oleh Samsul Hadi | Jan 17, 2025 | Berita
Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu tengah mempersiapkan langkah besar sebagai pelopor gerakan Wakaf Uang di Indonesia. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Prof. Dr. Asnaini, MA. (Sebagai Pemateri), Anggota DPH, Dr. Sri Ihsan, S.Pd.I., M.Pd.I., Senat, Ketua, Wakil Ketua I, II, III, staf, dan seluruh dosen STIESNU Bengkulu. Inisiatif ini bertujuan memperkuat perekonomian umat dan memberdayakan masyarakat melalui instrumen ekonomi syariah.
Kajian Teoritis Wakaf Uang
Secara teoritis, Wakaf Uang merupakan bentuk wakaf yang fleksibel dan adaptif di era modern. Berbeda dengan wakaf konvensional berupa aset tetap seperti tanah atau bangunan, Wakaf Uang memungkinkan masyarakat dari berbagai lapisan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi Islam, Wakaf Uang menjadi salah satu instrumen keuangan yang dapat menggerakkan ekonomi umat, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Prof. Dr. Asnaini, MA menjelaskan bahwa Wakaf Uang memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam dan berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi umat. “Konsep ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Melalui pengelolaan yang profesional dan transparan, Wakaf Uang dapat menjadi sumber pendanaan berkelanjutan untuk berbagai program sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Implementasi Praktis di STIESNU Bengkulu
STIESNU Bengkulu telah menyusun berbagai strategi implementasi Wakaf Uang, mulai dari penyusunan regulasi internal, pelatihan pengelolaan wakaf, hingga pengembangan platform digital untuk mempermudah donasi wakaf. Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH, menyampaikan bahwa kampus siap menjadi pusat edukasi dan pengelolaan Wakaf Uang di Bengkulu. “Kami berkomitmen menciptakan ekosistem wakaf yang amanah dan profesional, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas,” kata Agung.
Program-program yang dirancang mencakup pelatihan kewirausahaan berbasis syariah, pemberdayaan UMKM, beasiswa pendidikan, dan pengembangan infrastruktur sosial. Selain itu, STIESNU Bengkulu akan berkolaborasi dengan lembaga keuangan syariah dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk memastikan pengelolaan dana wakaf berjalan optimal.
Implikasi Wakaf Uang bagi Masyarakat Bengkulu
Implementasi Wakaf Uang di Bengkulu diharapkan membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan dana wakaf yang efektif, berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif dapat berkembang pesat. Program beasiswa akan membantu pelajar kurang mampu melanjutkan pendidikan, sementara pemberdayaan UMKM akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, Wakaf Uang dapat menjadi solusi atas permasalahan sosial di Bengkulu, seperti pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. Dengan adanya dana wakaf yang dialokasikan untuk pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha, masyarakat akan lebih mandiri dan produktif.
Wakil Ketua I, II, dan III STIESNU Bengkulu menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung pengembangan program Wakaf Uang. “Kami percaya bahwa sinergi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujar salah satu Wakil Ketua.
Penutup
Dengan kolaborasi yang solid antara seluruh civitas akademika dan dukungan masyarakat, STIESNU Bengkulu optimis dapat menjadi pelopor gerakan Wakaf Uang di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi terobosan dalam pengelolaan ekonomi syariah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Bengkulu dan Indonesia secara keseluruhan.
oleh Samsul Hadi | Jan 17, 2025 | Berita
STIESNU Bengkulu – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Bengkulu sukses mengadakan Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-3 di Aula Perpustakaan Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu pada Kamis, 16 Januari 2025. Mengusung tema “Manajemen Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Akreditasi,” acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta secara langsung maupun daring, terdiri dari pustakawan, akademisi, dan pegiat literasi dari berbagai perguruan tinggi.
Kepala Perpustakaan STIESNU Bengkulu, Ade Astari, menyampaikan bahwa perpustakaan saat ini harus menjadi motor penggerak literasi dan inovasi di lingkungan kampus. “Transformasi digital dalam pengelolaan perpustakaan bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah kebutuhan agar dapat memenuhi standar akreditasi dan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif,” ujar Ade. Ia juga mengajak seluruh pustakawan dan akademisi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi menciptakan layanan yang berkualitas dan inklusif.
Dalam rangka memperkuat kerja sama dan pengembangan perpustakaan, pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Bengkulu dengan 10 perpustakaan perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu. Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dalam pengelolaan perpustakaan, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi teknologi informasi dalam layanan perpustakaan.
Ade Astari, Kepala Perpustakaan STIESNU Bengkulu, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarperpustakaan. “Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan perpustakaan di Bengkulu dapat saling berbagi sumber daya, pengetahuan, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung akreditasi,” ungkapnya.
Rektor UINFAS Bengkulu, Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd., menegaskan bahwa perpustakaan perlu bertransformasi menjadi pusat informasi berbasis teknologi agar dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Ketua FPPTI Pusat, Mariyah, M.Hum., mengapresiasi tema yang relevan dengan tantangan akreditasi dan digitalisasi layanan perpustakaan.
Ketua FPPTI Wilayah Bengkulu, Dr. Syahril, M.Ag., menilai kegiatan ini sebagai strategi memperkuat perpustakaan perguruan tinggi agar lebih profesional dan efisien melalui pengelolaan berbasis teknologi. Pada kesempatan tersebut, UPT Perpustakaan UINFAS Bengkulu menerima Sertifikat Akreditasi dari Perpustakaan Nasional, yang diserahkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, M.Pd.
Ketua Panitia, Dr. Alfarabi, M.A., berharap acara ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperpustakaan di Bengkulu untuk mendukung pengembangan teknologi dan akreditasi. FPPTI Wilayah Bengkulu optimis perpustakaan di daerah ini akan terus berkembang menjadi pusat literasi modern yang inovatif.
oleh Samsul Hadi | Jan 8, 2025 | Berita
STIESNU Bengkulu baru saja melaksanakan kegiatan penting bertajuk “Evaluasi dan Proteksi Sistem Tata Kelola STIESNU Bengkulu Tahun Akademik 2025/2026”. Acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan dan pengurus lembaga.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat, Ketua STIESNU Bengkulu, Wakil Ketua I, II, dan III, serta jajaran pengurus lainnya. Dalam agenda tersebut, dilakukan pembinaan menyeluruh terkait tata kelola kampus serta sesi penyampaian kritik dan saran untuk peningkatan kinerja organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen kampus selama ini. Beliau menekankan pentingnya evaluasi berkala sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sistem tata kelola kampus.
“Kita harus terus bergerak maju dengan melakukan evaluasi, menerima masukan, dan memberikan solusi terbaik. Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk menciptakan tata kelola kampus yang transparan, akuntabel, dan profesional,” ungkapnya.
Wakil Ketua II juga memberikan pandangannya terkait strategi pengembangan tata kelola. Beliau menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang efektif serta pemanfaatan teknologi dalam sistem administrasi.
“Pembinaan SDM yang berkelanjutan dan integrasi teknologi menjadi kunci utama dalam menciptakan efisiensi dan produktivitas di lingkungan kampus kita,” ujar Wakil Ketua II.
Pada sesi ini, pengurus kampus diberikan ruang untuk menyampaikan kritik dan saran secara terbuka. Kritik dan masukan yang disampaikan mencakup berbagai aspek, seperti pengelolaan akademik, pelayanan administrasi, serta peningkatan sarana dan prasarana kampus. Semua masukan tersebut diterima dengan baik sebagai bahan pertimbangan untuk langkah perbaikan ke depan.
Acara ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola STIESNU Bengkulu, demi tercapainya visi dan misi institusi dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
oleh Samsul Hadi | Jan 6, 2025 | Berita
Bengkulu, 6 Januari 2025 – Dalam rangka persiapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2025/2026, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar rapat pembentukan panitia PMB. Kegiatan ini berlangsung di Kampus STIESNU Bengkulu dengan dihadiri oleh Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., Wakil Ketua I, II, dan III, Dewan Pengurus, serta dosen pengajar.
Pembukaan PMB dalam Tiga Gelombang
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa proses penerimaan mahasiswa baru akan dilakukan dalam tiga gelombang:
- Gelombang 1: Januari – Maret 2025 (Diketuai oleh Ibu Ade Riska)
- Gelombang 2: April – Juni 2025 (Diketuai oleh Ibu Orisa)
- Gelombang 3: Juli – Oktober 2025 (Diketuai oleh Ibu Resi Julita)
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., menyampaikan bahwa pembukaan PMB dalam tiga gelombang ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa. “Dengan pembagian gelombang ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dan memberikan kesempatan bagi mereka yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk mempersiapkan pendaftaran,” ujarnya.
Sinergi Panitia PMB
Rapat ini juga menghasilkan struktur panitia yang akan mengelola seluruh tahapan PMB, mulai dari promosi, pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman hasil. Para wakil ketua STIESNU Bengkulu dan dosen pengajar turut memberikan masukan terkait strategi promosi agar dapat menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Wakil Ketua I Bidang Akademik menekankan pentingnya menyampaikan keunggulan program studi STIESNU Bengkulu dalam proses promosi. “Kami akan menekankan kualitas akademik dan peluang karier yang dapat diraih oleh lulusan STIESNU Bengkulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II dan III mengusulkan strategi digital untuk mendukung pelaksanaan PMB, seperti penggunaan media sosial, website kampus, dan layanan pendaftaran online.
Komitmen untuk Pendidikan Berkualitas
Dengan terbentuknya panitia PMB ini, STIESNU Bengkulu siap menyelenggarakan penerimaan mahasiswa baru secara maksimal. Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memajukan STIESNU Bengkulu sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas, berbasis nilai-nilai keislaman dan keterbukaan terhadap tantangan zaman.
Panitia diharapkan segera memulai kerja, termasuk menyosialisasikan jadwal dan alur pendaftaran kepada masyarakat luas. Semoga PMB tahun 2025 ini berjalan sukses dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk bergabung dengan STIESNU Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Jan 6, 2025 | Berita
Bengkulu, 6 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan langkah strategis ke depan, Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar rapat sinergitas. Rapat ini membahas rencana penting terkait alih status STIESNU menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Bengkulu.
Rapat yang berlangsung di Kampus STIESNU Bengkulu ini dihadiri oleh Ketua LPTNU Dr. Pasma Candra, M.Pd., Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) Prof. Dr. Zubaedi, M.Ag., M.Pd., Sekretaris DPH Dr. Wirahadi Kusuma, serta Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH, Waka I, II dan III.
Sambutan Optimis dari Para Pemimpin
Ketua DPH, Prof. Dr. Zubaedi, M.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan optimismenya terhadap masa depan institusi ini. “Kita optimis akan melahirkan alumni yang mumpuni, siap menghadapi realitas masyarakat, dan kompetitif di dunia kerja, baik di sektor swasta maupun Aparatur Sipil Negara (ASN),” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua LPTNU, Dr. Pasma Candra, M.Pd., menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan STIESNU Bengkulu. “LPTNU akan terus bersinergi untuk memastikan STIESNU siap bertransformasi menjadi IAINU Bengkulu yang lebih baik dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Capaian Akademik STIESNU Bengkulu
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., memaparkan progres akademik yang telah dicapai. “Empat program studi kami, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Tata Negara (HTN), PGMI dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), telah selesai di-assessment. Ini merupakan langkah maju yang akan menjadi fondasi kuat dalam proses transformasi menuju IAINU Bengkulu,” jelasnya.
Rapat ini diakhiri dengan diskusi dan penyusunan langkah strategis untuk mewujudkan alih status STIESNU menjadi IAINU Bengkulu. Semua pihak yang hadir sepakat untuk terus bekerja sama demi tercapainya visi besar ini.
Semoga rencana besar ini dapat segera terwujud, memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan berbasis keislaman di Provinsi Bengkulu.


