. Oleh karena itu, edukasi publik dan kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan agar sistem ini bisa berkembang lebih luas.

Penutup

Krisis Covid-19 menjadi cermin bahwa sistem ekonomi yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa memperhatikan keadilan akan mudah rapuh saat diterpa guncangan. Ekonomi syariah hadir sebagai alternatif yang tidak hanya stabil secara ekonomi, tetapi juga bermoral dan berpihak pada kemanusiaan. Di saat dunia mencari jalan keluar dari krisis, mungkin sudah saatnya kita melirik kembali sistem yang bukan hanya masuk akal, tetapi juga berkeadilan.

Oleh: Intan Purnama Sari
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah TIESNU Bengkulu

Rapat Akademik: Dosen STIESNU Bengkulu, dituntut Lakukan Pengembangan Diri

Bengkulu, mamasuki semester genap tahun akademik 2020/2021 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar rapat akademik jumat (12/03/2021)

Rapat dilaksanakan di Gedung Pertemuan STIESNU Bengkulu yang di hadiri oleh Pimpinan STIESNU, KTU, Kepala Unit Perlindungan Lembaga STIESNU, Ka. Prodi dan seluruh Dosen STIESNU Bengkulu.

Rapat di pimpin oleh Wakil Ketua Bidang Akademik Dodi Isran, M.Pd.Mat. Dalam arahannya beliau menekankan kepada seluruh Civitas Akademika STIESNU Bengkulu, untuk tetap menjaga dan patuh pada penerapan Protokol Kesehatan.

Agenda rapat ini lebih menekankan kepada waktu pelaksanaan perkuliahan, pembagian tugas dosen serta membahas hal-hal yang di anggap penting.

Dalam arahannya, beliau menyampaikan agar seluruh dosen STIESNU Bengkulu dapat melaksanakan tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu melaksanakan tugas pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat. Dengan begitu seorang dosen selalu melaksanakan tugas secara profesional.

“Kedepan, bagaimana Dosen STIESNU Bengkulu mencoba terus berbenah diri dalam upaya melengkapi administrasi pengajaran. Saling bekerja sama antar dosen, prodi, maupun dengan pimpinan lainnya”. Ungkap Waka 1.

“Kita terus belajar dengan para senior, yang memang mereka sangat disiplin, jangan sampai kita dosen muda, tidak mampu mengikuti langkah para dosen senior kita”. Lanjut beliau.

Wakil Ketua 1 STIESNU Bengkulu menekan kan kepada seluruh Dosen yang mengampu mata kuliah untuk menggunakan Modul hasil karya sendiri. Dengan modul yang di hasilkan itu, maka para dosen bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Disamping itu, modul tersebut dapat di manfaatkan untuk melengkapi point agreditasi prodi maupun kampus. Jika dosen tidak memiliki hal yang demikian maka Point Borang tidak bisa di lengkapi. Tambah pak Dodi,

Hal yang terpenting juga yang harus di ketahui oleh para dosen, agar selalu melakukan pengembangan diri, menulis lah, dengan banyak menulis secara perlahan kompetensi diri seorang dosen terus terasah dan berkembang.

“Jika Perlu, Dosen STIESNU Bengkulu mampu menerbitkan karya tulis dalam berbagai bentuk, mulai dari artikel yang di terbitkan di journal, Modul sebagai acuan dalam pengajaran, dan bahkan bisa menerbitkan buku.” Harap pak Dodi

Antar dosen juga bisa memanfaatkan kerjasama dan berkolaborasi dalam hal editor. Editor sebuah buku adalah hal sangat penting, karena tidak mungkin buku atau tulisan lainnya di terbitkan sebelum di review oleh editor.

Wakil Ketua II Bidang Keuangan Pak Elman Johari, M.HI menambahkan bahwa setiap dosen harus memiliki bahan ajar, jangan sampai Dosen yang mengajar di ruangan tidak memiliki bahan ajar.

Karena bahan ajar itu merupakan hal yang sangat pokok dalam pengajaran, karena hal itu lah kita bisa melakukan tugas kita sebagai pengajar. Tanpa itu, maka kita tidak bisa melakukan apa-apa.(Hairi)