oleh Samsul Hadi | Feb 9, 2025 | Berita
Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu masa khidmat 2024-2029 serta suksesnya Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan 1 yang mengusung tema “Bekerja Bersama Umat untuk Bengkulu Bermartabat.”
Dalam semangat khidmat tersebut, STIESNU Bengkulu siap menjadi salah satu garda dalam implementasi program-program NU di Bengkulu, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan kaderisasi. Pelantikan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan agar masyarakat Bengkulu senantiasa menjaga kondusivitas dan terus bekerja sama dalam membangun bangsa.
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., turut memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya acara ini. “Kami di STIESNU Bengkulu mendukung penuh langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh PWNU Bengkulu. Sebagai institusi pendidikan yang berada di bawah naungan NU, kami siap bersinergi dalam mencetak kader-kader unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan dan nilai-nilai ke-NU-an yang kuat,” ujarnya.
Dengan pelantikan kepengurusan PWNU yang baru serta suksesnya PMKNU Angkatan 1, diharapkan program-program NU di Bengkulu semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. STIESNU Bengkulu berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan kaderisasi yang berkelanjutan.
oleh Samsul Hadi | Feb 6, 2025 | Berita
Bengkulu, 5 Februari 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu melakukan audiensi ke Kantor Bank Indonesia Wilayah Bengkulu dalam rangka menjalin silaturahmi dan membangun sinergi untuk berbagai program kerja sama. Kunjungan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan disambut dengan baik oleh pihak Bank Indonesia perwakilan Bengkulu.
Rombongan STIESNU Bengkulu dipimpin oleh Wakil Ketua II, Suharyono, ME, serta didampingi oleh Kepala Unit Perpustakaan, Ade Riska Astari, M.Pd, dan Demisioner Ketua Senat STIESNU Bengkulu, Arif Rahman Hakim, Ph.D. Dalam kesempatan ini, turut hadir pula perwakilan dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yaitu Sri Kalsum Mustafa, S.IP, M.Si, selaku Analis Kerjasama.
Audiensi ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara STIESNU Bengkulu dan Bank Indonesia Wilayah Bengkulu serta membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang. Beberapa program yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi penyediaan layanan BI Corner, sosialisasi keuangan dari Bank Indonesia, program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dan berbagai bentuk sinergi lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan civitas akademika STIESNU Bengkulu.
Pihak Bank Indonesia menyampaikan dukungan mereka terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat disinergikan dengan STIESNU Bengkulu. Dalam waktu dekat, akan diselenggarakan kegiatan kolaborasi antara Bank Indonesia, STIESNU Bengkulu, dan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu guna memperkuat literasi keuangan di kalangan akademisi dan mahasiswa.
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH, menyampaikan harapannya agar ikhtiar dalam menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia dapat segera terealisasi. “Kami terus berupaya menjemput peluang kerja sama ini. Semoga dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi STIESNU Bengkulu serta para mitra kami,” ujarnya.
Dengan adanya audiensi ini, diharapkan sinergi antara STIESNU Bengkulu dan Bank Indonesia dapat terus berkembang, sehingga memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan pengembangan ekonomi di Bengkulu.
oleh Samsul Hadi | Feb 3, 2025 | Berita
Bengkulu, 3 Februari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat dengan tema “Tata Kelola Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)”. Acara ini menghadirkan pemateri utama, Nyai Hj. Saidah Sakwan, MA, alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus mantan anggota DPR RI.
Turut hadir dalam FGD ini KH. Hasbullah Ahmad (Rois Syuriah PWNU Bengkulu), perwakilan BAZNAS Provinsi Bengkulu, pembina STIESNU Bengkulu, serta tamu undangan dari banom-banom NU, dosen, pengurus BEM, dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat peran akademisi dan mahasiswa dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kampus memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai tata kelola zakat yang baik dan sesuai dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, STIESNU Bengkulu akan terus melakukan konsolidasi dengan BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun wilayah, untuk mendukung pengelolaan ZIS yang lebih efektif,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Nyai Hj. Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia, berdasarkan indeks World Giving Index. Hal ini mencerminkan potensi besar dalam pengelolaan dana publik yang dapat disalurkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Saat ini, BAZNAS mengelola dana sebesar 41 triliun rupiah. Dana ini akan dialokasikan untuk berbagai sektor, termasuk bantuan pendidikan melalui jalur fi sabilillah. Dari sinilah konsep taklim, tadris, dan tazkiyah dapat menjunjung tinggi tafaqquh fi al-din dan benar-benar terealisasi dalam kehidupan umat,” jelasnya.
Selain itu, zakat juga memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurut Saadah Sakwan, storytelling yang baik dan tujuan (ghoyah) yang jelas akan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbuat baik.
“Pengelolaan zakat harus berdasarkan prinsip 3A: Aman Syariah, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Dengan prinsip ini, zakat dapat dikelola secara transparan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengelolaan zakat, STIESNU Bengkulu mendapatkan dukungan penuh dari Bu Nyai Hj. Saadah yang berjanji akan memberikan rekomendasi Memorandum of Understanding (MOU) kepada Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Rekomendasi ini menjadi langkah awal bagi pendirian Lab. Manajemen Zakat (LMZ) yang secara khusus akan bernaung di bawah STIESNU Bengkulu.
Dengan adanya LMZ, STIESNU Bengkulu diharapkan dapat menjadi pusat kajian dan pengelolaan zakat yang profesional, serta turut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan umat melalui pemanfaatan dana zakat yang lebih optimal.
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan kampus dalam menindaklanjuti proses pendirian LMZ. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bu Nyai Hj. Saadah dan berharap LMZ ini dapat segera terwujud dengan legalitas yang kuat melalui Kemenag RI,” ujarnya.
Adapun langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah penyusunan draft MOU, koordinasi dengan Kemenag RI, serta persiapan internal di lingkungan STIESNU Bengkulu untuk memastikan operasional LMZ berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Diharapkan, LMZ STIESNU Bengkulu dapat menjadi model pengelolaan zakat berbasis kampus yang dapat menginspirasi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
FGD ini menjadi wadah diskusi yang produktif antara akademisi, pengelola zakat, dan mahasiswa dalam memahami serta mengembangkan sistem pengelolaan zakat yang lebih baik. STIESNU Bengkulu berkomitmen untuk terus mendukung edukasi dan sinergi dalam pengelolaan dana ZIS guna meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat ketahanan nasional.
oleh Samsul Hadi | Feb 2, 2025 | Berita
Bengkulu, 2 Februari 2025 – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bengkulu menggelar Konferensi dengan tema “Membangun Gerakan Menuju Ansor Masa Depan Bisa”. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan integrasi gerakan kepemudaan di bawah satu komando.
STIESNU Bengkulu menyambut baik dan merespons positif kegiatan ini sebagai bentuk implementasi visi dan misi organisasi dalam membangun kebersamaan serta peran aktif pemuda dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser merupakan bagian dari elemen pertahanan dan keamanan masyarakat yang turut membantu tugas pemerintah dalam menjaga ketertiban serta mewujudkan perdamaian sesuai amanah Undang-Undang Dasar 1945.
“Kami berharap GP Ansor dan Banser terus menjadi garda terdepan dalam membangun kedamaian dan persatuan. Di mana ada Pemuda Ansor dan Banser, di situ harus ada ketenangan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Agung Cucu P., MH.
Konferensi ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi kader GP Ansor untuk memperkuat komitmen dan soliditas organisasi, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan sinergi yang terjalin antara GP Ansor dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan dapat terwujud pemuda yang tangguh dan berdaya guna bagi bangsa dan negara.
oleh Samsul Hadi | Jan 31, 2025 | Berita
Bengkulu, 31 Januari 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama (STIESNU) Bengkulu terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan akademik dan non-akademik. Tahun 2025, STIESNU Bengkulu melengkapi sarana prasarana layanan bahasa serta menyelenggarakan berbagai program strategis, termasuk Pemilihan Duta Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta Sosialisasi Bahasa Indonesia bagi Internal Kampus.
Langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola layanan berbasis komunikasi yang efektif, serta menciptakan lingkungan akademik yang berdaya saing. Program ini melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, satuan kerja (satker), pimpinan, hingga mahasiswa.
Ketua STIESNU Bengkulu, Agung Cucu P., MH., dalam sambutannya menyatakan bahwa penguatan layanan bahasa merupakan bagian dari strategi institusi dalam menghadapi era globalisasi.
“Penguasaan bahasa menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing akademik dan profesional. Dengan adanya penguatan sarana dan program seperti Pemilihan Duta Bahasa serta Sosialisasi Bahasa Indonesia, STIESNU Bengkulu berharap dapat mencetak insan akademik yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu, tetapi juga dalam komunikasi yang baik dan profesional,” ujar beliau.
Selain itu, Agung Cucu menekankan pentingnya kolaborasi seluruh civitas akademika dalam menciptakan budaya komunikasi yang efektif dan berstandar tinggi.
Kepala UPT Bahasa STIESNU Bengkulu, Hairiyanto, M.Pd., turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa penguatan layanan bahasa di kampus bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi berbahasa bagi seluruh civitas akademika.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menguasai bahasa asing serta memahami pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa akademik. Pemilihan Duta Bahasa Arab dan Bahasa Inggris adalah bagian dari upaya mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan berbahasa,” jelas Hairiyanto.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa sosialisasi Bahasa Indonesia bagi internal kampus bertujuan untuk meningkatkan standar komunikasi akademik yang baik, guna mendukung tata kelola yang profesional dan berdaya saing.
Dengan adanya berbagai program ini, STIESNU Bengkulu semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.