Bengkulu – Dosen tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu yang tergabung dalam satu tim peneliti telah ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) RI sebagai penerima Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) untuk Tahun Anggaran 2024. Penetapan ini tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Nomor B-669/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/08/2024, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Dari total 8 klaster penerima bantuan penelitian berbasis SBK yang dapat dicairkan tahun 2024, terdapat 517 proposal yang lolos seleksi, termasuk di antaranya proposal dari dosen tetap STIESNU Bengkulu, yakni Yuda Septian Kurniawan, M.Pd. (Ketua Peneliti) dan Agnes Yolanda, M.E. (Anggota Peneliti) dalam klaster penelitian Dasar Program Studi. Dana yang diperoleh untuk penelitian ini adalah sebesar Rp. 20.000.000.
Tim peneliti STIESNU Bengkulu mengajukan proposal berjudul “Pengembangan Modul Pembelajaran Metode PPP (Present, Practice, and Production) pada Mata Kuliah English Speaking For Islamic Banking untuk Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah di Provinsi Bengkulu.” Penelitian ini melibatkan tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Provinsi Bengkulu yang memiliki Program Studi S-1 Perbankan Syariah, yaitu STIESNU Bengkulu, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dan IAIN Curup sebagai objek penelitian.
Melalui hibah penelitian ini, diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dosen STIESNU Bengkulu sebagai penerima, tetapi juga dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu. Dengan adanya dukungan pendanaan ini, para peneliti dapat memperdalam bidang studi mereka dan menerapkannya dalam masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat.
Sivitas akademika STIESNU Bengkulu mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini, yang membuktikan bahwa STIESNU Bengkulu mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional. Diharapkan dengan adanya program Bantuan Penelitian Berbasis SBK ini, minat dan produktivitas penelitian di kalangan dosen semakin meningkat.