oleh Samsul Hadi | Jun 25, 2022 | Artikel
Di tengah tantangan global dan domestik yang kian kompleks—mulai dari krisis ekonomi, kesenjangan sosial, hingga ketidakstabilan sistem keuangan konvensional—Indonesia membutuhkan solusi ekonomi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, ekonomi syariah sering kali muncul sebagai alternatif. Namun, pertanyaannya: apakah ekonomi syariah hanya sekadar alternatif, atau justru merupakan masa depan ekonomi Indonesia?
Bukan Hanya Agama, Tapi Sistem yang Inklusif
Masih banyak yang menganggap ekonomi syariah hanya relevan bagi umat Islam. Padahal, sistem ini menawarkan nilai-nilai universal seperti keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Prinsip-prinsip seperti larangan riba, mendorong transaksi yang produktif dan nyata, serta adanya instrumen sosial seperti zakat dan wakaf, menjadikan ekonomi syariah lebih dari sekadar sistem keuangan—ia adalah paradigma ekonomi yang humanis dan beretika.
Pertumbuhan yang Menjanjikan
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Menurut data dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sektor ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif—mulai dari perbankan, keuangan mikro, halal lifestyle, hingga pariwisata syariah. Bahkan, Indonesia bercita-cita menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan lagi pemain pinggiran, tetapi pilar yang mulai mendapat tempat strategis.
Solusi atas Ketimpangan Sosial
Salah satu keunggulan ekonomi syariah adalah mekanisme redistribusi kekayaan melalui zakat, infaq, dan wakaf. Instrumen ini tidak hanya meringankan beban masyarakat miskin, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi secara sistemik. Di tengah tingginya angka ketimpangan sosial di Indonesia, sistem ini bisa menjadi alat konkret untuk membangun ekonomi yang berkeadilan.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski menjanjikan, ekonomi syariah masih menghadapi berbagai tantangan. Tingkat literasi masyarakat tentang sistem ini masih rendah. Banyak pelaku ekonomi belum memahami perbedaan fundamental antara sistem syariah dan konvensional. Belum lagi tantangan regulasi, infrastruktur teknologi, dan keterbatasan SDM yang paham prinsip-prinsip syariah secara mendalam.
Masa Depan Dimulai dari Sekarang
Ekonomi syariah memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, untuk mewujudkannya, dibutuhkan komitmen kuat dari berbagai pihak—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga mahasiswa sebagai agen perubahan. Perlu ada sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, adaptif, dan inovatif.
Penutup
Ekonomi syariah bukan hanya alternatif sementara di tengah kegagalan sistem konvensional. Ia menawarkan fondasi baru untuk membangun ekonomi nasional yang lebih adil dan berkelanjutan. Maka, jawaban atas pertanyaan “alternatif atau masa depan?” tampaknya makin jelas. Ekonomi syariah bukan hanya pilihan, melainkan peluang besar yang tak boleh diabaikan.
Oleh: Intan Purnama Sari
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STIESNU Bengkulu
Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Feb 8, 2022 | Berita
Laju disrupsi teknologi dan kondisi sosial masyarakat society 5.0 saat ini telah banyak mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, diantaranya dengan munculnya berbagai gelombang gaya hidup baru yang memberikan kesempatan seluas luasnya kepada setiap individu untuk berkreasi dan memaksimalkan nilai ekonominya. Dalam kondisi tersebut dunia kampus harus hadir untuk sebagai wadah untuk menyalurkan warna dari kreativitas tersebut. Kreativitas pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkan kepekaan rasa sehingga terbentuk sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri peserta didik, santri, siswa, mahasiswa, serta masyarakat secara umum. Sikap ini hanya akan tumbuh jika dilakukan serangkaian proses kegiatan yang meliputi pengamatan, penilaian, dan penumbuhan rasa dengan keterlibatan dalam agenda yang positif. Menjawab semua persoalan tersebut, maka perlu diberikan jalan dan fasilitas berupa ajang kompetisi untuk menumbuhkan semangat fastabiqul khairat dan kolaborasi guna mempererat silaturrahmi wa silatul fikri, yang nantinya akan diselenggarakan dalam satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam (STIESNU) Bengkulu.
Rencana kegiatan ini diberi tajuk “Gebyar STIESNU Bengkulu 2022” yang akan diselenggarakan dari tanggal 10 – 16 Februari 2022 di kompleks kampus STIESNU Bengkulu. Adapun Tema kegiatan ini adalah
Khidmat STIESNU Bengkulu Menjaga Tradisi Mengembangkan Inovasi
Artinya dalam perjalanannya yang ke 6 tahun ini, STIESNU senantiasa selalu teguh menjaga nilai nilai luhur yang ada di Nusantara serta senantiasa bertransformasi mengembangkan kualitas institusi dan setiap sumber daya agar terus memberikan manfaat seluas–luasnya.

Adapun daftar acara dalam Gebyar STIESNU Bengkulu 2022 ini adalah sebagai berikut:
1. Musabaqah Qura’atul Kutub tingkat Pondok Pesantren se-Propinsi Bengkulu
2. Lomba Kaligrafi Kontemporer tingkat Pondok Pesantren se-Propinsi Bengkulu
3. Lomba Hadrah tingkat Pondok Pesantren se-Propinsi Bengkulu
4. Lomba Tenis Meja tingkat MA/SMA/SMK Sederajat se-Kota Bengkulu
Waktu Perlombaan Perlombaan diselenggarakan sesuai jadwal yang telah ditentukan selama 6 Hari, yaitu:
a. Lomba Tenis Meja- Setelah acara pembukaan, Kamis 10 – 15 Februari 2022
b. Lomba Musabaqah Qura’atul Kutub, Kaligrafi Kontemporer, dan Hadrah pada hari Senin, 14 Februari dan Selasa, 15 Februari 2022
c. Acara Puncak Gebyar STIESNU Bengkulu 2022 pada hari Rabu, 16 Februari 2022
Mari daftarkan putra-putri, santri-santriwati, pada ajang bergengsi ini
oleh Samsul Hadi | Jan 5, 2022 | Berita
STIESNU Bengkulu kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata angkatan yang ke – III. Pelaksanaan KKN ini sebagai bagian dari pelaksanaan dan penerapan ilmu yang telah didapat semasa perkuliahan. Dengan mengangkat Tema “Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Tengah Pandemi Covid-19 Melalui Budidaya Ikan Lele”.
Dengan mengusung tema tersebut, diharapkan para mahasiswa STIESNU dapat memanfaatkan serta memaksimalkan sumber daya yang mudah untuk dibudidayakan dan bermanfaat selama masa sulit seperti pandemi sekarang ini.
Peserta yang mengikuti KKN terdiri dari 27 mahasiswa/i STIESNU Bengkulu. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hairiyanto, M.Pd, Laporan Ketua Panitia; Yuda Septian Kurniawan, M.Pd, Kata Sambutan Ketua STIESNU Bengkulu; Dodi Isran, M.Pd, Mat dan Kata sambutan ketua DPH STIESNU Bengkulu; Drs. H. Riskan Rahman, M.Pd.
Peserta KKN angkatan – III juga mendapat pengarahan berupa materi oleh Nursodin tentang tata kelola budidaya Lele dan dilanjutkan dengan pembuatan kolam lele yang dilaksanakan di lingkungan Kampus STIESNU Bengkulu.
Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
oleh Samsul Hadi | Nov 13, 2021 | Berita, MOU
Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdhatul Ulama (STIESNU) Bengkulu pada hari Jumat (12/11) mengunjungi Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (FAI UAD) dalam rangka Study Banding serta Penandatangan MoU kerjasama antara Kedua belah Pihak. Pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan FAI Kampus 4 UAD Yogyakarta tersebut dihadiri oleh Ketua STIESNU Bengkulu Bapak Dodi Isran, M.Pd.Mat dan Riza Wahyu Roffi perwakilan dosen dari Prodi Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam STIESNU Bengkulu serta Wira Hadi Kusuma, M.Si perwakilan dari PWNU Bengkulu. Sedangkan dari pihak FAI UAD dihadiri oleh Wakil Dekan, Kaprodi dan segenap dosen dari Program Studi Perbankan Syariah.


Dalam Kunjungan ini kedua belah Pihak Perguruan Tinggi melaksanakan Sharing dan Study Banding tentang Pelaksanaan Kegiatan Perguruan Tinggi baik Problem yang sering dihadapi dan juga Solusi untuk Permasalahan yang ada. Pertemuan yang berlangsung secara sederhana namun hangat ini diawali dengan sambutan yang diberikan oleh Wakil Dekan FAI UAD, Arif Rahman, S.Pd.I., M.Pd.I yang dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua STIESNU Bengkulu Bapak Dodi Isran. Dalam sambutannya, kedua pimpinan Fakultas ini menyatakan hal yang senada, yaitu pentingnya mempererat silaturahmi dan juga kerja sama dalam berbagai bidang untuk memajukan pendidikan tinggi. Kedatangan STIESNU Bengkulu ke UAD sekaligus mengukuhkan kerjasama dengan ditekennya penandatangan MoU oleh kedua pihak. Acara berlangsung dengan Sesi Sharing dan Tanya jawab terkait dengan pengembangan Institusi beserta problematika yang dihadapi acara Ditutup dengan penandatangan MoU antara kedua belah pihak untuk kemajuan kedua bela pihak.
oleh Samsul Hadi | Nov 6, 2021 | Berita
STIESNU Bengkulu menyelenggarakan Seminar Nasional dan Dialog Interaktif Rangkamemperingati hari Sumpah Pemuda ke-93 dan menyongsong hari Pahlawan Nasional 2021dengan Tema “Sinergitas Mahasiswa dan Santri Pada Momentum Juang Pahlawan Dalam Pencegahan Narkoba dan Paham Radikalisme, 7/10/2021.
Kegiatan ini Bersinergi dengan PWNU Bengkulu, POLDA Bengkulu, BNN, FKPT dan Direktur Bengkulu Today. Acara ini diawali dengan sambutan Ketua STIESNU Bengkulu Dodi Isran, M. Pd.Mat dan dibuka oleh Ketua PWNU Bengkulu Dr. KH. Zulkarnain D. M.Pd.
Pada sambutannya ditekankan untuk selalu menjunjung sifat bela negara serta toleransi dalam berkehidupan sosial terutama mengingat bahwa Negara Republik Indonesia merupakan negara yang Multikultural dan Multietnis. Terlebih dengan permasalahan Terorisme, Narkoba dan paham Radikalisme yang masih terjadi di lingkungan masyarakat.
Serta tidak lupa Dodi Isran selaku Ketua STIESNU mengingatkan untuk selalu mengenang dan memaknai kembali Sumpah Pemuda serta Jasa para pahlawan yang telah lalu.
Pemateri pada acara ini dipaparkan oleh Kompol Suherwanto dari Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Bengkulu, Evi Susianti dari BNN Provinsi Bengkulu, serta Wibowo Susilo dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan berkaitan tentang bahaya narkoba dan radikalisme.