oleh Samsul Hadi | Jun 22, 2025 | Berita
Bengkulu, 23 Juni 2025 – Empat petinggi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu resmi dilantik sebagai bagian dari Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bengkulu untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini menandai kontribusi aktif STIESNU Bengkulu dalam organisasi alumni PMII di tingkat wilayah.
Para petinggi STIESNU Bengkulu yang mengemban amanah baru ini adalah Agung Cucu P., M.H. (Ketua STIESNU Bengkulu), Elman Jhohari, M.H.I. (Wakil Ketua I), Yudha, M.Pd. (Wakil Ketua III), dan Resi Julita, M.Pd. (Kepala Satuan Pengawas Internal). Keterlibatan mereka dalam PW IKA PMII Bengkulu diharapkan dapat memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan jaringan alumni.
Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) periode 2025-2030 adalah Fathan Subchi. Ia terpilih pada Munas IKA PMII tahun 2025.
PW IKA PMII Bengkulu periode 2025-2030 sendiri diketuai oleh Dr. Sri Ihsan, M.Pd.I. Beliau yang juga merupakan Dewan Pengurus Harian STIESNU Bengkulu, terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV IKA PMII Bengkulu yang diselenggarakan pada 1 Februari 2025 lalu. Dr. Sri Ihsan dikenal memiliki komitmen kuat untuk mempererat solidaritas di kalangan alumni PMII serta mendorong peran serta mereka dalam pembangunan daerah. Meskipun PW IKA PMII Bengkulu saat ini belum memiliki kantor sekretariat permanen, organisasi ini tetap aktif menjalankan berbagai program. Sebelumnya, PW IKA PMII Bengkulu telah sukses mengadakan diskusi publik yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Sebagai bagian dari tugas utamanya, PW IKA PMII Bengkulu memiliki tanggung jawab besar untuk mendistribusikan kader-kader PMII ke berbagai sektor dan mendorong mereka untuk berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan wilayah Bengkulu. Kehadiran para petinggi STIESNU Bengkulu dalam kepengurusan ini diharapkan dapat memberikan warna dan kontribusi positif dalam mewujudkan tujuan tersebut.
oleh Samsul Hadi | Jun 4, 2025 | Berita
Bengkulu, 4 Juni 2025 — Kabar menggembirakan datang dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu. Hari ini, secara resmi telah terbit Surat Keputusan (SK) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang menetapkan bahwa STIESNU Bengkulu memperoleh peringkat Akreditasi “Baik Sekali”.
Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra dan masyarakat yang terus mendukung kemajuan kampus ini.
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas raihan ini. “Alhamdulillah, dengan rahmat Allah SWT dan kerja kolektif semua pihak, STIESNU Bengkulu resmi mendapat akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT. Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan kampus kita menuju perguruan tinggi unggul di bidang ekonomi syariah,” ujarnya.
Wakil Ketua 1 Bagian Akademik, Elman Johari, M.H.I juga menyampaikan: Terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh tim hebat yang telah bekerja luar biasa hingga STIESNU Bengkulu berhasil meraih hasil Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (APT) dengan predikat “BAIK SEKALI”. Apabila selama proses penyusunan borang terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kesuksesan ini menjadi milik kita bersama.
Ucapan terima kasih khusus disampaikan kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, tim akreditasi, mahasiswa, serta para mitra strategis yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam proses akreditasi ini.
Pencapaian ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, layanan akademik, serta pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan visi STIESNU Bengkulu sebagai pusat pendidikan ekonomi syariah yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.
oleh Samsul Hadi | Mei 5, 2025 | Artikel
Di era digital ini, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama. Bayangkan jika Nabi Muhammad SAW hidup di zaman sekarang—bisa jadi beliau akan memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk mengajarkan akhlak kepada umatnya. “Ayo, buka aplikasi ‘Akhlak Cerdas’ dan mari kita belajar berbuat baik!” Mungkin begitu cara beliau mengajak umatnya. Namun, mari kita telaah lebih dalam bagaimana AI dapat berkontribusi dalam pendidikan agama, khususnya dalam pembentukan akhlak.
Pertama-tama, AI dapat membantu menyampaikan materi akhlak dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Dengan teknologi seperti chatbot, siswa bisa bertanya kapan saja tentang perilaku baik dan buruk. Misalnya, ketika seorang siswa bingung bagaimana bersikap kepada teman yang sedang marah, mereka dapat langsung bertanya kepada chatbot. “Chatbot, bagaimana cara menghadapi teman yang marah?” Lalu chatbot menjawab, “Cobalah untuk mendengarkan dan jangan lupa meminta maaf, meskipun kamu tidak salah.” Jawaban ini bahkan bisa disertai dengan meme lucu agar pembelajaran terasa menyenangkan.
Selain itu, AI juga memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih dinamis. Melalui aplikasi pembelajaran berbasis AI, siswa dapat mempelajari akhlak melalui permainan interaktif. Misalnya, ada sebuah game yang mengajak siswa berperan sebagai karakter yang harus mengambil keputusan moral: “Apakah kamu akan membantu orang yang terjatuh, atau hanya lewat sambil mendengarkan musik?” Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam situasi yang relevan.
Namun, ada tantangan yang harus diwaspadai, yakni memastikan bahwa konten yang disampaikan AI tetap selaras dengan nilai-nilai agama. Kita tentu tidak ingin siswa mendapatkan informasi yang menyimpang hanya karena kesalahan algoritma. Oleh karena itu, peran pendidik dalam mengawasi dan mengembangkan konten AI sangatlah penting. Seorang guru bahkan pernah berseloroh, “Jangan sampai AI malah mengajarkan siswa untuk berbohong demi nilai bagus!”
Penggunaan AI dalam pendidikan agama juga bisa membantu guru dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan perhatian lebih. Melalui analisis data, AI mampu mendeteksi pola perilaku yang mencerminkan kurangnya pemahaman akhlak. Misalnya, jika seorang siswa sering terlibat konflik dengan teman-temannya, AI dapat memberikan sinyal kepada guru untuk memberikan bimbingan tambahan. “Wah, sepertinya ada yang perlu belajar tentang sabar dan toleransi,” dan guru sambil tersenyum.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru sepenuhnya. AI hanyalah alat bantu; interaksi manusia tetap menjadi inti dalam proses pendidikan, terutama pendidikan akhlak. Seperti yang sering kita dengar, “Guru adalah pemandu, sementara AI hanyalah GPS. Tanpa pemandu yang bijak, GPS pun bisa membawa kita tersesat.”
Kesimpulannya, pemanfaatan AI dalam pendidikan agama, khususnya dalam pembentukan akhlak, menyimpan potensi besar. Dengan pendekatan yang bijak dan terarah, kita dapat mencetak generasi yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam budi pekerti. Mari sambut AI dengan tangan terbuka—namun jangan pernah melepaskan nilai-nilai agama sebagai kompas utama. Siapa tahu, dengan bantuan AI, kita bisa menciptakan dunia yang tidak hanya lebih baik, tapi juga lebih menyenangkan.
Referensi:
Al-Qur’an. (n.d.). Terjemahan Al-Qur’an.
Amin, M. (2020). Pendidikan Agama di Era Digital. Jakarta: Penerbit Agama.
Hasan, A. (2019). Akhlak dalam Pendidikan: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Penerbit Pendidikan.
Rahman, S. (2021). Kecerdasan Buatan dan Pendidikan: Peluang dan Tantangan. Bandung: Penerbit Teknologi.
Sari, D. (2022). “Peran Teknologi dalam Pembelajaran Agama.” Jurnal Pendidikan Agama, 15(2), 45–60.
Zain, H. (2023). Membangun Karakter Melalui Pendidikan Agama. Surabaya: Penerbit Karakter.
oleh Samsul Hadi | Apr 30, 2025 | Berita
Bengkulu, 30 April 2025 – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa asing mahasiswa dan alumni. Hal ini diwujudkan melalui suksesnya pelaksanaan kegiatan Bimbingan Pra Test dan Post Test untuk TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language).
Kegiatan yang digelar selama satu hari ini diikuti oleh 39 peserta yang antusias mempersiapkan diri menghadapi tes standar internasional tersebut. Bimbingan Pra Test bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai format tes, strategi pengerjaan soal, serta materi-materi penting yang sering diujikan dalam TOEFL dan TOAFL. Para peserta mendapatkan materi serta latihan intensif dari tenaga pengajar UPT Bahasa STIESNU yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya.
Kepala UPT Bahasa STIESNU Bengkulu, Hairiyanto, M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen STIESNU untuk membekali mahasiswa dan alumni dengan kemampuan berbahasa asing yang mumpuni, sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami menyadari betapa pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dan Arab di era globalisasi ini, khususnya bagi lulusan STIESNU Bengkulu yang diharapkan mampu berkiprah di berbagai sektor, termasuk ekonomi syariah yang berskala internasional. Melalui bimbingan ini, kami berharap para peserta dapat lebih percaya diri dan meraih hasil maksimal dalam tes TOEFL dan TOAFL,” ujar pria yang akrab disapa Hairi.
Lebih lanjut, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bengkulu ini menjelaskan bahwa setelah mengikuti Bimbingan Pra Test, para peserta juga mengikuti Post Test. Kegiatan Post Test bertujuan untuk mengukur peningkatan kemampuan berbahasa asing peserta setelah mendapatkan bimbingan. Hasil dari Post Test ini akan menjadi bahan evaluasi bagi UPT Bahasa dalam rangka meningkatkan kualitas program-program pengembangan bahasa di masa mendatang.
Salah satu peserta, Andika Khairul Ba’is—mahasiswa semester 8 Program Studi Perbankan Syariah STIESNU Bengkulu sekaligus alumni Pondok Pesantren Al-Um Pinang Raya, Bengkulu Utara—mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Bimbingan ini sangat membantu saya dalam memahami format soal TOEFL dan strategi mengerjakannya. Post Test juga memberikan gambaran yang jelas tentang peningkatan kemampuan saya setelah mengikuti bimbingan. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengikuti tes TOEFL yang sesungguhnya,” katanya.
Kegiatan Bimbingan Pra Test dan Post Test TOEFL & TOAFL ini merupakan agenda rutin UPT Bahasa STIESNU Bengkulu yang selalu mendapat sambutan positif dari kalangan mahasiswa dan alumni. Keberhasilan kegiatan ini semakin mengukuhkan peran UPT Bahasa sebagai pusat pengembangan kemampuan berbahasa asing yang berkualitas di lingkungan kampus.
STIESNU Bengkulu berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa dan alumni melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Arab, menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.
oleh Samsul Hadi | Apr 30, 2025 | Berita
Bengkulu Utara, 30 April 2025 – Alhamdulillah, STIESNU Bengkulu kembali mencatatkan langkah penting dalam pengembangan institusi. Hari ini, STIESNU Bengkulu secara resmi menerima hibah tanah seluas 2 hektar dari keluarga almarhum Bapak Waryadi dan almarhum Datuk Rastiman. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Gembung Raya, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Bapak Suparno, kepada Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., M.H.
Prosesi penyerahan hibah ini turut disaksikan oleh Ketua BPD Desa Gembung Raya, Wakil Ketua II Bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana serta SDM STIESNU Bengkulu, dan keluarga ahli waris dari almarhum.
Tanah hibah ini rencananya akan dimanfaatkan sebagai lahan produktif pendidikan dan sarana pendukung kemandirian kampus, sejalan dengan Rencana Strategis Pengembangan STIESNU Bengkulu di wilayah Bengkulu Utara.
Dalam sambutannya, Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., M.H menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam:
“Kami sangat bersyukur atas hibah yang diberikan oleh keluarga almarhum. Ini bukan hanya sekadar pemberian tanah, tetapi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang mandiri dan berkelanjutan. InsyaAllah, lahan ini akan kami kelola sebaik-baiknya untuk pendidikan, pemberdayaan, dan kemandirian institusi. Semoga menjadi amal jariyah bagi almarhum dan keluarga besar beliau.”
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar almarhum, khususnya:
Semoga amal jariyah ini menjadi ladang pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak.