oleh Nurul Hidayah | Jul 29, 2026 | Berita
Bengkulu Tengah, Rabu (29 Juli 2026) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Desa Tahun 2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (29/7/2026). “KKN Berbasis Desa: Mengangkat Misi Berdampak untuk Desa”, program ini menjadi wujud nyata komitmen STIESNU Bengkulu dalam menghadirkan pengabdian yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan pelepasan dilaksanakan sebagai awal pengabdian mahasiswa di tiga desa yang berada di wilayah Kecamatan Pondok Kubang. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, pendidikan, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Acara dihadiri oleh Camat Pondok Kubang, Sekretaris Camat, para Kepala Desa dari desa lokasi KKN beserta perangkat desa, jajaran Kantor Camat Pondok Kubang, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN STIESNU Bengkulu, panitia pelaksana KKN, serta segenap dosen STIESNU Bengkulu.
Mahasiswa Harus Menjadi Solusi di Tengah Masyarakat
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kepedulian sosial.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan momentum bagi mahasiswa untuk hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kami berharap seluruh peserta KKN mampu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta menghadirkan program-program yang benar-benar berdampak bagi desa.”
Beliau juga menegaskan bahwa konsep KKN Berbasis Desa yang diusung STIESNU Bengkulu diarahkan pada pembangunan yang partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan agar hasil pengabdian dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan KKN tidak diukur dari lamanya mahasiswa berada di desa, tetapi dari manfaat yang mampu ditinggalkan. Jadikan desa sebagai ruang belajar, masyarakat sebagai guru kehidupan, dan pengabdian sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai keilmuan serta pengabdian kepada bangsa.”

Sementara itu, Camat Pondok Kubang menyampaikan apresiasi kepada STIESNU Bengkulu yang telah mempercayakan wilayah Kecamatan Pondok Kubang sebagai lokasi pelaksanaan KKN Berbasis Desa.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan menjadi energi baru dalam mendukung berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah desa.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa STIESNU Bengkulu. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat sehingga setiap program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.”
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam menciptakan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, serta penguatan potensi lokal.
Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pelepasan KKN Berbasis Desa Tahun 2026 ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. STIESNU Bengkulu berharap melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat, mahasiswa mampu menghadirkan program-program inovatif yang memberikan dampak nyata serta memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dengan semangat “Mengangkat Misi Berdampak untuk Desa”, mahasiswa STIESNU Bengkulu diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan semangat kolaborasi dalam membangun masyarakat menuju desa yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.
oleh Nurul Hidayah | Jul 29, 2026 | Berita
Bengkulu, 28 Juli 2026– Sebanyak 103 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu resmi melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berbasis Desa Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Melalui KKN Berbasis Desa, mahasiswa akan diterjunkan ke berbagai desa untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai elemen lainnya dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi lokal, mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada, serta menghadirkan solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua STIESNU Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sikap tanggung jawab, semangat gotong royong, dan kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan.
Program KKN Berbasis Desa Tahun 2026 mengusung semangat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti edukasi ekonomi syariah, penguatan usaha mikro dan UMKM, literasi keuangan, pendampingan administrasi desa, pemberdayaan pemuda, serta kegiatan sosial dan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.
Dengan keterlibatan 103 mahasiswa, STIESNU Bengkulu berharap program KKN tahun ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan menjadi mitra strategis dalam mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan potensi desa menuju masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
### Tentang STIESNU Melawi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu merupakan perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Program Kuliah Kerja Nyata menjadi salah satu bentuk nyata komitmen institusi dalam mendukung pembangunan masyarakat dan penguatan kapasitas desa.
oleh Nurul Hidayah | Jul 16, 2026 | Berita
Bengkulu, 16 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bertajuk “Fostering Children’s Resilience in the Digital Era: Cross-Cultural Perspectives on Early Childhood Character and Religious Development” yang berlangsung di Aula STIESNU Bengkulu, Kamis (16/7).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah STIESNU Bengkulu ini menghadirkan akademisi internasional, Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. dari Carthage College, Wisconsin, United States, sebagai keynote speaker. Kuliah pakar tersebut diikuti oleh dosen, mahasiswa, guru PAUD, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya membangun kecerdasan intelektual anak, tetapi juga memperkuat karakter, nilai-nilai moral, serta ketahanan mental mereka agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.
“Anak-anak hari ini hidup dalam dunia yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Teknologi memberikan banyak peluang, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak sedikit. Karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan,” ujar Dr. Subhan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Dr. Melanie Nyof di STIESNU Bengkulu sebagai bentuk nyata semakin terbukanya ruang kolaborasi internasional yang memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Bengkulu.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut Prof. Dr. Melanie Nyof di STIESNU Bengkulu. Kehadiran beliau menjadi kesempatan berharga bagi dosen, mahasiswa, dan para pendidik untuk memperoleh perspektif global mengenai pendidikan anak usia dini. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. menekankan pentingnya membangun resiliensi (ketahanan diri) anak sejak usia dini melalui penguatan karakter, lingkungan keluarga yang suportif, pendidikan berbasis nilai, serta kerja sama yang erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, kemampuan anak untuk beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan kehidupan merupakan modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Ia juga mengajak para pendidik untuk melihat keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan humanis. Melalui perspektif lintas budaya, proses pendidikan dapat semakin memperkaya pengalaman belajar anak sekaligus memperkuat nilai-nilai universal seperti toleransi, empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan secara langsung mengenai strategi penguatan karakter anak di era digital, tantangan pendidikan global, serta praktik-praktik terbaik yang diterapkan di berbagai negara.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar internasional ini, STIESNU Bengkulu kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong internasionalisasi pendidikan, memperluas jejaring akademik global, dan menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini, melahirkan inovasi pembelajaran, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara STIESNU Bengkulu dengan berbagai institusi pendidikan di tingkat internasional demi mewujudkan generasi Indonesia yang berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
oleh Nurul Hidayah | Jul 16, 2026 | Berita
Sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIESNU Bengkulu, saya sering merenungkan bahwa angka-angka dalam akreditasi hanyalah manifestasi dari kerja keras yang dilakukan di balik layar. Namun, esensi dari sebuah institusi pendidikan tidaklah berhenti pada lembar penilaian. Ketika saya mengamati proses Audit Mutu Internal (AMI) di kampus ini (Stiesnu-Red), saya melihat potensi besar yang belum terserap sepenuhnya: yaitu bagaimana data mutu bisa menjadi kompas bagi arah masa depan STIESNU Bengkulu.
Dalam konteks STIESNU Bengkulu, saya mendefinisikan “mutu” sebagai “integritas nilai dan kebermanfaatan”. Mutu bagi kita bukan sekadar kepatuhan pada standar administratif BAN-PT atau pemenuhan dokumen borang semata. Mutu adalah sejauh mana nilai-nilai ke-NU-an yang kita pegang teguh terimplementasi dalam proses transfer ilmu, serta seberapa besar daya guna lulusan kita dalam menjawab persoalan umat dan masyarakat di Bengkulu. Artinya, sebuah layanan pendidikan dikatakan bermutu di kampus ini apabila ia mampu menyelaraskan keunggulan intelektual dengan kedalaman akhlak, yang kemudian dirasakan manfaatnya secara nyata oleh ekosistem di sekitar kita.
Realitas di ruang kelas, termasuk dalam mata kuliah yang saya ampu seperti Managemen Strategy dan English Language, mengajarkan saya bahwa setiap detail kecil dalam proses belajar-mengajar—jika diukur dengan standar yang tepat—akan berdampak signifikan pada kualitas lulusan. Inilah yang mendasari keyakinan saya bahwa LPM tidak boleh hanya bertindak sebagai “polisi” administratif. Sebaliknya, LPM harus bertransformasi menjadi pusat kendali yang memberikan asistensi, memicu inovasi, dan memastikan bahwa setiap dosen memiliki ruang untuk tumbuh secara profesional hingga mencapai kualifikasi sertifikasi pendidik.
Untuk mencapai hal tersebut, saya meyakini bahwa kepemimpinan humanis adalah kunci. Memimpin penjaminan mutu bukan berarti memaksakan standar dengan otoritas kaku, melainkan merangkul setiap dosen dan staf sebagai mitra strategis. Pemimpin yang humanis adalah ia yang mampu mendengar tantangan di lapangan, memberikan apresiasi atas setiap progres kecil, dan menempatkan mutu sebagai bagian dari kebanggaan diri setiap individu. Dengan pendekatan ini, kepatuhan muncul dari kesadaran pribadi, bukan karena rasa takut akan sanksi administratif.
Lebih jauh lagi, saya menekankan pentingnya “ritualitas kerja kelompok” dalam membangun kolektifitas. Mutu adalah hasil dari harmoni kerja tim yang berkelanjutan, bukan upaya individual. Oleh karena itu, saya mendorong adanya ruang-ruang diskusi rutin—seperti sesi sharing dan evaluasi informal yang berkesinambungan—sebagai ritual kerja kita untuk menyatukan visi. Melalui pertemuan-pertemuan inilah, kita tidak hanya berbagi data teknis, tetapi juga mengokohkan komitmen moral untuk saling menjaga standar kualitas antar unit kerja. Ritualitas ini adalah cara kita merawat kebersamaan, memastikan bahwa setiap elemen di kampus ini merasa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjamin masa depan STIESNU Bengkulu.
Ke depan, arah penjaminan mutu kita akan terus bergerak melampaui kepatuhan prosedural. Kita sedang menyusun sistem di mana penjaminan mutu melekat dalam setiap nadi aktivitas akademik. Fokus kita adalah menjadikan data mutu sebagai bahan utama dalam melakukan inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti perbankan syariah, Ekonomi Syariah, PGMI, PIAUD dan HTN tanpa kehilangan marwah keilmuan yang menjadi jati diri kita.
Pada akhirnya, arah masa depan STIESNU Bengkulu yang di tawarkan adalah tentang membangun “Budaya Unggul”. Budaya di mana peningkatan kualitas bukan lagi karena tuntutan akreditasi, melainkan karena kesadaran kolektif yang dibangun melalui kepemimpinan yang merangkul dan ritual kolaborasi yang disiplin. Dengan menautkan standar mutu yang ketat, sentuhan humanis yang hangat, dan inovasi pedagogis yang relevan, saya yakin STIESNU Bengkulu akan berdiri tegak sebagai institusi yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Bengkulu.
Mutu adalah perjalanan panjang, dan hari ini kita sedang menguatkan kolektifitas itu untuk melangkah jauh lebih jauh ke depan.
Oleh : Hairiyanto, M.Pd.
Kepala LPM STIESNU Bengkulu
oleh Nurul Hidayah | Jul 15, 2026 | Berita
Bengkulu, Senin (14/7/2026) – STIESNU Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring pendidikan internasional dengan menerima kunjungan Dr. Celal Akbar, President of Hayrat Foundation Türkiye for Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa menuju pendidikan bertaraf internasional.
Kedatangan Dr. Celal Akbar disambut langsung oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., beserta jajaran pimpinan kampus. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari penguatan pembelajaran bahasa, program akademik, hingga pengembangan kemitraan internasional yang bermanfaat bagi sivitas akademika STIESNU Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Celal Akbar menyampaikan kesiapan Hayrat Foundation Türkiye untuk menjadi jembatan bagi mahasiswa STIESNU Bengkulu yang ingin melanjutkan studi di Turki. Melalui jejaring yang dimiliki Hayrat Foundation, mahasiswa diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, hingga peluang melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Turki.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi kampus yang berdaya saing internasional. Sinergi bersama Hayrat Foundation diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas lulusan sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan di tingkat global.
“Dari Bengkulu menuju dunia, STIESNU Bengkulu terus membuka pintu kolaborasi internasional dan menghadirkan peluang nyata bagi mahasiswa untuk menggapai cita-cita di panggung dunia.”