Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Apr 9, 2021 | Berita
STIESNU Bengkulu – Forum PTKIS wil. 7 Sumbagsel Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas Perguruan Tinggi khususnya dalam hal Akreditasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyelenggaraan Workshop Klinik AIPT Menuju PTKIS Unggul di Kopertais VII Wilayah Sumbangsel Palembang pada Kamis, 08-10 April 2021.
Sehubungan dengan surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia Nomor: B-983/DJ.I/DT.I.III/HM.01/04/2021 perihal undangan Klinik Akrediasi AIPT, STIESNU Bengkulu hadir dengan dua peserta yaitu Dodi Isran, M.Pd.Mat (Waka I: Akademik), dan Elman Johari, M.H.I (Waka II: Administrasi).
“Acara ini kita ikuti karena sangat penting dalam rangka salah satu upaya untuk peningkatan mutu kampus STIESNU Bengkulu agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat luas. Juga ada materi penting terkait proses perubahan instrumen borang akreditasi yang sudah tentu memerlukan penyesuaian yang harus kita pelajari bersama”, ungkap Dodi Isran selaku perwakilan peserta Workshop dari STIESNU Bengkulu.
Dalam wokhsop tersebut panitia menghadirkan sejumlah pembicara yang ahli pada bidangnya baik sebagai Kelembagaan ataupun pejabat structural. Prof. Dr. Suyitno, M.Ag (Direktur Diktis Kemenag RI) hadir sekaligus membuka acara workshop secara langsung, Dari kalangan Kelembagaan ada Prof. Risa’n Rusli,MA, dan Dr. Asaril Muhajir, M.Ag dari Kasi Penjaminan Mutu. (SH)

Foto Dodi Isran dan Elman Johari bersama bapak Dr. Asaril Muhajir, M.Ag



Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Apr 5, 2021 | Berita
STIESNU Bengkulu – Dosen STIESNU Bengkulu dipastikan menghadiri acara Muktamar Pemikir PMII yang digelar untuk pertama kalinya oleh Forum Dosen Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), pada hari Senin sampai Selasa.
Dialog interaktif dalam muktamar Pemikir PMII se-Indonesia merupakan sebuah inovasi dalam hal pengelolaan aspirasi. Adapun Dosen yang sekaligus menjadi pemateri dalam pertemuan Pemikir PMII di UIN SATU Tulungagung adalah Prof. Dr. H. Sirajuddin, M.Ag, M.H (Pembina STIESNU Bengkulu), Arif Rahman Hakim, Ph.D (Ketua Senat STIESNU Bengkulu), Dr. Zubaedi, M.Ag (Sekretaris PWNU Bengkulu), Subhan, M.H.I (Ketua IKA PMII Bengkulu sekaligus Dosen STIESNU).

Pembukaan acara Muktamar Pemikiran PMII itu dilaksanakan dan dibuka secara daring dan luring. Sebagian alumni yang kini aktif dalam panggung perpolitikan nasional hadir langsung di sesi pembukaan maupun rangkaian seminar nasional yang telah dijadwalkan.
Dengan adanya kegiatan Muktamar Pemikir PMII ini memberikan warna dan membentuk tatanan perubahan zaman. Dalam setiap perubahan, pergerakan mahasiswa menjadi medan magnet perjuangan yang terus menyala tanpa henti. Semangat pergerakan mahasiswa tersebut bahkan menjadi motor penggerak untuk terus berjuang di tengah tuntutan dan tekanan perubahan yang semakin deras dan menguat. Pada fase itulah, jiwa dan identitas mahasiswa semakin menguat dan tidak lentur oleh zaman. Justru ia hadir menjadi aktor perubahan zaman. PMII Komisariat STIESNU Bengkulu sebagai organisasi pergerakan mahasiswa konsisten mengawal misi penting itu, dengan secara terus menerus melahirkan kader-kader handal berkarakter idealisme, sikap kritis dan berjuang tanpa henti dalam mengawal perubahan.
Sebagaimana yang disampaikan Ketua Panitia Muktamar Pemikiran Dosen PMII Prof Dr M Noor Harisudin MFil I, bahwa ada dua tujuan penyelenggaraan muktamar yang akan diikuti para intelektual itu. Pertama konsolidasi dosen se-Indonesia untuk menjadi energi baru menuju Indonesia maju, dan kedua adalah untuk merekomendasikan peta jalan (roadmap) gerakan pemikiran dosen se-Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.(SH)
Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Apr 4, 2021 | Berita
STIESNU Bengkulu (04/04/21)- Ketua dan seluruh jajaran dosen/staf STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat kepada Wakil Ketua I (Bidang Akademik) STIESNU, Bapak Dodi Isran, M.Pd.Mat yang telah terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat di bawah naungan Kementrian Agama Islam Republik Indonesia.
“Saya Ketua STIESNU Bengkulu mewakili seluruh dosen dan staf STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat kepada Waka I Bapak Dodi Isran, M.Pd.Mat, saat ini kampus kita sudah mampu bersaing dengan kampus PTKIN dan PTKIS lainnya. Terbukti bisa terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat skala nasional. Mudah-mudahan kedepan dosen-dosen lain bisa ikut. STIESNU Bengkulu siap membangun peradaban di Bengkulu”.
Terpilihnya STIESNU Bengkulu sebagai peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat bukan kali pertama, sebelumnya STIESNU Bengkulu juga terpilih sebagai Peserta Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Ketua STIESNU Bengkulu sendiri Dr. Pasmah Chandra, M.Pd.I pada tahun 2020 lalu.
Peserta yang terpilih sebagai Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat sebagaimana ditetapkan dalam surat keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam B-959.1/DJ.I/Dt.I.III/KP.02.3/04/2021. Kegiatan pembukaan dan kontrak belajar Shortcourse Pengabdian kepada Masyarakat akan dilaksanakan sesuai secara daring dan dengan jadwal yang ditentukan.

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Mar 28, 2021 | Berita
stiesnu-bengkulu.ac.id — Dosen muda STIESNU BENGKULU, Heki Hartono, M.Ag sebagai kader Gerakan Pemuda Ansor terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu masa khidmat 2021-2025. Heki terpilih dalam Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bengkulu yang digelar Minggu (28/3/2021) di aula PW NU Bengkulu.
Aktif sebagai Dosen STIESNU Bengkulu, heki juga aktif diberbagai organisasi salah satunya GP ANSOR yang sekarang diamanahkan sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu. Selain Heki, terdapat 5 bakal calon lainnya yakni Rizal Agusnawan, Oki Saputra, Kamaludin, Bobjuang, Febri. Namun Kelimanya masih terdapat beberapa syarat yang belum terpenuhi, hanya Heki yang memenuhi syarat dan terpilih secara aklamasi.

Heki Hartono bersama Almarhum Panglima Banser Alfa Isnaeni
Heki merupakan seorang Kader Ansor yang berproses dari bawah dan bahkan di daerah perantauan. Ketika menjadi mahasiswa S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra Jakarta Dia telah mengikuti Diklat Terpadu Anshor (DTD) di Jakarta. Selanjutnya pada saat menjadi Mahasiswa S2 Aqidah dan Filsafat Islam kosentrasi Studi Al-Quran dan Hadis di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Dia juga pernah mengikuti Pelatihan Kader Lanjut (PKL) di Jakarta dan Susbalan di Yogyakarta. Kedua syarat inilah yang menjadi kekuatan Heki Hartono, M.Ag sehingga terpilih menjadi Ketua GP Ansor Kota Bengkulu masa Khidmat 2021-2025.
Seperti yang diungkapkan oleh Fajri, Pengurus PW GP Ansor Bengkulu,
“Syarat menjadi ketua diantaranya telah mengikuti PKL dan Susbalan,”
Pada acara bersamaan dengan kofercab tersebut, juga dilaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diikuti puluhan kader GP Ansor Kota Bengkulu.
Disisi lain, menanggapi terpilihnya Dosen STIESNU Bengkulu menjadi Ketua GP Anshor Kota Bengkulu, ikut mengundang dukungan dari pihak kampus seperti yang diungkapkan oleh Ketua STIESNU Bengkulu Dr.Pasmah Chandra, M.Pd.
“Saya atas nama pribadi dan civitas akademika STIESNU Bengkulu mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan kepada Bapak Heki Hartono, M.Ag sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Bengkulu Masa Khidmat 2021 s.d 2025, semoga kedepan GP Ansor Kota Bengkulu lebih baik dan maju, Saya mendukung kepemimpinan Bapak Heki Hartono, M.Ag karena mengenalnya sebagai kader terbaik Kampus dalam berorganisasi di Ansor yang memiliki visi, misi dan kinerja bagus di organisasi sekaligus mempunyai pergerakan menuju yang lebih baik. Pihak kampus mendukung secara penuh, diharapkan dapat mengimbangi peran sebagai seorang dosen dan pimpinan GP ansor Kota Bengkulu tanpa mengeyampingkan salah satu perannya. Ansor ke depan harus kuat, kompak dan berkarakter”.
ANSOR KUAT, KOMPAK dan BERKARAKTER
PENGEN PINTER JANGAN LUPA KULIAH, STIESNU BENGKULU AJA. (GF)
https://pmb.stiesnu-bengkulu.ac.id/
oleh Samsul Hadi | Mar 14, 2021 | Artikel
Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang sektor kesehatan, tetapi juga mengguncang perekonomian global secara masif. PHK massal, menurunnya daya beli masyarakat, serta meningkatnya angka kemiskinan menjadi realitas pahit yang harus dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah krisis yang menggerus stabilitas dan keadilan ekonomi ini, muncul pertanyaan: apakah sistem ekonomi yang kita anut selama ini sudah benar-benar berpihak pada rakyat? Salah satu jawaban yang patut dipertimbangkan adalah ekonomi syariah. Bukan hanya karena sistem ini berasal dari ajaran agama, tetapi karena ia menawarkan solusi etis dan berkeadilan yang sangat relevan di tengah situasi darurat seperti pandemi.
- Sistem yang Berbasis Nilai Kemanusiaan
Ekonomi syariah dibangun di atas prinsip-prinsip keadilan, transparansi, dan keseimbangan. Salah satu pilar utamanya adalah larangan riba, yang mencegah praktik pengambilan keuntungan berlebih dari utang. Dalam konteks pandemi, di mana banyak masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sistem tanpa riba ini dapat mengurangi beban finansial mereka. Selain itu, prinsip bagi hasil dalam ekonomi syariah mendorong kerja sama yang adil antara pemilik modal dan pelaku usaha, bukan sekadar hubungan pemberi-peminjam.
- Zakat, Infaq, dan Wakaf: Instrumen Sosial yang Kuat
Salah satu kekuatan ekonomi syariah adalah keberadaan instrumen redistribusi kekayaan seperti zakat, infaq, dan wakaf. Di tengah krisis, instrumen-instrumen ini berperan sebagai ‘safety net’ yang sangat dibutuhkan. Dana zakat dan infaq dapat disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, menyokong UMKM, hingga menyediakan layanan kesehatan gratis. Wakaf produktif bahkan bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang untuk fasilitas publik seperti rumah sakit dan sekolah.
- Peran Lembaga Keuangan Syariah
Selama pandemi, banyak lembaga keuangan syariah mengambil langkah yang lebih manusiawi, seperti memberikan relaksasi pembiayaan kepada nasabah terdampak. Tidak sedikit pula yang terlibat dalam gerakan sosial berbasis syariah untuk membantu masyarakat kecil bertahan. Ini membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak hanya teori, tapi juga dapat diimplementasikan dalam kebijakan nyata.
- Tantangan dan Harapan
Meski memiliki potensi besar, ekonomi syariah masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal literasi masyarakat dan dukungan kebijakan dari pemerintah. Banyak orang masih menganggap ekonomi syariah hanya relevan bagi umat Islam, padahal nilai-nilainya bersifat universal. Oleh karena itu, edukasi publik dan kolaborasi antar lembaga sangat diperlukan agar sistem ini bisa berkembang lebih luas.
Penutup
Krisis Covid-19 menjadi cermin bahwa sistem ekonomi yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa memperhatikan keadilan akan mudah rapuh saat diterpa guncangan. Ekonomi syariah hadir sebagai alternatif yang tidak hanya stabil secara ekonomi, tetapi juga bermoral dan berpihak pada kemanusiaan. Di saat dunia mencari jalan keluar dari krisis, mungkin sudah saatnya kita melirik kembali sistem yang bukan hanya masuk akal, tetapi juga berkeadilan.
Oleh: Intan Purnama Sari
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah TIESNU Bengkulu