STIESNU Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu kembali memperluas jejaringnya di kancah internasional. Salah satu dosen tetapnya, Ade Riska Nur Astari, S.Si., M.Pd., berkesempatan menghadiri Muktamar Indonesian Muslim Society in America (IMSA) yang diselenggarakan bersama Malaysian Islamic Study Group (MISG) di Hilton Hotel, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

​Kegiatan berskala internasional ini menjadi titik temu komunitas diaspora Muslim Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

​Muktamar ini menghadirkan berbagai seminar dan diskusi dengan topik strategis, mulai dari dakwah global, pendidikan keluarga, hingga peran pemuda Muslim di masyarakat multikultural. Bagi Ade Riska, keikutsertaan ini merupakan momentum krusial untuk memperkenalkan kiprah perguruan tinggi Islam Indonesia, khususnya STIESNU Bengkulu, di level dunia.

​”Forum ini merupakan ruang strategis untuk membangun kontribusi intelektual dan spiritual Muslim Indonesia di mata dunia, sekaligus membuka peluang jejaring akademik, pengabdian masyarakat, dan penelitian bagi STIESNU Bengkulu ke depannya,” ujar Ade Riska.

Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh atas kiprah dosen STIESNU di forum internasional tersebut. Beliau menegaskan bahwa kehadiran dosen di luar negeri merupakan bagian dari strategi akselerasi institusi.

​”Kami sangat bangga dan mendukung penuh langkah Ibu Ade Riska dalam forum IMSA–MISG di Amerika Serikat. Ini adalah bukti nyata bahwa SDM STIESNU Nahdlatul Ulama memiliki daya saing global,” tegas Dr. Subhan.

​Lebih lanjut, Dr. Subhan menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi besar institusi yang tengah bersiap melakukan alih status:

Akselerasi IAINU Bengkulu: Kehadiran internasional ini memperkuat portofolio institusi dalam proses transformasi menuju Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) pada tahun 2026.

Kolaborasi Global: Dr. Subhan berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kolaborasi riset internasional dan pengabdian masyarakat lintas negara yang melibatkan mahasiswa dan dosen.

Duta Intelektual NU: Sebagai pimpinan, beliau berharap STIESNU dapat terus mengirimkan duta-duta intelektualnya ke berbagai belahan dunia untuk menyebarkan nilai-nilai Islam moderat (Aswaja) dalam perspektif ekonomi syariah.

​Agenda tahunan IMSA-MISG tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan melalui seminar keagamaan, tetapi juga dimeriahkan dengan bazaar produk UMKM diaspora dan pertunjukan budaya. Sinergi lintas negara ini diharapkan melahirkan program-program nyata yang berdampak luas bagi umat, baik yang menetap di Amerika Serikat maupun bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.