Bengkulu, Jumat (31/7/2026) – STIESNU Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi melalui kegiatan Pembinaan Dosen STIESNU Bengkulu dalam Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan Riset MoRA AIR Fund bagi Dosen PTKIS. Kegiatan yang berlangsung di Aula STIESNU Bengkulu ini diikuti oleh seluruh dosen dan civitas akademika sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kompetensi akademik, studi lanjut, serta penguatan budaya riset di lingkungan kampus.
Kegiatan menghadirkan narasumber nasional, Dr. Rachman Basori, M.Ag., yang memberikan pemaparan mengenai berbagai peluang pengembangan karier dosen melalui Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) serta skema pendanaan riset MoRA AIR Fund yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa dosen dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas akademik melalui pendidikan lanjutan, publikasi ilmiah, dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Harian (DPH) STIESNU Bengkulu, Dr. Zubaedi, M.Ag., Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., Wakil Ketua I Elman Jhohari, M.H., Wakil Ketua II Suharyono, M.E., serta seluruh dosen dan civitas akademika STIESNU Bengkulu.
Dalam sambutannya, Ketua STIESNU Bengkulu, Dr. Subhan, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas dosen merupakan salah satu prioritas utama dalam pengembangan institusi. Menurutnya, kehadiran program Beasiswa Indonesia Bangkit dan MoRA AIR Fund menjadi peluang strategis bagi para dosen untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan sekaligus memperkuat budaya penelitian yang berkualitas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak dosen STIESNU Bengkulu yang memanfaatkan peluang beasiswa dan hibah riset sebagai langkah meningkatkan kompetensi akademik serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPH STIESNU Bengkulu, Dr. Zubaedi, M.Ag., menekankan pentingnya membangun semangat belajar sepanjang hayat di kalangan dosen. Menurutnya, dosen tidak hanya dituntut menjadi pengajar, tetapi juga harus menjadi peneliti dan inovator yang mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai mekanisme pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit, strategi memperoleh pendanaan riset, hingga tips menyusun proposal penelitian yang kompetitif. Antusiasme para peserta menunjukkan tingginya minat dosen STIESNU Bengkulu untuk terus mengembangkan kapasitas akademik dan memperluas jejaring penelitian.
Melalui kegiatan ini, STIESNU Bengkulu menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang unggul, produktif, dan berdaya saing. Pembinaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong lahirnya lebih banyak dosen yang melanjutkan studi, memperoleh hibah penelitian, serta menghasilkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia.