oleh Nurul Hidayah | Jul 16, 2026 | Berita
Bengkulu, 16 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar Internasional bertajuk “Fostering Children’s Resilience in the Digital Era: Cross-Cultural Perspectives on Early Childhood Character and Religious Development” yang berlangsung di Aula STIESNU Bengkulu, Kamis (16/7).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah STIESNU Bengkulu ini menghadirkan akademisi internasional, Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. dari Carthage College, Wisconsin, United States, sebagai keynote speaker. Kuliah pakar tersebut diikuti oleh dosen, mahasiswa, guru PAUD, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya membangun kecerdasan intelektual anak, tetapi juga memperkuat karakter, nilai-nilai moral, serta ketahanan mental mereka agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.
“Anak-anak hari ini hidup dalam dunia yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Teknologi memberikan banyak peluang, namun juga menghadirkan tantangan yang tidak sedikit. Karena itu, pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan,” ujar Dr. Subhan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Dr. Melanie Nyof di STIESNU Bengkulu sebagai bentuk nyata semakin terbukanya ruang kolaborasi internasional yang memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Bengkulu.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut Prof. Dr. Melanie Nyof di STIESNU Bengkulu. Kehadiran beliau menjadi kesempatan berharga bagi dosen, mahasiswa, dan para pendidik untuk memperoleh perspektif global mengenai pendidikan anak usia dini. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Melanie Nyof, Ph.D. menekankan pentingnya membangun resiliensi (ketahanan diri) anak sejak usia dini melalui penguatan karakter, lingkungan keluarga yang suportif, pendidikan berbasis nilai, serta kerja sama yang erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Menurutnya, kemampuan anak untuk beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan kehidupan merupakan modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Ia juga mengajak para pendidik untuk melihat keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan humanis. Melalui perspektif lintas budaya, proses pendidikan dapat semakin memperkaya pengalaman belajar anak sekaligus memperkuat nilai-nilai universal seperti toleransi, empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan secara langsung mengenai strategi penguatan karakter anak di era digital, tantangan pendidikan global, serta praktik-praktik terbaik yang diterapkan di berbagai negara.
Melalui penyelenggaraan kuliah pakar internasional ini, STIESNU Bengkulu kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong internasionalisasi pendidikan, memperluas jejaring akademik global, dan menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika.
Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini, melahirkan inovasi pembelajaran, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara STIESNU Bengkulu dengan berbagai institusi pendidikan di tingkat internasional demi mewujudkan generasi Indonesia yang berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
oleh Nurul Hidayah | Jul 16, 2026 | Berita
Sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIESNU Bengkulu, saya sering merenungkan bahwa angka-angka dalam akreditasi hanyalah manifestasi dari kerja keras yang dilakukan di balik layar. Namun, esensi dari sebuah institusi pendidikan tidaklah berhenti pada lembar penilaian. Ketika saya mengamati proses Audit Mutu Internal (AMI) di kampus ini (Stiesnu-Red), saya melihat potensi besar yang belum terserap sepenuhnya: yaitu bagaimana data mutu bisa menjadi kompas bagi arah masa depan STIESNU Bengkulu.
Dalam konteks STIESNU Bengkulu, saya mendefinisikan “mutu” sebagai “integritas nilai dan kebermanfaatan”. Mutu bagi kita bukan sekadar kepatuhan pada standar administratif BAN-PT atau pemenuhan dokumen borang semata. Mutu adalah sejauh mana nilai-nilai ke-NU-an yang kita pegang teguh terimplementasi dalam proses transfer ilmu, serta seberapa besar daya guna lulusan kita dalam menjawab persoalan umat dan masyarakat di Bengkulu. Artinya, sebuah layanan pendidikan dikatakan bermutu di kampus ini apabila ia mampu menyelaraskan keunggulan intelektual dengan kedalaman akhlak, yang kemudian dirasakan manfaatnya secara nyata oleh ekosistem di sekitar kita.
Realitas di ruang kelas, termasuk dalam mata kuliah yang saya ampu seperti Managemen Strategy dan English Language, mengajarkan saya bahwa setiap detail kecil dalam proses belajar-mengajar—jika diukur dengan standar yang tepat—akan berdampak signifikan pada kualitas lulusan. Inilah yang mendasari keyakinan saya bahwa LPM tidak boleh hanya bertindak sebagai “polisi” administratif. Sebaliknya, LPM harus bertransformasi menjadi pusat kendali yang memberikan asistensi, memicu inovasi, dan memastikan bahwa setiap dosen memiliki ruang untuk tumbuh secara profesional hingga mencapai kualifikasi sertifikasi pendidik.
Untuk mencapai hal tersebut, saya meyakini bahwa kepemimpinan humanis adalah kunci. Memimpin penjaminan mutu bukan berarti memaksakan standar dengan otoritas kaku, melainkan merangkul setiap dosen dan staf sebagai mitra strategis. Pemimpin yang humanis adalah ia yang mampu mendengar tantangan di lapangan, memberikan apresiasi atas setiap progres kecil, dan menempatkan mutu sebagai bagian dari kebanggaan diri setiap individu. Dengan pendekatan ini, kepatuhan muncul dari kesadaran pribadi, bukan karena rasa takut akan sanksi administratif.
Lebih jauh lagi, saya menekankan pentingnya “ritualitas kerja kelompok” dalam membangun kolektifitas. Mutu adalah hasil dari harmoni kerja tim yang berkelanjutan, bukan upaya individual. Oleh karena itu, saya mendorong adanya ruang-ruang diskusi rutin—seperti sesi sharing dan evaluasi informal yang berkesinambungan—sebagai ritual kerja kita untuk menyatukan visi. Melalui pertemuan-pertemuan inilah, kita tidak hanya berbagi data teknis, tetapi juga mengokohkan komitmen moral untuk saling menjaga standar kualitas antar unit kerja. Ritualitas ini adalah cara kita merawat kebersamaan, memastikan bahwa setiap elemen di kampus ini merasa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjamin masa depan STIESNU Bengkulu.
Ke depan, arah penjaminan mutu kita akan terus bergerak melampaui kepatuhan prosedural. Kita sedang menyusun sistem di mana penjaminan mutu melekat dalam setiap nadi aktivitas akademik. Fokus kita adalah menjadikan data mutu sebagai bahan utama dalam melakukan inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti perbankan syariah, Ekonomi Syariah, PGMI, PIAUD dan HTN tanpa kehilangan marwah keilmuan yang menjadi jati diri kita.
Pada akhirnya, arah masa depan STIESNU Bengkulu yang di tawarkan adalah tentang membangun “Budaya Unggul”. Budaya di mana peningkatan kualitas bukan lagi karena tuntutan akreditasi, melainkan karena kesadaran kolektif yang dibangun melalui kepemimpinan yang merangkul dan ritual kolaborasi yang disiplin. Dengan menautkan standar mutu yang ketat, sentuhan humanis yang hangat, dan inovasi pedagogis yang relevan, saya yakin STIESNU Bengkulu akan berdiri tegak sebagai institusi yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di Bengkulu.
Mutu adalah perjalanan panjang, dan hari ini kita sedang menguatkan kolektifitas itu untuk melangkah jauh lebih jauh ke depan.
Oleh : Hairiyanto, M.Pd.
Kepala LPM STIESNU Bengkulu
oleh Nurul Hidayah | Jul 15, 2026 | Berita
Bengkulu, Senin (14/7/2026) – STIESNU Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring pendidikan internasional dengan menerima kunjungan Dr. Celal Akbar, President of Hayrat Foundation Türkiye for Indonesia. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa menuju pendidikan bertaraf internasional.
Kedatangan Dr. Celal Akbar disambut langsung oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., beserta jajaran pimpinan kampus. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari penguatan pembelajaran bahasa, program akademik, hingga pengembangan kemitraan internasional yang bermanfaat bagi sivitas akademika STIESNU Bengkulu.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Celal Akbar menyampaikan kesiapan Hayrat Foundation Türkiye untuk menjadi jembatan bagi mahasiswa STIESNU Bengkulu yang ingin melanjutkan studi di Turki. Melalui jejaring yang dimiliki Hayrat Foundation, mahasiswa diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, hingga peluang melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Turki.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi kampus yang berdaya saing internasional. Sinergi bersama Hayrat Foundation diharapkan mampu menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas lulusan sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan di tingkat global.
“Dari Bengkulu menuju dunia, STIESNU Bengkulu terus membuka pintu kolaborasi internasional dan menghadirkan peluang nyata bagi mahasiswa untuk menggapai cita-cita di panggung dunia.”
oleh Nurul Hidayah | Jul 14, 2026 | Berita
Bengkulu, 14 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu tata kelola dan pengembangan kelembagaan melalui kegiatan Revisi Borang Pengajuan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, bertempat di Kampus STIESNU Bengkulu.
Kegiatan ini melibatkan unsur Akademik, Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tim penyusun borang Program Studi PAI. Seluruh peserta bersama-sama melakukan evaluasi dan penyempurnaan dokumen pengajuan sebagai bagian dari upaya memenuhi standar yang ditetapkan dalam proses pembukaan program studi baru.
Mengusung tema “Sinergi Membangun Perubahan untuk Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antarlembaga di lingkungan STIESNU Bengkulu dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu.
Ketua STIESNU Bengkulu menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Pendidikan Agama Islam merupakan langkah strategis dalam memperluas kontribusi STIESNU terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan Islam.
“Penyusunan dan revisi borang bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk membangun fondasi akademik yang kuat. Melalui sinergi seluruh unit kerja, kami optimistis Program Studi PAI dapat hadir sebagai bagian dari penguatan peran STIESNU Bengkulu dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter Ahlussunnah wal Jama’ah, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Dalam proses revisi, tim melakukan penyesuaian terhadap berbagai komponen penting, mulai dari kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), ketersediaan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, hingga dukungan teknologi informasi yang terintegrasi dengan pangkalan data perguruan tinggi.
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) turut memberikan masukan terkait kesesuaian dokumen dengan standar mutu pendidikan tinggi, sementara TIPD memastikan seluruh data pendukung tersusun secara valid, sistematis, dan siap diintegrasikan ke dalam sistem pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat proses pengajuan Program Studi Pendidikan Agama Islam sekaligus memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan STIESNU Bengkulu.
Sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama, STIESNU Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan inovasi, memperluas akses pendidikan berkualitas, serta membangun ekosistem akademik yang unggul melalui semangat sinergi, profesionalisme, dan transformasi berkelanjutan demi mewujudkan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat nasional.
oleh Nurul Hidayah | Jul 13, 2026 | Berita
Bengkulu, 13 Juli 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Satuan Kerja Pengurus pada Senin (13/7/2026) di Aula STIESNU Bengkulu. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta meningkatkan sinergi antarunit kerja guna mendukung kemajuan STIESNU Bengkulu.
Rapat dipimpin oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H., didampingi Wakil Ketua I Elman Johari, M.H., dan Wakil Ketua II Suharyono, M.E.. Turut hadir para Ketua Program Studi dan Dekan Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Ekonomi Syariah (EKIS), Perbankan Syariah (PBS), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta para dosen dengan jabatan akademik lektor, kepala lektor, dan jabatan fungsional lainnya di lingkungan STIESNU Bengkulu.
Mengusung tema “Bergerak, Ciptakan Perubahan Bersama untuk Kemajuan STIESNU Bengkulu”, rapat koordinasi membahas berbagai agenda strategis, mulai dari evaluasi pelaksanaan program kerja, peningkatan tata kelola kelembagaan, penguatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, hingga penyusunan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H., mengatakan bahwa perubahan tidak dapat diwujudkan oleh satu individu, melainkan melalui kerja sama seluruh unsur sivitas akademika.
“Tema yang kita usung hari ini merupakan ajakan kepada seluruh keluarga besar STIESNU Bengkulu untuk bergerak bersama, membangun budaya kerja yang profesional, inovatif, dan penuh tanggung jawab. Kemajuan institusi hanya dapat dicapai apabila seluruh satuan kerja memiliki visi yang sama, saling bersinergi, dan berkomitmen memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, rapat koordinasi ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan STIESNU Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, jajaran pimpinan dan seluruh peserta rapat menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai kebijakan strategis kampus melalui peningkatan kinerja di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, serta pelayanan kepada mahasiswa.
Melalui rapat koordinasi ini, STIESNU Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi secara berkelanjutan. Semangat kebersamaan yang dibangun diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu maupun Indonesia.
Kontak Media:
Humas STIESNU Bengkulu/081286480063