BENGKULU – Semangat kebersamaan dan moderasi beragama terpancar kuat dalam perhelatan Jalan Sehat Kerukunan yang digelar untuk memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIESNU) Nahdlatul Ulama Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., turut hadir dan berbaur bersama ribuan peserta lainnya dalam momentum bersejarah ini.
Acara yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” ini mengambil titik start dari depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antarlembaga pendidikan dan keagamaan di Bumi Raflesia.
Kehadiran Dr. Subhan dalam barisan peserta jalan sehat ini bukan sekadar partisipasi fisik, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap visi besar Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. STIESNU Bengkulu, sebagai institusi pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, memandang kegiatan ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dengan berbagai elemen, termasuk civitas akademika UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu yang juga hadir secara masif.
“Kami melangkah bersama dalam harmoni. Partisipasi STIESNU Bengkulu dalam Jalan Sehat Kerukunan ini adalah wujud komitmen kami untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan instansi pendidikan lainnya seperti UINFAS. Kampus harus menjadi rumah yang teduh bagi moderasi beragama demi masa depan bangsa yang lebih damai,” ujar Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I. di sela-sela kegiatan.
Jalan Sehat Kerukunan ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat instansi pemerintah, tokoh lintas agama, hingga praktisi pendidikan. Kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang cair dan penuh kekeluargaan, sejalan dengan semangat moderasi yang terus digaungkan oleh Kemenag RI.
Melalui langkah bersama ini, STIESNU Bengkulu menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa toleransi yang tinggi.
“Dengan semangat rukun dan sinergi, kita optimis dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan sumber daya manusia di Bengkulu. Kerukunan adalah modal utama kita untuk maju bersama,” pungkas Dr. Subhan.