SELUMA, 21 September 2026 — Komitmen STIESNU Bengkulu dalam memastikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah diberikan kepada mahasiswa yang sesuai dengan kriteria terus dilakukan melalui proses verifikasi langsung di lapangan.
Pada Senin, 21 September 2026, Tim Survei STIESNU Bengkulu melakukan kunjungan ke Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, sebagai bagian dari rangkaian survei calon penerima KIP Kuliah.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang disampaikan calon penerima dengan kondisi faktual di lapangan. Tim survei tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga melihat secara langsung kondisi tempat tinggal dan lingkungan sosial ekonomi calon penerima.
Kehadiran tim di Desa Rawa Indah menjadi bagian penting dalam proses verifikasi. Melalui kunjungan langsung, tim dapat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai kondisi keluarga, latar belakang ekonomi, serta situasi calon mahasiswa yang menjadi bagian dari proses seleksi penerima bantuan pendidikan.
Proses survei juga dilakukan dengan berkoordinasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar calon penerima. Hal ini menjadi bagian dari upaya kampus memperoleh data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan sebelum proses penetapan penerima KIP Kuliah dilakukan.
Bagi STIESNU Bengkulu, KIP Kuliah bukan sekadar program bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki keterbatasan ekonomi. Karena itu, proses verifikasi menjadi tahapan yang sangat penting. Bantuan pendidikan harus diberikan berdasarkan data dan kondisi yang dapat dipertanggungjawabkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang membutuhkan.
Melalui survei lapangan ini, STIESNU Bengkulu menunjukkan bahwa proses penerimaan KIP Kuliah dilakukan dengan mengedepankan prinsip ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas.
Kegiatan di Desa Rawa Indah juga menjadi bagian dari komitmen STIESNU Bengkulu untuk menjangkau calon mahasiswa hingga ke wilayah desa, sehingga keterbatasan ekonomi maupun jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi selesai, data calon penerima akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penetapan penerima KIP Kuliah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
STIESNU Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas dan memastikan setiap kesempatan pendidikan diberikan kepada mereka yang memenuhi persyaratan dan membutuhkan dukungan. Ujar Riza Wahyu Raffi, M.Ag