Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
STIESNU Bengkulu Gelar PBAK dan MAPABA PMII

STIESNU Bengkulu Gelar PBAK dan MAPABA PMII

STIESNU-BENGKULU.AC.ID, 25 September 2023 – Suasana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu dipenuhi semangat dan keceriaan ketika sebanyak 135 mahasiswa baru memulai perjalanan akademik mereka. Mereka bergabung dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) yang diadakan bersamaan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIESNU Bengkulu, yang berlangsung pada tanggal 23-24 September 2023, di Aula Kampus STIESNU Bengkulu.

Tema acara tahun ini, yaitu “Fokus Penguatan Ekonomi dan Tantangan Global Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” menambah semarak perhelatan PBAK MAPABA PMII. Tema ini tak hanya mencerminkan ketertarikan mahasiswa baru terhadap isu-isu ekonomi global yang mendalam, tetapi juga menekankan pentingnya memahami peran ekonomi syariah dalam meraih prestasi besar seperti visi Indonesia Emas 2045.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dodi Isran, M.Pd.Mat, membagikan semangatnya dalam sambutan pembukaan acara. Ia menyatakan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan dunia akademik yang dinamis dan tantangan global yang terus berkembang. Dodi berharap agar mahasiswa baru akan memanfaatkan acara ini untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang ekonomi syariah dan keNUan (Nahdlatul Ulama), serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tidak ketinggalan, Ketua Senat STIESNU Bengkulu, Agung Cucu Purnawirawan, M.H, turut merayakan semangat mahasiswa baru dalam PBAK MAPABA PMII. Dia mengingatkan mereka untuk menggabungkan nilai-nilai ASWAJA dan Ke-NU-an dalam perjalanan akademik mereka dan memahami peran penting ekonomi syariah dalam mencapai keberhasilan di masa depan.

Acara ini selama dua hari penuh dengan kegiatan yang merangsang pemikiran dan keahlian, termasuk seminar, diskusi panel, dan kegiatan lain yang mengasah wawasan mahasiswa baru tentang ekonomi syariah, ideologi aswaja, dan keNUan (Nahdlatul Ulama). Mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi dengan dosen-dosen berpengalaman, yang memberikan perspektif berharga untuk memulai perjalanan akademik yang menjanjikan.

Dengan semangat tinggi dan pengetahuan yang diperoleh selama acara ini, mahasiswa baru STIESNU Bengkulu siap untuk memulai perjalanan akademik mereka yang penuh potensi. Mereka bersiap untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkomitmen terhadap nilai-nilai keagamaan dan ekonomi syariah, sambil berusaha mewujudkan visi gemilang Indonesia Emas 2045.

STIESNU Bengkulu Teken MoU dengan UIN Sunan Gunung Djati

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu (STIESNU) Bengkulu terus mengembangkan diri dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)  dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD) bertempat di Gedung FEBI Lantai 2, Selasa  (08/08/2023). Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan kerja sama yang akan ditindaklanjuti oleh STISENU Bengkulu dan UIN SGD (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam).

Hadir dalam kesempatan ini Ketua STIESNU Bengkulu Dodi Isran, M.Pd, Mat dan didampingi langsung Waka I Waka II Waka III jajaran Dosen STIESNU dan Perwakilan Mahasiswa STIESNU Sebanyak 34 Mahasiswa Terdiri dari 6 Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah dan 28 Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah. Sementara dari UIN SGD Bandung  hadir langsung Dekan FEBI Dr. H. Dudang Godjali, M.Ag. dan Jajaran Dosen FEBI.

Dekan FEBI Dr. H. Dudang Godjali, M.Ag. dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa merupakan suatu kehormatan STIESNU Bengkulu mengunjungi kampus UIN SGD dalam Rangka Studi Tiru Khususnya dalam rangka meningkatan Prodi Perbankan Syariah dan Ekonomi Syariah, ‘’Silakan ambil semua hal-hal yang baik untuk dapat diaplikasikan pada STIESNU Bengkulu,’’ ucap Dekan FEBI Dr. H. Dudang Godjali, M.Ag.

Sementara Ketua STISENU Bengkulu Dodi Isran, M.Pd, Mat dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa ‘’melalui penandatanganan MoU ini besar harapannya untuk ditindaklanjuti kedepannya dengan  MoA. Kunjungan ini juga dapat menjadi Motivasi Mahasiswa STIESNU Bengkulu untuk melanjutkan ke jenjang Pascasarjana yang ada di UIN SGD’’.

Perlu diketahui juga Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD) adalah PTKIN Terbaik No. 1 di Indonesia dan No. 28 secara nasional.

KITA BOLEH TERLUKA, TAPI JANGAN PERNAH PATAH

KITA BOLEH TERLUKA, TAPI JANGAN PERNAH PATAH

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. (Ahmad Inung)
(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI)

Selain putus cinta, saya pernah memiliki perasaan sedih yang hingga membawa saya menangis dalam sujud. Kesedihan itu begitu mendalam hingga semesta tampak sangat kelam. Matahari tiba-tiba mati. Udara entah ke mana hingga setiap hirupan nafas yang terasa hanya menyesakkan dada.

Kesedihan yang teramat kelam itu terjadi di tahun 1991, saat saya tidak diterima di IKIP Negeri Malang. Kegagalan itu sungguh melukaiku. Kegagalan itu terasa menutup seluruh masa depanku, bahkan hidupku. Detik demi detik dalam seluruh persiapan dan saat tes masuk, hanya ada satu cita-cita termegah: menjadi guru Bahasa Indonesia.

Ketika keputusan itu diumumkan dan namaku tidak di sana, bisa kamu bayangkan kehancuran hatiku? Aku berwudhu, shalat, dan menangiskannya pada Tuhanku. Bukan tangis berserah, lebih banyak protes dari hamba yang tak berdaya. “Ya Allah, aku tak minta banyak, aku hanya ingin jadi guru Bahasa Indonesia. Mengapa Engkau tidak menolongku, ya Allah. Mengapa…huhuhu???”

Sekalipun begitu, dalam kesedihan dan kelukaan, kegagalan itu tidak pernah mematahkanku. Aku mempersiapkan diri untuk ikut tes masuk IAIN Sunan Ampel Malang. Aku diterima. Senang. Bersyukur.

Di sana aku menenun masa-masa mahasiswa: kuliah, diskusi, organisasi, demonstrasi, nonton, ngeband, dan tentu saja pacaran. Semua aku lakukan dengan sungguh-sungguh. Dari ini semua aku arungi sungai kehidupan. Mengalir bersama airnya.

Apa yang ingin aku sampaikan adalah pesan Allah dalam surat al-Baqarah 216, yang artinya, “Bisa jadi engkau tidak menyukai sesuatu, padahal ia baik bagimu. Bisa jadi engkau menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah Mahamengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Saat-saat ini mungkin banyak lulusan SLTA yang sedang sedih dan terluka hatinya karena tidak diterima di PT impiannya. Mungkin juga diterima tapi tidak jadi daftar ulang karena alasan-alasan lain. Ijinkan saya sebagai kakak atau bahkan orang tua menasihatimu.

“Engkau berhak sedih. Hatimu boleh terluka. Manusia mana yang tidak merasakaannya. Itu manusiawi. Tapi jangan patah. Jika engkau sudah mempersiapkan sungguh-sungguh, engkau tinggal butuh mengajari hatimu untuk menerima apapun hasilnya. Ikhlaskan yang terjadi, tapi jangan frustasi.

Bisa jadi kegagalanmu memasuki kampus favoritmu karena Tuhan menyiapkan skenario lain yang lebih megah untukmu. Tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan yang tahu. Yang dibutuhkan hanyalah jangan hentikan langkah. Teruslah melangkah dengan kesungguhan sebagaimana engkau telah melakukannya. Jangan biarkan ada satu kampus yang menghancurkan mentalmu.

Jika engkau bertanya, ‘Emang kamu siapa berani-beraninya menasihatiku seperti ini?’ Aku katakan padamu bahwa aku adalah orang yang pernah terluka sepertimu. Tapi aku tak pernah membiarkan kegagalan merenggut hidupku. Jika aku katakan bahwa sekarang aku seorang direktur yang mengurusi bidang pendidikan, demi Allah, ini bukan bermaksud untuk sombong. Aku hanya ingin katakan bahwa bisa jadi apa yang kita inginkan, tidak baik untuk kita. Begitu juga sebaliknya. Hanya Allah yang Maha Tahu. Kita hanya butuh untuk terus melangkah, biarkan Tuhan yang menentukan posisi kita kelak di mana.


Warning: Trying to access array offset on false in /home/stiesnub/public_html/wp-content/themes/Divi/epanel/custom_functions.php on line 629
STIESNU Bengkulu Gelar PBAK dan MAPABA PMII

INOVASI

Oleh Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. (Ahmad Inung)

Pada sebuah kesempatan, Gus Yaqut Cholil Qoumas, di hadapan para akademisi, menjelaskan tentang makna inovasi. Seperti biasa, dia tidak menjelaskannya dengan merujuk pada definisi istilah sebagaimana yang tertulis di kamus. Dia membuat penjelasan praktis yang setiap pendengarnya merasa ‘Yes, I can make it’.

Penjelasannya kurang lebih seperti ini: Bayangkanlah tentang sebuah masa depan yang ideal. Lalu, lihatlah kenyataan kita saat ini. Termasuk berbagai tindakan yang kita lakukan sekarang hingga melahirkan kenyataan itu. Berbagai tindakan yang kita letakkan antara kenyataan kita sekarang dengan bayangan ideal masa depan, itulah yang disebut inovasi.

Begitulah penjelasannya. Sederhana. Mudah dipahami.

Jadi, inovasi adalah setiap langkah yang kita tempuh melampaui rutinitas tindakan saat ini untuk mencapai masa depan yang kita impikan. Inovasi adalah pancang-pancang tiang, tapakan-tapakan yang kita letakkan antara masa kini dengan mimpi masa depan.

Inovasi adalah jembatan yang memperantarai kita saat ini dengan masa depan. Tanpa inovasi, kita hanya mengalami lajunya waktu, tapi tak memiliki masa depan. Tanpa inovasi, kita akan mengalami tua, tapi tidak menambah makna. Seperti anjing yang mengejar ekornya sendiri. Si anjing berlari, menguras tenagaya, kelelahan mungkin hingga menuai ajalnya, tapi dia tak pernah beranjak dari titik nol-nya. Lalu, apa bedanya antara dia berlari dan diam? Tidak ada.

Begitulah makna inovasi. Jika kita membayangkan masa depan, tapi yang muncul di benak kita adalah situasi dan kenyataan kita saat ini, maka kita sebetulnya tak pernah memiliki masa depan. Kita terus-menerus akan melakukan rutinitas, tanpa membuat kemajuan apapun. Nasib kita mungkin seperti anjing yang kelelahan berlari tapi tidak mendapatkan apapun kecuali ujung ekornya sendiri.

Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. (Ahmad Inung)
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. (Ahmad Inung)
(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag RI)

Orang ini seperti Sisiphus yang dikutuk mendorong batu ke puncak gunung, kemudian batu itu bergulir kembali ke bawah. Didorong kembali ke puncak, dan bergulir lagi ke bawah. Terus-menerus seperti itu. Pekerjaan sia-sia hingga akhir hayatnya.

Berinovasi tidak hanya membutuhkan gagasan baru, bahkan out of the box, tapi juga keberanian untuk mengambil langkah. Mengambil langkah berarti menegakkan tiang pancang, membangun jembatan, dan menyeberanginya. Banyak orang memiliki ide brilian, tapi tidak menghasilkan apapun karena tidak ada tindakan yang diambil.

Ada banyak orang yang tidak berani mengambil tindakan dari gagasan-gagasan besarnya. Bisa jadi karena takut dengan konsekuensinya. Bisa pula karena dia berharap menemukan sebuah gagasan baru yang sejak awal telah sempurna tanpa cacat.

Jika masalah kita adalah yang pertama, maka hanya ada dua pilihan: beranilah atau sekalian jadilah pertapa. Namun jika masalah kita adalah yang kedua, mari kita dengarkan nasihat Mark Zuckerberg, pendiri Facebook.

Let me tell you a secret. Ideas don’t come out fully formed. They only become clear as you work with them. You just have to get started. If I had to know everything about connecting people before I got started, I never would have built Facebook.”

(Saya akan memberi tahu Anda sebuah rahasia. Ide tidak datang dalam wujud yang sempurna. Dia hanya akan menjadi semakin jelas ketika kita menjalankannya. Kita hanya harus berani memulainya. Jika sejak awal saya dituntut untuk memiliki gagasan utuh dan sempurna tentang bagaimana menghubungkan orang, sampai kapan pun saya tidak akan pernah membuat Facebook)

Gagasan menghubungkan orang melalui sebuah platform online awalnya mungkin hanya sebuah gagasan sederhana dan sepotong-potong. Tapi, capaian teknologi canggih apa yang tidak lahir dari gagasan sederhana. Rahasianya terletak pada mimpi tentang masa depan, menemukan gagasan untuk mencapai mimpi tersebut, dan berani mengambil langkah awal.

Inilah inovasi. Tak perlu ribet mencari maknanya di kamus. Kita cukup membayangkan masa depan yang ideal. Menyadari dengan jujur kenyataan kita saat ini. Saat kita berani mengambil langkah ke luar dari kerutinan saat ini untuk mewujudkan mimpi masa depan kita, di situlah kita menemukan makna inovasi. Sesederhana dan sekecil apapun pada awalnya. (Ahmad Inung)

Mahasiswa STIESNU Bengkulu Raih Medali Perunggu Pomprov

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu meraih mendali perunggu pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) yang digelar sepekan terakhir. 

Ketua Kampus STIESNU Bengkulu, Dodi Isran mengatakan, pihaknya mengirim 4 atlit dalam 2 cabang atletik dan 2 cabang pencak silat, dengan hasil perolehan 1 medali perunggu yang di peroleh Yoga Pranda Saputra pada Pencak Silat Kelas A.

“Selamat kepada ananda Yoga Pranda saputra merah 1 medali perunggu”, kata Ketua Kampus STIESNU Bengkulu, Kamis (6/7/2023). 

Ia mengungkapkan, Yoga juga termasuk kedalam mahasiswa prestasi dan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa KIP Kuliah. Pihaknya juga mengapresiasi Mahasiswa STIESNU Bengkulu yang mampu bersaing di tingkat provinsi. 

“Atas partisipasi ini Kampus STIESNU Bengkulu berikan uang pembinaan”, ungkapnya. 

Ia berharap, kedepan Mahasiswa STIESNU Bengkulu lebih banyak lagi atlit dalam bertarung dalam bertarung ditingkat Provinsi bahkan Nasional. 

‘Semoga kedepannya lebih banyak lagi atlit STIESNU Bengkulu yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun Nasional”, demikian Ketua STIESNU Bengkulu.